Home » » LAMPIRAN E ENVIRONMENTAL MONITORING PROGRAM (EMP)

LAMPIRAN E ENVIRONMENTAL MONITORING PROGRAM (EMP)

E.1 Pendahuluan

Environmental Monitoring Program (EMP) merupakan sistem pemantauan lingkungan yang digunakan untuk memastikan bahwa kondisi ruang produksi tetap berada dalam batas yang telah ditetapkan.

Dalam fasilitas farmasi, cleanroom, rumah sakit, dan laboratorium, desain HVAC yang baik saja tidak cukup.

Kondisi lingkungan harus:

Dipantau

Dicatat

Dianalisis

Dievaluasi

secara berkelanjutan.

Tujuan utama EMP adalah memberikan bukti bahwa sistem HVAC dan fasilitas tetap beroperasi sesuai desain.


E.2 Apa Itu Environmental Monitoring?

Environmental Monitoring adalah kegiatan pemantauan parameter lingkungan secara berkala untuk memastikan kondisi ruang tetap sesuai spesifikasi.

Parameter yang dipantau dapat meliputi:

✓ Partikel

✓ Mikrobiologi

✓ Temperatur

✓ Relative Humidity

✓ Differential Pressure

✓ Airflow

✓ Recovery Time


E.3 Tujuan EMP

EMP bertujuan untuk:

✓ Memastikan kepatuhan terhadap GMP

✓ Memastikan performa HVAC

✓ Mendeteksi penyimpangan sejak dini

✓ Mengurangi risiko kontaminasi

✓ Mendukung kualitas produk

✓ Mendukung proses investigasi


E.4 Hubungan EMP dan CCS

Environmental Monitoring merupakan bagian penting dari:

Contamination Control Strategy (CCS)

Hubungannya:

CCS

↓

Menentukan risiko

↓

Menentukan kontrol

↓

EMP memverifikasi efektivitas kontrol

Dengan kata lain:

CCS Merencanakan

EMP Membuktikan


E.5 Parameter Environmental Monitoring

Partikel Udara

Digunakan untuk memverifikasi klasifikasi cleanroom.

Contoh:

  • ISO 5

  • ISO 7

  • ISO 8

Alat:

Particle Counter


Mikrobiologi

Digunakan untuk memverifikasi tingkat kontaminasi biologis.

Metode:

  • Active Air Sampling

  • Settle Plate

  • Contact Plate

  • Swab Test


Temperatur

Memastikan kondisi ruangan sesuai spesifikasi.

Alat:

  • Temperature Sensor

  • Data Logger


Relative Humidity

Memastikan RH berada dalam batas desain.

Alat:

  • RH Sensor

  • Data Logger


Differential Pressure

Memastikan pressure cascade tetap terjaga.

Alat:

  • Magnehelic Gauge

  • Differential Pressure Transmitter


Airflow

Memastikan volume udara dan ACH sesuai desain.

Alat:

  • Anemometer

  • Balometer


E.6 Monitoring Partikel

Partikel merupakan parameter utama dalam cleanroom.

Tujuan

Memastikan jumlah partikel tetap berada dalam batas yang ditetapkan.


Contoh Parameter

ISO ClassPartikel ≥0.5 µm/m³
ISO 53.520
ISO 7352.000
ISO 83.520.000

Alat

Particle Counter


E.7 Monitoring Mikrobiologi

Monitoring mikrobiologi sangat penting pada fasilitas farmasi.

Tujuan:

✓ Mengidentifikasi tren kontaminasi

✓ Mengidentifikasi sumber masalah

✓ Memverifikasi efektivitas sanitasi


Metode Umum

Active Air Sampling

Mengambil sampel udara secara aktif.


Settle Plate

Mengukur mikroorganisme yang jatuh secara alami.


Contact Plate

Memeriksa permukaan.


Swab Test

Memeriksa area yang sulit dijangkau.


E.8 Monitoring Temperatur dan RH

Temperatur dan RH harus dipantau secara rutin.

Contoh Parameter

AreaTemperatureRH
Cleanroom20–24°C45–60%
Hospital22–24°C40–60%
Laboratory22–25°C40–60%

E.9 Monitoring Differential Pressure

Differential Pressure menunjukkan arah perpindahan udara.

Contoh:

Cleanroom

Koridor

0 Pa

↓

Cleanroom

+10 Pa


Isolation Room

Koridor

0 Pa

↓

Isolation Room

-5 sampai -10 Pa


Jika tekanan berubah:

Maka containment dapat terganggu.


E.10 Monitoring Airflow

Airflow digunakan untuk memverifikasi:

✓ ACH

✓ Air Distribution

✓ Airflow Pattern

✓ Recovery Capability


Rumus ACH

ACH=\frac{Airflow\ (m^3/h)}{Room\ Volume\ (m^3)}


E.11 Monitoring Frequency

Tabel E.1 Frekuensi Monitoring Umum

ParameterTypical Frequency
TemperatureContinuous
RHContinuous
Differential PressureContinuous
Particle CountPeriodic / Continuous
MicrobiologyPeriodic
AirflowPeriodic
Recovery TestQualification Period

Catatan:

Frekuensi aktual mengikuti regulasi dan prosedur internal.


E.12 Alert Limit dan Action Limit

Monitoring tidak hanya mengumpulkan data.

Harus ada batas kendali.

Alert Limit

Menunjukkan kondisi mulai menyimpang.


Action Limit

Menunjukkan kondisi memerlukan tindakan korektif.


Contoh

Tekanan Ruangan:

Target:

+15 Pa

Alert:

+12 Pa

Action:

+10 Pa


E.13 Trending Data

Data monitoring harus dianalisis.

Tujuan:

✓ Melihat tren

✓ Mendeteksi penurunan performa

✓ Mencegah kegagalan sistem


Contoh

Pressure Drop Filter meningkat perlahan.

↓

Filter mulai kotor.

↓

Dapat dijadwalkan penggantian.


E.14 Environmental Monitoring dan HVAC

EMP merupakan alat verifikasi utama performa HVAC.

Parameter yang dapat menunjukkan masalah HVAC:

Partikel Meningkat

Kemungkinan:

  • HEPA bocor

  • ACH turun


RH Tidak Stabil

Kemungkinan:

  • Cooling coil bermasalah

  • Re-heater bermasalah


Tekanan Tidak Stabil

Kemungkinan:

  • Fan bermasalah

  • Damper berubah

  • Kebocoran ruangan


E.15 Investigasi Deviasi

Jika terjadi penyimpangan:

Langkah umum:

Verifikasi Data

↓

Identifikasi Area

↓

Evaluasi HVAC

↓

Evaluasi Operasional

↓

Corrective Action

↓

Verification


E.16 Environmental Monitoring pada Fasilitas Farmasi

Monitoring umumnya mencakup:

✓ Partikel

✓ Mikrobiologi

✓ Temperatur

✓ RH

✓ Differential Pressure

✓ Airflow

✓ Recovery Test


E.17 Environmental Monitoring pada Rumah Sakit

Monitoring umumnya mencakup:

✓ Temperatur

✓ RH

✓ Differential Pressure

✓ ACH

✓ HEPA Integrity


E.18 Environmental Monitoring pada Laboratorium dan BSL

Monitoring umumnya mencakup:

✓ Differential Pressure

✓ Airflow Direction

✓ HEPA Integrity

✓ Exhaust Performance

✓ Temperatur

✓ RH


E.19 Recommended EMP untuk RJM Projects

Cleanroom

  • Temperature

  • RH

  • Pressure

  • Particle Count


Hospital

  • Temperature

  • RH

  • Pressure

  • ACH


Laboratory

  • Pressure

  • Airflow

  • Temperature

  • RH


BSL Laboratory

  • Pressure Cascade

  • Exhaust Monitoring

  • HEPA Integrity

  • Temperature

  • RH


E.20 Prinsip yang Harus Diingat

Monitoring bukan sekadar mengumpulkan angka.

Monitoring bertujuan untuk:

Memastikan Sistem Tetap Terkendali

Data yang tidak dianalisis tidak memberikan manfaat.

Karena itu EMP harus menjadi bagian aktif dari program kualitas fasilitas.


E.21 Ringkasan Lampiran

  • EMP adalah program pemantauan lingkungan.

  • EMP memverifikasi efektivitas CCS.

  • Parameter utama meliputi partikel, mikrobiologi, temperatur, RH, tekanan, dan airflow.

  • Monitoring harus memiliki alert limit dan action limit.

  • Data harus dianalisis secara berkala.

  • EMP merupakan salah satu alat terpenting untuk memastikan performa HVAC dan kepatuhan GMP.

Kesimpulan

HVAC Menciptakan Kondisi Lingkungan.

Environmental Monitoring Membuktikan Kondisi Tersebut Tetap Terjaga.

Keduanya harus berjalan bersama untuk menjamin kualitas produk, keselamatan pasien, dan keberhasilan operasional fasilitas.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat