B.1 Pendahuluan
Salah satu kesalahpahaman yang paling sering terjadi dalam dunia cleanroom farmasi adalah menganggap bahwa:
Grade A = ISO 5
Grade B = ISO 5
Grade C = ISO 7
Grade D = ISO 8
Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar.
ISO Class dan GMP Grade memiliki tujuan yang berbeda.
ISO 14644-1 berfokus pada:
Konsentrasi Partikel Udara
Sedangkan GMP Grade mencakup:
Partikel + Mikrobiologi + Monitoring + Airflow + Risiko Produk
Karena itu GMP Grade tidak dapat disamakan secara langsung dengan ISO Class.
B.2 Perbedaan Filosofi
ISO 14644-1
Pertanyaan utama:
Berapa jumlah partikel yang ada di udara?
Fokus:
Partikel
Klasifikasi kebersihan udara
GMP Annex 1
Pertanyaan utama:
Apakah lingkungan produksi cukup aman untuk menghasilkan produk farmasi steril?
Fokus:
Partikel
Mikrobiologi
Airflow
Monitoring
CCS
Risiko Produk
B.3 Hubungan Umum Grade dan ISO
Tabel B.1 Hubungan Grade dan ISO
| GMP Grade | Referensi ISO | Aplikasi Umum |
|---|---|---|
| Grade A | ISO 5 | Critical Zone |
| Grade B | ISO 5 | Background Grade A |
| Grade C | ISO 7 | Clean Production Area |
| Grade D | ISO 8 | Support Area |
Catatan:
Tabel ini hanya menunjukkan kesetaraan partikel secara umum.
Bukan berarti persyaratannya identik.
B.4 Grade A
Area Paling Kritis
Digunakan untuk:
Aseptic Filling
Open Vial Filling
Stoppering
Open Product Exposure
Persyaratan Umum
| Parameter | Nilai Umum |
|---|---|
| ISO Equivalent | ISO 5 |
| Airflow | Unidirectional |
| HEPA | H14 Umumnya |
| Monitoring | Kontinu |
| Risiko Produk | Sangat Tinggi |
Karakteristik
✓ Area paling bersih
✓ Produk terbuka
✓ Risiko kontaminasi tertinggi
B.5 Grade B
Background Area untuk Grade A
Grade B berfungsi sebagai lingkungan pendukung untuk area Grade A.
Contoh:
Aseptic Preparation Area
Background Filling Area
Persyaratan Umum
| Parameter | Nilai Umum |
|---|---|
| ISO Equivalent | ISO 5 |
| Monitoring | Intensif |
| Pressure Control | Sangat Penting |
| Operator Control | Ketat |
Karakteristik
✓ Mendukung Grade A
✓ Risiko tinggi
✓ Kontrol lingkungan ketat
B.6 Grade C
Area Produksi Bersih
Digunakan untuk:
Solution Preparation
Component Preparation
Intermediate Processing
Persyaratan Umum
| Parameter | Nilai Umum |
|---|---|
| ISO Equivalent | ISO 7 |
| HEPA | Umumnya Ya |
| Airflow | Non-Unidirectional |
| Monitoring | Rutin |
Karakteristik
✓ Area produksi utama
✓ Risiko sedang
✓ Lingkungan terkendali
B.7 Grade D
Area Pendukung
Digunakan untuk:
Weighing
Material Preparation
Washing Area
Supporting Activity
Persyaratan Umum
| Parameter | Nilai Umum |
|---|---|
| ISO Equivalent | ISO 8 |
| Monitoring | Dasar |
| Risiko Produk | Lebih Rendah |
Karakteristik
✓ Area pendukung
✓ Risiko lebih rendah
✓ Persyaratan lebih sederhana
B.8 Perbandingan Grade dan ISO
Tabel B.2 Perbandingan Filosofi
| Parameter | ISO Class | GMP Grade |
|---|---|---|
| Partikel | Ya | Ya |
| Mikrobiologi | Tidak | Ya |
| Airflow Pattern | Tidak | Ya |
| Environmental Monitoring | Tidak | Ya |
| CCS | Tidak | Ya |
| Operator Behaviour | Tidak | Ya |
| Risiko Produk | Tidak | Ya |
B.9 Mengapa Grade A dan Grade B Sama-Sama ISO 5?
Pertanyaan ini sering muncul.
Jawabannya:
Karena jumlah partikel yang diizinkan memang sama.
Namun fungsi ruang berbeda.
Grade A
Melindungi produk secara langsung.
Grade B
Melindungi Grade A.
Dengan kata lain:
Grade B bukan area kritis produk.
Tetapi area pendukung kritis.
B.10 Airflow pada Grade A
Grade A umumnya menggunakan:
Unidirectional Airflow
Karakteristik:
Aliran udara seragam
Risiko turbulensi rendah
Perlindungan produk lebih baik
Contoh
Terminal HEPA H14
↓
Vertical Laminar Airflow
↓
Critical Working Zone
B.11 Environmental Monitoring
Pada GMP modern, klasifikasi ruangan saja tidak cukup.
Diperlukan monitoring terhadap:
Partikel
Mikrobiologi
Differential Pressure
Temperatur
Relative Humidity
Airflow
B.12 Contamination Control Strategy (CCS)
Menurut EU GMP Annex 1, setiap fasilitas steril harus memiliki:
CCS
Contamination Control Strategy
CCS mencakup:
HVAC
Filtrasi
Personel
Material Flow
Cleaning
Monitoring
HVAC hanya salah satu bagian dari CCS.
B.13 Kesalahan Umum
Kesalahan 1
Menganggap:
Grade A = ISO 5
Selesai.
Padahal Grade A memiliki persyaratan tambahan.
Kesalahan 2
Fokus pada partikel saja.
Padahal GMP juga memperhatikan mikrobiologi.
Kesalahan 3
Mengabaikan airflow pattern.
Padahal airflow sangat penting pada area aseptik.
Kesalahan 4
Menganggap HEPA saja cukup.
Padahal monitoring dan operasional sama pentingnya.
B.14 Visual Summary
ISO
Fokus:
PARTIKEL
↓
Berapa jumlah partikel di udara?
GMP
Fokus:
PARTIKEL
MIKROBIOLOGI
AIRFLOW
MONITORING
CCS
RISIKO PRODUK
B.15 Prinsip yang Harus Diingat
Grade A memiliki persyaratan partikel setara ISO 5.
Namun:
Grade A bukan sekadar ISO 5.
Karena GMP Grade mencakup lebih dari sekadar jumlah partikel.
B.16 Ringkasan Lampiran
ISO dan GMP memiliki tujuan yang berbeda.
Grade A dan Grade B sama-sama terkait ISO 5 tetapi memiliki fungsi berbeda.
Grade C umumnya setara ISO 7.
Grade D umumnya setara ISO 8.
GMP mencakup partikel, mikrobiologi, airflow, monitoring, CCS, dan risiko produk.
HVAC merupakan salah satu elemen utama dalam menjaga kepatuhan terhadap GMP.
Kesimpulan:
ISO Menilai Kebersihan Udara.
GMP Menilai Kesesuaian Lingkungan Produksi Farmasi.
Keduanya saling berkaitan, tetapi tidak dapat disamakan.