Home » » BAB 9 EQUIPMENT LOAD

BAB 9 EQUIPMENT LOAD

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


9.1 PENDAHULUAN

Pada banyak fasilitas industri, laboratorium, rumah sakit, maupun cleanroom, sumber panas terbesar sering kali bukan berasal dari manusia atau lampu.

Sumber panas terbesar justru berasal dari:

✓ Mesin

✓ Motor

✓ Peralatan proses

✓ Komputer

✓ Instrumen

✓ Peralatan laboratorium

Beban panas yang berasal dari peralatan disebut:

Equipment Load

Equipment Load harus diperhitungkan secara akurat karena dapat memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap Total Cooling Load.


9.2 APA ITU EQUIPMENT LOAD?

Equipment Load adalah panas yang dihasilkan oleh peralatan yang berada di dalam ruangan.

Sebagian besar energi listrik yang digunakan peralatan pada akhirnya berubah menjadi panas.

Karena itu hampir seluruh konsumsi daya peralatan akan menjadi tambahan Cooling Load bagi sistem HVAC.


9.3 SUMBER EQUIPMENT LOAD

Peralatan yang umum menghasilkan heat gain:

Motor Listrik

  • Fan

  • Blower

  • Conveyor

  • Mixer


Peralatan Produksi

  • Mesin filling

  • Mesin packing

  • Mesin proses


Peralatan Elektronik

  • Komputer

  • Server

  • PLC

  • Panel kontrol


Peralatan Laboratorium

  • Incubator

  • Oven

  • Analyzer

  • Instrumen pengujian


9.4 KARAKTERISTIK EQUIPMENT LOAD

Equipment Load umumnya termasuk:

✓ Sensible Heat


Namun pada beberapa proses tertentu dapat menghasilkan:

✓ Sensible Heat

✓ Latent Heat


Contohnya:

  • Pengeringan

  • Pencucian

  • Proses uap

  • Proses basah


9.5 RUMUS DASAR EQUIPMENT LOAD

Pendekatan sederhana:

Q=P

Dimana:

Q = Heat Gain (W)

P = Daya Peralatan (W)


Artinya:

1 Watt listrik yang digunakan peralatan pada akhirnya akan menjadi sekitar 1 Watt panas di dalam ruangan.


9.6 CONTOH PERHITUNGAN

Data:

Mesin Produksi

2 kW


Mesin Packing

3 kW


Komputer

500 W


Total:

2 + 3 + 0,5

=

5,5 kW


Hasil:

Equipment Load

= 5,5 kW


9.7 MOTOR LOAD

Motor listrik merupakan salah satu sumber panas utama dalam banyak fasilitas.


Contoh:

✓ Fan

✓ Exhaust Fan

✓ Conveyor

✓ Pompa

✓ Mixer


Energi listrik yang digunakan motor akan berubah menjadi:

✓ Energi mekanik

✓ Panas


Pada akhirnya sebagian besar energi tersebut akan menjadi heat gain.


9.8 RUMUS MOTOR LOAD

Pendekatan praktis:

Q=P_{motor}\times LF

Dimana:

Q = Heat Gain

Pmotor = Daya Motor

LF = Load Factor


9.9 LOAD FACTOR

Tidak semua motor bekerja pada kapasitas penuh.


Contoh:

Motor

5 kW


Load Factor

80%


Heat Gain:

5 × 0,8

=

4 kW


Hasil:

Motor menghasilkan panas sekitar 4 kW.


9.10 PROCESS EQUIPMENT LOAD

Pada area produksi, beban terbesar sering berasal dari peralatan proses.


Contoh:

✓ Mesin Filling

✓ Mesin Mixing

✓ Oven

✓ Dryer

✓ Packaging Machine


Equipment Load harus diperoleh dari:

✓ Nameplate

✓ Data Manufacturer

✓ Pengukuran aktual


9.11 EQUIPMENT LOAD DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Peralatan tidak hanya menghasilkan panas.

Tetapi juga dapat menghasilkan:

✓ Partikel

✓ Getaran

✓ Turbulensi udara


Karena itu Equipment Load harus dipertimbangkan sejak tahap desain.


9.12 EQUIPMENT LOAD DAN FARMASI

Pada industri farmasi:

Equipment Load sering berasal dari:

✓ Mixer

✓ Granulator

✓ Tablet Press

✓ Filling Machine

✓ Packaging Machine


Heat gain yang besar dapat mempengaruhi:

✓ Temperatur

✓ RH

✓ Stabilitas proses


9.13 EQUIPMENT LOAD DAN LABORATORIUM

Pada laboratorium:

Sumber Equipment Load:

✓ Incubator

✓ Oven

✓ Freezer

✓ Analyzer

✓ Instrumentasi


Jumlahnya mungkin kecil, namun harus tetap diperhitungkan.


9.14 EQUIPMENT LOAD DAN DATA CENTER

Pada Data Center:

Hampir seluruh Cooling Load berasal dari peralatan elektronik.


Rumus sederhana:

Total IT Load ≈ Cooling Load


Karena hampir seluruh energi listrik berubah menjadi panas.


9.15 DIVERSITY FACTOR

Tidak semua peralatan bekerja bersamaan.


Untuk beberapa aplikasi digunakan:

Diversity Factor


Rumus:

Q=\sum P\times DF

Dimana:

DF = Diversity Factor


9.16 CONTOH DIVERSITY FACTOR

Total Peralatan

20 kW


Diversity Factor

80%


Equipment Load:

20 × 0,8

=

16 kW


9.17 PERALATAN YANG TIDAK SELALU MENJADI HEAT GAIN

Beberapa peralatan membuang panas ke luar ruangan.


Contoh:

✓ Outdoor Unit AC

✓ Chiller Outdoor

✓ Cooling Tower


Heat gain yang masuk ke ruangan harus dihitung secara terpisah.


9.18 STUDI KASUS

Kasus:

Ruang Produksi Farmasi.


Keluhan:

Ruangan tidak mencapai temperatur desain.


Investigasi:

Cooling Capacity sesuai luas ruangan.


Ditemukan:

Mesin proses menghasilkan:

15 kW Heat Gain.


Perhitungan awal hanya memperhitungkan:

✓ Lampu

✓ Penghuni


Equipment Load terabaikan.


Hasil:

Cooling Capacity kurang.


9.19 KESALAHAN UMUM

✗ Mengabaikan peralatan proses.

✗ Menggunakan data perkiraan tanpa verifikasi.

✗ Tidak mempertimbangkan load factor.

✗ Tidak mempertimbangkan diversity factor.

✗ Menganggap semua ruangan memiliki Equipment Load yang sama.


9.20 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika menghitung Cooling Load, banyak orang hanya melihat:

✓ Luas ruangan

✓ Jumlah orang

✓ Lampu


Engineer akan bertanya:

✓ Berapa daya mesin?

✓ Berapa load factor?

✓ Berapa diversity factor?

✓ Apakah panas dibuang ke dalam atau ke luar ruangan?

✓ Apakah ada proses yang menghasilkan panas tambahan?

Karena pada banyak fasilitas industri, Equipment Load merupakan komponen terbesar dari Total Cooling Load.


9.21 RINGKASAN

Equipment Load adalah beban panas yang berasal dari peralatan di dalam ruangan.

Komponen utama:

✓ Motor Load

✓ Process Equipment Load

✓ Electronic Equipment Load

Rumus dasar:

Q=P

Untuk motor:

Q=P_{motor}\times LF

Prinsip penting:

✓ Hampir seluruh energi listrik akan menjadi panas.

✓ Equipment Load harus masuk ke Cooling Load Calculation.

✓ Data nameplate harus diverifikasi.

✓ Load Factor dan Diversity Factor perlu dipertimbangkan.

Dalam banyak proyek HVAC industri, kesalahan terbesar bukan pada perhitungan AC.

Kesalahan terbesar adalah tidak menghitung panas yang dihasilkan oleh proses itu sendiri.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat