Home » » BAB 10 RELATIVE HUMIDITY (RH)

BAB 10 RELATIVE HUMIDITY (RH)

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


10.1 PENDAHULUAN

Selain temperatur, salah satu parameter terpenting dalam HVAC adalah:

Relative Humidity (RH)

Banyak sistem HVAC mampu mencapai temperatur yang diinginkan, namun gagal mencapai kelembapan yang dipersyaratkan.

Pada berbagai aplikasi seperti:

  • Cleanroom

  • Farmasi

  • Rumah Sakit

  • Laboratorium

  • Industri Makanan

  • Dehumidification System

pengendalian RH sering menjadi lebih kritis dibanding pengendalian temperatur.

Karena itu setiap engineer HVAC harus memahami konsep Relative Humidity dengan baik.


10.2 APA ITU RELATIVE HUMIDITY?

Relative Humidity (RH) adalah perbandingan antara jumlah uap air yang terdapat dalam udara dengan jumlah maksimum uap air yang dapat ditampung udara pada temperatur tersebut.

Satuan:

% RH


Contoh:

RH = 50%

Artinya:

Udara mengandung 50% dari kapasitas maksimum uap air yang dapat ditampung pada temperatur tersebut.


10.3 MENGAPA DISEBUT "RELATIVE"?

Kapasitas udara menyimpan uap air berubah sesuai temperatur.

Udara panas mampu menampung lebih banyak uap air dibanding udara dingin.

Karena itu RH bersifat relatif terhadap temperatur udara.


Contoh:

Udara pada 30°C dapat menampung lebih banyak uap air dibanding udara pada 20°C.


10.4 RUMUS DASAR RH

Secara teoritis:

RH=\frac{Actual\ Moisture}{Maximum\ Moisture}\times100%


Keterangan:

RH = Relative Humidity

Actual Moisture = Kandungan uap air aktual

Maximum Moisture = Kapasitas maksimum pada temperatur tertentu


10.5 MEMAHAMI RH

Contoh:

Udara mampu menampung:

20 gram air/kg udara


Kandungan aktual:

10 gram air/kg udara


RH:

10 ÷ 20 × 100%

=

50%


Hasil:

RH = 50%


10.6 HUBUNGAN RH DAN TEMPERATUR

Jika jumlah uap air tetap:

Temperatur naik

↓

RH turun


Temperatur turun

↓

RH naik


Karena kapasitas udara menyimpan uap air berubah.


10.7 CONTOH PERUBAHAN RH

Kondisi Awal:

24°C

50% RH


Udara dipanaskan menjadi:

30°C


Tanpa menambah uap air.


Hasil:

RH turun.


Walaupun jumlah uap air tetap sama.


10.8 RH DAN KENYAMANAN

Rentang kenyamanan umum:

ParameterNilai Umum
Temperatur22–26°C
RH40–60%

RH terlalu tinggi menyebabkan:

✓ Gerah

✓ Tidak nyaman

✓ Risiko jamur meningkat


RH terlalu rendah menyebabkan:

✓ Kulit kering

✓ Iritasi mata

✓ Listrik statis


10.9 RH DAN HVAC

Fungsi HVAC bukan hanya mengendalikan temperatur.

HVAC juga harus mengendalikan RH.


Metode pengendalian RH:

✓ Cooling Coil

✓ Reheat

✓ Desiccant Dehumidifier

✓ Humidifier


10.10 RH DAN DEW POINT

RH memiliki hubungan erat dengan:

✓ Dew Point

✓ Humidity Ratio

✓ Moisture Content


Semakin tinggi RH:

Semakin dekat udara menuju kondisi jenuh.


Saat RH mencapai:

100%


Terjadi kondensasi.


10.11 RH DAN KONDENSASI

Ketika RH mendekati 100%:

Udara tidak mampu lagi menampung tambahan uap air.


Akibatnya:

✓ Embun

✓ Kondensasi

✓ Air menetes

✓ Risiko korosi meningkat


10.12 RH DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

RH harus dikontrol untuk:

✓ Stabilitas proses

✓ Kualitas produk

✓ Pencegahan kondensasi

✓ Pengendalian listrik statis


Nilai umum:

40–60% RH


Tergantung proses produksi.


10.13 RH DAN FARMASI

Pada industri farmasi:

RH dapat mempengaruhi:

✓ Stabilitas produk

✓ Kualitas bahan baku

✓ Proses granulasi

✓ Proses coating

✓ Penyimpanan produk


Karena itu RH sering menjadi parameter kritis.


10.14 RH DAN RUMAH SAKIT

Pada fasilitas kesehatan:

RH yang terlalu tinggi dapat meningkatkan:

✓ Pertumbuhan mikroorganisme

✓ Ketidaknyamanan pasien

✓ Risiko kondensasi


RH yang terlalu rendah dapat menyebabkan:

✓ Kekeringan saluran pernapasan

✓ Ketidaknyamanan penghuni


10.15 RH DAN BIOSAFETY LABORATORY

Pada BSL:

RH mempengaruhi:

✓ Kenyamanan operator

✓ Stabilitas peralatan

✓ Integritas material


Namun containment tetap menjadi prioritas utama.


10.16 RH DAN DEHUMIDIFICATION

Tujuan utama dehumidifikasi adalah:

Menurunkan RH dengan mengurangi kandungan uap air.


Metode umum:

✓ Cooling Coil

✓ Refrigeration Dehumidifier

✓ Desiccant Dehumidifier


10.17 RH DAN HUMIDIFICATION

Pada beberapa aplikasi:

RH justru perlu dinaikkan.


Digunakan:

✓ Steam Humidifier

✓ Ultrasonic Humidifier

✓ Adiabatic Humidifier


Tujuannya menjaga kondisi proses tertentu.


10.18 STUDI KASUS

Kasus:

Ruang Produksi Farmasi


Target:

22°C

50% RH


Aktual:

22°C

75% RH


Temperatur tercapai.


Namun RH gagal.


Investigasi:

✓ Cooling Capacity cukup

✓ Airflow cukup


Ditemukan:

Moisture Load terlalu tinggi.


Pelajaran:

Keberhasilan HVAC tidak ditentukan oleh temperatur saja.


10.19 KESALAHAN UMUM

✗ Hanya memonitor temperatur.

✗ Mengabaikan RH.

✗ Menganggap RH dan temperatur sama.

✗ Mengabaikan Moisture Load.

✗ Mengabaikan Dew Point.


10.20 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika RH tinggi, banyak orang berkata:

"AC sudah dingin."

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa RH?

✓ Berapa Dew Point?

✓ Berapa Moisture Load?

✓ Berapa Fresh Air?

✓ Berapa Infiltrasi?

✓ Apakah dehumidifikasi cukup?

Karena udara dingin belum tentu udara kering.


10.21 RINGKASAN

Relative Humidity (RH) adalah perbandingan antara kandungan uap air aktual dengan kapasitas maksimum udara pada temperatur tertentu.

Rumus dasar:

RH=\frac{Actual\ Moisture}{Maximum\ Moisture}\times100%

Prinsip penting:

✓ RH dipengaruhi temperatur.

✓ RH mempengaruhi kenyamanan.

✓ RH mempengaruhi proses produksi.

✓ RH mempengaruhi kualitas produk.

✓ RH harus dikendalikan oleh sistem HVAC.

Prinsip yang harus selalu diingat:

Temperatur menunjukkan seberapa panas udara.

Relative Humidity menunjukkan seberapa banyak uap air yang terkandung di dalam udara.

Keduanya harus dikendalikan secara bersamaan untuk menghasilkan lingkungan yang stabil dan sesuai kebutuhan proses.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat