Home » » BAB 8 – PSYCHROMETRICS UNTUK HVAC ENGINEERING

BAB 8 – PSYCHROMETRICS UNTUK HVAC ENGINEERING

8.1 Pendahuluan

Psychrometrics adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat udara lembap (moist air) dan perubahan kondisinya akibat proses pemanasan, pendinginan, pelembapan, dehumidifikasi, maupun pencampuran udara.

Dalam dunia HVAC, psychrometrics merupakan dasar dari:

  • Perhitungan beban pendinginan

  • Pengendalian kelembapan

  • Pemilihan cooling coil

  • Desain dehumidifier

  • Desain humidifier

  • Analisis efisiensi energi

  • Commissioning HVAC

Seorang HVAC Engineer yang memahami psychrometrics dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi pada udara ketika melewati AHU, cooling coil, heater, maupun dehumidifier.


8.2 Apa Itu Udara Lembap (Moist Air)?

Udara yang kita hirup bukan hanya terdiri dari oksigen dan nitrogen.

Udara atmosfer terdiri dari:

  • Udara kering (Dry Air)

  • Uap air (Water Vapor)

Kombinasi keduanya disebut:

Moist Air

Jumlah uap air yang terkandung dalam udara akan menentukan kelembapan udara tersebut.


8.3 Properti Dasar Psychrometrics

Dry Bulb Temperature (DB)

Temperatur udara yang diukur menggunakan termometer biasa.

Satuan:

  • °C

  • °F

DB adalah temperatur yang paling sering digunakan dalam HVAC.


Wet Bulb Temperature (WB)

Temperatur yang diukur menggunakan termometer dengan sumbu basah.

WB selalu:

  • Lebih rendah atau sama dengan DB

Semakin kering udara:

  • Selisih DB dan WB semakin besar.


Dew Point Temperature (DP)

Dew Point adalah temperatur saat udara mulai mengalami kondensasi.

Ketika:

  • Temperatur udara turun hingga dew point

Maka:

  • Uap air berubah menjadi air.


Relative Humidity (RH)

Persentase kandungan uap air dibandingkan kapasitas maksimum udara pada temperatur tertentu.

RH=\frac{Actual\ Water\ Vapor}{Maximum\ Water\ Vapor}\times100%

Contoh:

  • RH 50% berarti udara mengandung setengah dari kapasitas maksimum uap air yang dapat ditampung pada suhu tersebut.


Humidity Ratio (W)

Jumlah uap air yang terkandung dalam udara.

Satuan:

  • kg air/kg udara kering

  • g/kg udara kering

Humidity Ratio merupakan parameter utama dalam perhitungan dehumidifikasi.


Enthalpy (h)

Total energi yang terkandung dalam udara.

Satuan:

  • kJ/kg

Enthalpy digunakan untuk menghitung:

  • Cooling Load

  • Heating Load

  • Energy Analysis


8.4 Hubungan Temperatur dan RH

Banyak orang menganggap RH adalah jumlah air di udara.

Padahal RH dipengaruhi oleh temperatur.

Contoh:

Udara:

  • 25°C RH 50%

Jika dipanaskan menjadi:

  • 35°C

Jumlah air tetap.

Namun RH akan turun.

Sebaliknya jika udara didinginkan:

  • RH akan naik.

Inilah alasan mengapa RH dan temperatur harus selalu dianalisis secara bersamaan.


8.5 Psychrometric Chart

Psychrometric Chart adalah alat grafis yang digunakan untuk membaca kondisi udara.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Chart ini memungkinkan engineer menentukan:

  • DB

  • WB

  • RH

  • Dew Point

  • Enthalpy

  • Humidity Ratio

  • Specific Volume

dari satu titik kondisi udara.


8.6 Membaca Psychrometric Chart

Minimal diperlukan dua parameter yang diketahui.

Contoh:

  • DB = 25°C

  • RH = 50%

Dari titik tersebut dapat diperoleh:

  • WB

  • Dew Point

  • Enthalpy

  • Humidity Ratio

dan properti lainnya.


8.7 Proses Pendinginan (Cooling)

Ketika udara melewati cooling coil:

  • Temperatur turun

  • Enthalpy turun

Jika suhu coil masih di atas dew point:

  • Hanya terjadi sensible cooling

Jika suhu coil di bawah dew point:

  • Terjadi sensible cooling dan latent cooling


Sensible Cooling

Udara:

25°C RH 50%

↓

18°C RH lebih tinggi

Tidak terjadi kondensasi.


Cooling & Dehumidification

Udara:

25°C RH 60%

↓

12°C RH mendekati jenuh

↓

Kondensasi terbentuk

↓

Humidity Ratio turun

Inilah proses utama pada AHU dan sistem AC.


8.8 Proses Heating

Saat udara dipanaskan:

  • Temperatur naik

  • RH turun

  • Humidity Ratio tetap

Contoh:

20°C RH 70%

↓

30°C RH 40%

Jumlah air tetap sama.


8.9 Proses Humidifikasi

Humidifier menambahkan uap air ke udara.

Akibatnya:

  • Humidity Ratio naik

  • RH naik

Digunakan pada:

  • Farmasi

  • Elektronik

  • Laboratorium tertentu


8.10 Proses Dehumidifikasi

Tujuan:

Mengurangi kandungan uap air.

Metode:

Cooling Coil

Metode paling umum.

Udara didinginkan hingga melewati dew point.


Desiccant Rotor

Menggunakan material penyerap kelembapan.

Contoh:

  • Silica Gel

  • Molecular Sieve

Mampu mencapai RH sangat rendah.


8.11 Mixing Air Process

Pada AHU sering terjadi pencampuran:

  • Fresh Air

  • Return Air

Kondisi hasil campuran berada di antara kedua titik tersebut pada psychrometric chart.

Proses ini digunakan untuk:

  • Mengurangi beban pendinginan

  • Menghemat energi

  • Menjaga kualitas udara


8.12 Sensible Heat Ratio (SHR)

SHR menunjukkan proporsi sensible load terhadap total load.

SHR=\frac{Sensible\ Load}{Total\ Load}

Nilai SHR:

AplikasiSHR Umum
Kantor0,80–0,95
Rumah Sakit0,70–0,85
Cleanroom0,60–0,80
Ruang RH Rendah0,40–0,70

Semakin rendah SHR:

  • Semakin besar beban kelembapan.


8.13 Apparatus Dew Point (ADP)

ADP adalah temperatur efektif permukaan coil yang digunakan dalam analisis psychrometric.

ADP membantu menentukan:

  • Kapasitas coil

  • Leaving Air Condition

  • Dehumidification Performance


8.14 Bypass Factor (BF)

Tidak semua udara bersentuhan sempurna dengan coil.

Sebagian udara "melewati" coil secara efektif.

Hubungan ini dinyatakan dengan:

BF=\frac{T_{leaving}-T_{ADP}}{T_{entering}-T_{ADP}}

Semakin kecil BF:

  • Performa coil semakin baik.


8.15 Aplikasi Psychrometrics pada HVAC

Psychrometrics digunakan untuk:

AHU Design

  • Menentukan kapasitas coil

  • Menentukan airflow

Cleanroom

  • Pengendalian RH

  • Recovery Time

  • Stability Analysis

Rumah Sakit

  • Temperatur ruang operasi

  • RH ruang isolasi

Dehumidifier Design

  • Menentukan kapasitas penghilangan kelembapan

Commissioning

  • Verifikasi performa sistem


8.16 Kesalahan Umum dalam Analisis Psychrometric

KesalahanDampak
Hanya melihat suhuRH tidak terkendali
Mengabaikan dew pointKondensasi tidak terprediksi
Tidak menghitung latent loadCoil undersized
Salah membaca chartDesain tidak akurat
Mengabaikan fresh airBeban pendinginan meningkat

8.17 Kesimpulan

Psychrometrics merupakan bahasa dasar HVAC Engineering. Semua proses pendinginan, pemanasan, humidifikasi, dehumidifikasi, dan pencampuran udara dapat dianalisis menggunakan prinsip psychrometrics.

Pemahaman yang baik terhadap psychrometric chart dan properti udara akan membantu engineer melakukan desain, seleksi peralatan, troubleshooting, commissioning, serta optimasi sistem HVAC dengan lebih akurat dan profesional.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat