Home » » BAB 7 – HEATING SYSTEM, UV-C & AHU ACCESSORIES

BAB 7 – HEATING SYSTEM, UV-C & AHU ACCESSORIES

7.1 Pendahuluan

Selain filtrasi, pendinginan, dan distribusi udara, Air Handling Unit (AHU) sering dilengkapi berbagai komponen tambahan untuk meningkatkan performa sistem, kualitas udara, efisiensi energi, dan keandalan operasional.

Komponen tambahan tersebut antara lain:

  • Heating System

  • UV-C Germicidal System

  • Humidifier

  • Silencer

  • Vibration Isolator

  • Access Door

  • Inspection Window

  • Drain System

  • Instrumentation

  • Energy Recovery Device

Pemilihan aksesori harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, standar teknis, dan tujuan pengendalian lingkungan.


7.2 Heating System

Fungsi Heating System

Heating system digunakan untuk:

  • Menaikkan temperatur udara

  • Menjaga temperatur proses

  • Mengurangi risiko kondensasi

  • Reheat setelah proses dehumidifikasi

  • Menjaga kenyamanan ruang

Pada iklim tropis seperti Indonesia, heating system tidak selalu digunakan untuk pemanasan ruang, tetapi sering digunakan untuk proses reheat pada sistem kelembapan rendah.


Aplikasi Heating System

Industri Farmasi

Digunakan untuk:

  • Reheat setelah cooling coil

  • Pengendalian RH

  • Stabilitas proses produksi


Cleanroom

Digunakan untuk:

  • Kontrol temperatur presisi

  • Menjaga keseimbangan sensible dan latent load


Sistem Dehumidifikasi

Digunakan setelah udara melewati cooling coil atau rotor desiccant.


Jenis Heating System

Electric Heater

Keuntungan:

  • Instalasi sederhana

  • Respon cepat

  • Kontrol mudah

Kekurangan:

  • Konsumsi listrik tinggi


Hot Water Coil

Menggunakan air panas sebagai media pemanas.

Keuntungan:

  • Operasional lebih ekonomis

  • Cocok untuk sistem besar


Steam Coil

Menggunakan uap sebagai media pemanas.

Keuntungan:

  • Kapasitas besar

  • Banyak digunakan di industri farmasi


Komponen Proteksi Heater

Wajib tersedia:

  • High Temperature Cut-Off

  • Airflow Interlock

  • Overcurrent Protection

  • Thermostat Safety

Tujuannya untuk mencegah overheating dan risiko kebakaran.


7.3 Reheat System

Mengapa Reheat Dibutuhkan?

Pada proses dehumidifikasi:

  • Udara didinginkan hingga RH turun

  • Temperatur udara menjadi terlalu rendah

Agar suhu kembali sesuai kebutuhan, digunakan reheat system.


Contoh Proses

  1. Udara masuk 24°C RH 60%

  2. Cooling coil menurunkan menjadi 12°C

  3. Kelembapan berkurang

  4. Reheat menaikkan suhu menjadi 22°C

Hasil:

  • RH lebih rendah

  • Temperatur tetap nyaman

Metode ini banyak digunakan pada:

  • Farmasi

  • Laboratorium

  • Ruang proses

  • Cleanroom


7.4 UV-C Germicidal System

Fungsi UV-C

UV-C digunakan untuk menonaktifkan mikroorganisme dengan merusak DNA atau RNA mikroba.

Aplikasi:

  • Rumah sakit

  • Laboratorium

  • Cleanroom

  • Sistem HVAC kritis


Panjang Gelombang UV-C

Panjang gelombang efektif:

  • 254 nm (konvensional)

  • 265–280 nm (LED UV-C modern)


Manfaat UV-C pada AHU

Menjaga Kebersihan Coil

UV-C membantu mengurangi:

  • Biofilm

  • Jamur

  • Bakteri

pada permukaan coil.


Menjaga Drain Pan

Mengurangi pertumbuhan mikroorganisme pada area kondensasi.


Meningkatkan Kualitas Udara

Mengurangi beban mikrobiologi dalam sistem HVAC.


Keterbatasan UV-C

UV-C bukan pengganti:

  • Filter

  • HEPA Filter

  • Ventilasi

  • Program sanitasi

UV-C merupakan sistem pendukung.


Persyaratan Instalasi UV-C

Perhatikan:

  • Shielding

  • Safety Interlock

  • Akses maintenance

  • Paparan operator

Paparan langsung UV-C dapat merusak mata dan kulit.


7.5 Humidifier System

Fungsi Humidifier

Menambahkan kelembapan ke udara ketika RH terlalu rendah.

Aplikasi:

  • Industri elektronik

  • Laboratorium

  • Farmasi

  • Data center tertentu


Jenis Humidifier

TipeKarakteristik
Steam HumidifierAkurasi tinggi
Ultrasonic HumidifierHemat energi
Evaporative HumidifierSistem sederhana
High Pressure HumidifierKapasitas besar

7.6 Silencer

Fungsi Silencer

Mengurangi kebisingan yang dihasilkan oleh:

  • Fan

  • Turbulensi udara

  • Ducting


Lokasi Pemasangan

Umumnya ditempatkan:

  • Setelah fan

  • Sebelum supply duct utama

  • Pada jalur return air


Manfaat

  • Menurunkan tingkat kebisingan

  • Meningkatkan kenyamanan

  • Memenuhi standar akustik bangunan


7.7 Vibration Isolator

Fungsi

Mengurangi getaran dari:

  • Fan

  • Motor

  • Struktur AHU


Jenis

Spring Isolator

Untuk kapasitas besar.


Rubber Pad

Untuk kapasitas kecil hingga menengah.


Dampak Jika Tidak Dipasang

  • Kebisingan meningkat

  • Getaran menyebar ke bangunan

  • Umur peralatan lebih pendek


7.8 Access Door

Fungsi

Memberikan akses untuk:

  • Penggantian filter

  • Pembersihan coil

  • Pemeriksaan fan

  • Maintenance umum


Persyaratan

  • Kedap udara

  • Mudah dibuka

  • Memiliki gasket

  • Tahan korosi


7.9 Inspection Window

Fungsi

Memungkinkan inspeksi visual tanpa membuka AHU.

Keuntungan:

  • Mengurangi risiko kontaminasi

  • Memudahkan pengecekan kondisi internal


7.10 Drain System

Fungsi

Mengalirkan kondensat dari cooling coil.

Komponen:

  • Drain Pan

  • Drain Pipe

  • P-Trap


Pentingnya P-Trap

P-Trap mencegah:

  • Masuknya udara melalui drain

  • Gangguan aliran kondensat

  • Kebocoran tekanan


7.11 Instrumentation & Monitoring

AHU modern umumnya dilengkapi sistem monitoring.

Parameter yang dipantau:

ParameterInstrument
TemperaturTemperature Sensor
RHHumidity Sensor
Tekanan RuangDP Sensor
Filter Pressure DropMagnehelic / DP Transmitter
AirflowAirflow Sensor
Fan StatusCurrent Monitoring

Integrasi BMS

AHU modern sering terhubung ke:

Building Management System (BMS)

Fungsi:

  • Monitoring real-time

  • Alarm

  • Trending data

  • Kontrol otomatis


7.12 Energy Recovery Device

Fungsi

Mengurangi konsumsi energi dengan memanfaatkan energi udara buangan.

Jenis:

Heat Recovery Wheel

Memindahkan panas antara exhaust dan fresh air.


Plate Heat Exchanger

Memisahkan dua aliran udara tanpa pencampuran.


Keuntungan

  • Mengurangi beban pendinginan

  • Menghemat energi

  • Meningkatkan efisiensi sistem HVAC


7.13 Kesalahan Umum dalam Pemilihan Aksesori AHU

KesalahanDampak
Heater tanpa airflow interlockOverheating
UV-C tanpa proteksiRisiko keselamatan
Drain tanpa P-trapKondensat tidak mengalir
Silencer terlalu kecilNoise tetap tinggi
Sensor tidak dikalibrasiData tidak akurat
Access door bocorKehilangan tekanan

7.14 Kesimpulan

Heating system, UV-C, dan berbagai aksesori AHU merupakan komponen pendukung yang berperan besar dalam meningkatkan performa, efisiensi, kualitas udara, dan keandalan sistem HVAC.

Pemilihan aksesori yang tepat harus mempertimbangkan fungsi sistem, kebutuhan proses, standar yang berlaku, kemudahan perawatan, serta aspek keselamatan operasional. Pada fasilitas seperti cleanroom, rumah sakit, laboratorium, dan farmasi, aksesori AHU sering menjadi faktor penting yang membedakan sistem HVAC standar dengan sistem HVAC kritis.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat