Home » » BAB 6 UV-C SYSTEM DALAM AIR HANDLING UNIT

BAB 6 UV-C SYSTEM DALAM AIR HANDLING UNIT

6.1 Pendahuluan

Kualitas udara tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah partikel yang tersuspensi di udara, tetapi juga oleh keberadaan mikroorganisme seperti:

  • Bakteri

  • Jamur

  • Virus

  • Biofilm

Pada sistem HVAC modern, terutama untuk:

  • Rumah Sakit

  • Cleanroom

  • Laboratorium

  • Industri Farmasi

  • Industri Makanan

pengendalian mikroorganisme menjadi bagian penting dari strategi pengolahan udara.

Salah satu teknologi yang banyak digunakan adalah:

UV-C (Ultraviolet Germicidal Irradiation)

atau sering disebut:

UVGI

Ultraviolet Germicidal Irradiation


6.2 Apa Itu UV-C?

Sinar ultraviolet dibagi menjadi tiga kelompok utama:

Tabel 6.1 Spektrum Ultraviolet

JenisPanjang Gelombang
UV-A315 – 400 nm
UV-B280 – 315 nm
UV-C100 – 280 nm

Untuk aplikasi HVAC biasanya digunakan:

UV-C 254 nm

Karena memiliki kemampuan merusak DNA dan RNA mikroorganisme.


6.3 Prinsip Kerja UV-C

Ketika mikroorganisme terkena paparan UV-C:

  • Struktur DNA rusak

  • Struktur RNA rusak

  • Mikroorganisme kehilangan kemampuan reproduksi

  • Mikroorganisme menjadi tidak aktif

UV-C tidak "membunuh" seperti desinfektan kimia.

Namun UV-C membuat mikroorganisme tidak mampu berkembang biak.


6.4 Mengapa AHU Membutuhkan UV-C?

Cooling coil merupakan salah satu area yang paling rentan terhadap pertumbuhan mikroorganisme.

Penyebabnya:

  • Temperatur rendah

  • Kondensasi

  • Kelembapan tinggi

  • Area gelap

  • Aliran udara kontinu

Kondisi ini ideal untuk terbentuknya:

  • Biofilm

  • Jamur

  • Bakteri

Karena itu UV-C sering digunakan untuk melindungi area coil.


6.5 Fungsi UV-C dalam AHU

Coil Protection

Fungsi paling umum.

UV-C dipasang untuk menjaga kebersihan:

  • Cooling Coil

  • Drain Pan

  • Area sekitar coil


Air Sterilization

UV-C membantu mengurangi jumlah mikroorganisme yang terbawa aliran udara.

Namun efektivitasnya bergantung pada:

  • Intensitas UV-C

  • Waktu kontak

  • Kecepatan udara


Energy Efficiency

Coil yang bersih memiliki:

  • Pressure drop lebih rendah

  • Heat transfer lebih baik

  • Konsumsi energi lebih rendah


6.6 Posisi UV-C dalam AHU

Beberapa konfigurasi yang umum digunakan:

Konfigurasi A

Pre Filter

↓

Medium Filter

↓

UV-C

↓

Cooling Coil

↓

Fan

↓

Supply Air

Digunakan untuk:

Coil Irradiation

Melindungi coil dari biofilm.


Konfigurasi B

Pre Filter

↓

Medium Filter

↓

Cooling Coil

↓

UV-C

↓

Fan

↓

Supply Air

Digunakan untuk:

Air Stream Sterilization

Paparan langsung terhadap udara yang telah didinginkan.


Konfigurasi C

Pre Filter

↓

Medium Filter

↓

UV-C

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

Final Filter

↓

HEPA

↓

Supply Air

Konfigurasi yang umum pada:

  • Cleanroom

  • Hospital HVAC

  • Laboratory HVAC


6.7 UV-C dan HEPA Filter

Banyak orang menganggap UV-C dapat menggantikan HEPA Filter.

Hal ini tidak benar.

HEPA Filter

Fungsi:

Menangkap partikel.


UV-C

Fungsi:

Mengurangi aktivitas mikroorganisme.


Tabel 6.2 Perbandingan UV-C dan HEPA

ParameterUV-CHEPA
Menangkap PartikelTidakYa
Menonaktifkan MikroorganismeYaTidak
Mengurangi BiofilmYaTidak
Menyaring DebuTidakYa
Menggantikan HEPATidakTidak

UV-C dan HEPA saling melengkapi.

Bukan saling menggantikan.


6.8 Keunggulan UV-C

Mengurangi Biofilm

Menjaga permukaan coil tetap bersih.


Mengurangi Pertumbuhan Jamur

Mengurangi risiko kontaminasi.


Menjaga Efisiensi Coil

Heat transfer lebih stabil.


Mengurangi Frekuensi Cleaning Coil

Biaya maintenance lebih rendah.


Meningkatkan Kualitas Udara

Terutama pada aplikasi kritis.


6.9 Keterbatasan UV-C

Tidak Menangkap Partikel

Tetap membutuhkan sistem filtrasi.


Membutuhkan Paparan yang Cukup

Efektivitas bergantung pada:

  • Intensitas

  • Jarak

  • Waktu kontak


Lampu Memiliki Umur Pakai

Umumnya:

8.000 – 12.000 jam


Membutuhkan Perawatan

Lampu harus dibersihkan secara berkala.


6.10 Aplikasi UV-C Berdasarkan Industri

Tabel 6.3 Aplikasi UV-C

ApplicationUV-C Recommendation
General HVACOptional
Commercial BuildingOptional
Food IndustryRecommended
Hospital HVACRecommended
Isolation RoomHighly Recommended
LaboratoryRecommended
Cleanroom ISO 8Recommended
Cleanroom ISO 7Highly Recommended
Pharmaceutical GMPHighly Recommended
BSL LaboratoryHighly Recommended

6.11 Kesalahan Umum Penggunaan UV-C

Menganggap UV-C Menggantikan HEPA

Tidak benar.


Penempatan Lampu Tidak Tepat

Area coil tidak mendapatkan paparan optimal.


Tidak Membersihkan Lampu

Efektivitas menurun.


Mengabaikan Keselamatan

Paparan UV-C langsung dapat berbahaya bagi mata dan kulit.


6.12 Keselamatan UV-C

Saat melakukan maintenance:

  • Matikan sistem UV-C

  • Gunakan APD yang sesuai

  • Hindari kontak langsung dengan sinar UV-C

  • Pastikan interlock berfungsi


6.13 Konfigurasi UV-C pada RJM-AHU Series

Recommended Cleanroom Configuration

Fresh Air

↓

Pre Filter (G4)

↓

Medium Filter (F7/F9)

↓

UV-C Lamp

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

Final Filter (F9)

↓

HEPA H13/H14

↓

Supply Air

Keunggulan

✓ Coil Protection

✓ Biofilm Reduction

✓ Improved Heat Transfer

✓ Better Indoor Air Quality

✓ Extended Coil Life

✓ Support Cleanroom Operation


6.14 Prinsip Penting

UV-C bukan pengganti sistem filtrasi.

UV-C merupakan teknologi pendukung yang membantu:

  • Menjaga kebersihan coil

  • Mengurangi pertumbuhan mikroorganisme

  • Meningkatkan performa AHU

Kombinasi:

Pre Filter + Medium Filter + Final Filter + HEPA + UV-C

akan menghasilkan sistem pengolahan udara yang jauh lebih baik dibanding hanya menggunakan salah satu teknologi saja.


6.15 Ringkasan Bab

Pada bab ini telah dibahas:

  • Prinsip kerja UV-C

  • UV-C dalam HVAC

  • Coil Irradiation

  • Air Sterilization

  • Posisi UV-C dalam AHU

  • Perbandingan UV-C dan HEPA

  • Keunggulan dan keterbatasan UV-C

  • Keselamatan UV-C

  • Konfigurasi UV-C pada RJM-AHU Series

Bab berikutnya akan membahas Fan System, termasuk Plug Fan, EC Fan, Static Pressure, Airflow, dan Air Change Rate (ACH) yang menjadi dasar distribusi udara dalam sistem HVAC.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat