Home » » BAB 5 PRE-HEATER DAN RE-HEATER

BAB 5 PRE-HEATER DAN RE-HEATER

5.1 Pendahuluan

Banyak orang merasa bingung ketika melihat adanya heater pada Air Handling Unit (AHU).

Pertanyaan yang sering muncul adalah:

"Mengapa udara didinginkan oleh cooling coil, lalu dipanaskan kembali menggunakan heater?"

Sekilas memang terlihat tidak efisien.

Namun dalam dunia HVAC, khususnya pada cleanroom, rumah sakit, laboratorium, dan industri farmasi, heater memiliki fungsi yang sangat penting.

Heater dalam AHU tidak selalu digunakan untuk membuat ruangan menjadi panas.

Dalam banyak kasus, heater justru digunakan untuk:

  • Mengontrol kelembapan

  • Menjaga stabilitas temperatur

  • Melindungi cooling coil

  • Menjaga proses produksi

Secara umum heater pada AHU dibagi menjadi dua kelompok:

  1. Pre-Heater

  2. Re-Heater


5.2 Apa Itu Pre-Heater?

Pre-Heater adalah heater yang dipasang sebelum cooling coil.

Konfigurasi:

Fresh Air

↓

Pre Filter

↓

Medium Filter

↓

Pre-Heater

↓

Cooling Coil

↓

Fan

↓

Supply Air


Fungsi Pre-Heater

Freeze Protection

Melindungi coil dari pembekuan.

Umum digunakan pada negara bersuhu rendah.


Pre-Conditioning Air

Menaikkan temperatur udara sebelum memasuki cooling coil.


Stabilitas Proses

Mengurangi fluktuasi kondisi udara luar.


Aplikasi Umum

  • Cold Climate HVAC

  • Pharmaceutical Process

  • Laboratory HVAC

  • Industrial Process HVAC


5.3 Apa Itu Re-Heater?

Re-Heater adalah heater yang dipasang setelah cooling coil.

Konfigurasi:

Fresh Air

↓

Filter

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Fan

↓

Supply Air


Fungsi Re-Heater

Menaikkan kembali temperatur udara setelah proses dehumidifikasi.


Mengapa Dibutuhkan?

Saat udara melewati cooling coil:

  • Temperatur turun

  • Uap air mengembun

  • RH berkurang

Namun udara menjadi terlalu dingin.

Re-Heater digunakan untuk mengembalikan temperatur tanpa menambah kelembapan.


5.4 Prinsip Dasar Dehumidifikasi

Contoh:

Udara masuk:

30°C

RH 70%

↓

Cooling Coil

↓

12°C

RH 95%

↓

Re-Heater

↓

22°C

RH 45%

Hasil:

Udara lebih kering namun tetap nyaman.


5.5 Perbandingan Pre-Heater dan Re-Heater

Tabel 5.1 Perbandingan Heater AHU

ParameterPre-HeaterRe-Heater
PosisiSebelum Cooling CoilSetelah Cooling Coil
Fungsi UtamaPerlindungan CoilKontrol RH
Freeze ProtectionYaTidak
DehumidificationTidak LangsungYa
Humidity ControlTerbatasSangat Efektif
CleanroomJarangSangat Umum
Hospital HVACJarangUmum
BSL LaboratoryKadang DigunakanUmum
Cold ClimateUmumKadang Digunakan

5.6 Jenis Heater pada AHU

Electric Heater

Menggunakan elemen pemanas listrik.

Keunggulan:

✓ Instalasi sederhana

✓ Kontrol mudah

✓ Respons cepat

Kekurangan:

✗ Konsumsi listrik tinggi


Hot Water Coil

Menggunakan air panas sebagai media pemanas.

Keunggulan:

✓ Efisien untuk sistem besar

✓ Cocok untuk central utility


Steam Coil

Menggunakan uap panas.

Umum digunakan pada:

  • Industri Farmasi

  • Industri Proses

  • Fasilitas Utilitas Terpusat


5.7 Kapan Re-Heater Diperlukan?

Comfort HVAC

Biasanya tidak diperlukan.

Konfigurasi:

Filter

↓

Cooling Coil

↓

Fan


Cleanroom HVAC

Sangat sering digunakan.

Konfigurasi:

Filter

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Fan

↓

HEPA


Pharmaceutical HVAC

Umumnya digunakan.

Karena RH harus dikontrol secara ketat.


Hospital HVAC

Sering digunakan.

Terutama pada:

  • Operating Room

  • Isolation Room

  • Critical Care Area


5.8 Pengaruh Heater terhadap RH

Inilah konsep yang paling sering disalahpahami.

Heater tidak mengurangi kandungan air.

Namun heater dapat menurunkan nilai Relative Humidity (RH).

Contoh:

Udara:

20°C

RH 70%

↓

Dipanaskan menjadi:

25°C

RH turun menjadi sekitar 50%

Jumlah uap air tetap.

Namun kapasitas udara menahan uap air meningkat.


5.9 Heater dan Cleanroom

Pada cleanroom, heater sering menjadi bagian penting sistem pengendalian lingkungan.

Tujuan:

✓ Kontrol RH

✓ Kontrol Temperatur

✓ Stabilitas Proses

✓ Kepatuhan GMP

Konfigurasi yang umum:

Pre Filter

↓

Medium Filter

↓

UV-C

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

Final Filter

↓

HEPA

↓

Supply Air


5.10 Kesalahan Umum

Menganggap Heater Hanya Untuk Pemanasan

Padahal fungsi utamanya sering kali adalah kontrol kelembapan.


Tidak Memasang Re-Heater Pada Sistem Dehumidifikasi

Akibat:

Supply air terlalu dingin.


Kapasitas Heater Terlalu Besar

Akibat:

Temperatur tidak stabil.


Kapasitas Heater Terlalu Kecil

Akibat:

RH tidak tercapai.


5.11 Konfigurasi Heater Berdasarkan Aplikasi

Tabel 5.2 Heater Configuration Matrix

ApplicationPre-HeaterRe-Heater
Comfort HVAC--
Commercial Building-Kadang
Food Industry-Kadang
Hospital HVAC-✓
Isolation Room-✓
Laboratory-✓
Cleanroom ISO 8-✓
Cleanroom ISO 7-✓
Pharmaceutical GMP-✓
Low Humidity Process-✓
Cold Climate HVAC✓Kadang
BSL Laboratory✓✓

5.12 Prinsip Penting

Cooling coil dan heater bukanlah komponen yang saling bertentangan.

Justru kombinasi keduanya memungkinkan HVAC mencapai:

  • Temperatur yang tepat

  • RH yang tepat

  • Stabilitas proses

  • Kenyamanan ruang

  • Kepatuhan regulasi

Pada banyak aplikasi cleanroom dan farmasi, re-heater merupakan salah satu komponen terpenting dalam sistem pengendalian kelembapan.


5.13 Ringkasan Bab

Pada bab ini telah dibahas:

  • Perbedaan Pre-Heater dan Re-Heater

  • Fungsi masing-masing heater

  • Hubungan heater dengan RH

  • Jenis heater pada AHU

  • Aplikasi heater pada berbagai industri

  • Configuration Matrix heater

Bab berikutnya akan membahas UV-C System pada AHU, termasuk fungsi, penempatan, manfaat, serta batasan penggunaannya dalam sistem HVAC modern.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat