Home » , » BAB 7 FAN SYSTEM, AIRFLOW & STATIC PRESSURE

BAB 7 FAN SYSTEM, AIRFLOW & STATIC PRESSURE

7.1 Pendahuluan

Jika filter adalah paru-paru AHU dan cooling coil adalah alat pengondisi udara, maka fan dapat dianggap sebagai jantung sistem distribusi udara.

Tanpa fan, udara tidak akan dapat didistribusikan ke ruangan melalui sistem ducting.

Fan bertugas menghasilkan:

  • Airflow

  • Static Pressure

  • Distribusi udara

  • Air Change Rate (ACH)

Kinerja fan sangat menentukan keberhasilan sistem HVAC, terutama pada:

  • Cleanroom

  • Rumah Sakit

  • Laboratorium

  • Industri Farmasi

  • BSL Laboratory


7.2 Apa Itu Fan dalam AHU?

Fan adalah perangkat mekanis yang digunakan untuk memindahkan udara dari satu lokasi ke lokasi lain.

Pada AHU, fan bertugas:

✓ Mengatasi hambatan sistem

✓ Mengalirkan udara melalui filter

✓ Mengalirkan udara melalui coil

✓ Mengalirkan udara melalui ducting

✓ Menjaga airflow sesuai desain


7.3 Airflow

Definisi

Airflow adalah jumlah udara yang mengalir dalam satuan waktu.

Satuan yang umum digunakan:

SatuanKeterangan
CMHCubic Meter per Hour
CFMCubic Feet per Minute
m³/sCubic Meter per Second

Contoh

AHU menghasilkan:

10.000 CMH

Artinya:

10.000 meter kubik udara dipindahkan setiap jam.


7.4 Static Pressure

Definisi

Static Pressure adalah hambatan yang harus diatasi fan agar udara dapat mengalir.

Satuan:

Pa (Pascal)

atau

mmAq


Sumber Hambatan

  • Filter

  • Cooling Coil

  • UV-C Section

  • Heater

  • Ducting

  • Damper

  • Diffuser

  • HEPA Filter

Semakin besar hambatan:

Semakin besar static pressure yang dibutuhkan.


7.5 Hubungan Airflow dan Static Pressure

Banyak orang hanya memperhatikan airflow.

Padahal fan harus dipilih berdasarkan:

Airflow + Static Pressure

Contoh:

SistemAirflowStatic Pressure
Office HVAC10.000 CMH300 Pa
Cleanroom HVAC10.000 CMH900 Pa
BSL Laboratory10.000 CMH1.200 Pa

Airflow sama.

Namun fan yang dibutuhkan berbeda.


7.6 Jenis Fan pada AHU

Forward Curved Fan

Karakteristik:

  • Tekanan rendah

  • Harga ekonomis

Aplikasi:

  • Comfort HVAC


Backward Curved Fan

Karakteristik:

  • Efisiensi tinggi

  • Stabil

Aplikasi:

  • Commercial HVAC

  • Industrial HVAC


Plug Fan

Karakteristik:

  • Direct Drive

  • Efisiensi tinggi

  • Perawatan rendah

Aplikasi:

  • Cleanroom

  • Hospital HVAC

  • Laboratory HVAC


EC Fan

EC = Electronically Commutated Fan

Karakteristik:

  • Motor efisiensi tinggi

  • Variable speed

  • Kontrol presisi

Aplikasi:

  • Premium HVAC

  • Cleanroom

  • Data Center


7.7 Perbandingan Jenis Fan

Tabel 7.1 Fan Comparison Matrix

ParameterForward CurvedBackward CurvedPlug FanEC Fan
EfisiensiRendahTinggiTinggiSangat Tinggi
MaintenanceSedangSedangRendahRendah
Belt DrivenYaYaTidak
Direct DriveTidakTidakYaYa
CleanroomTidak DirekomendasikanBaikSangat BaikSangat Baik
HospitalBaikBaikSangat BaikSangat Baik

7.8 Mengapa Plug Fan Populer?

Dalam beberapa tahun terakhir, Plug Fan menjadi pilihan utama untuk AHU modern.

Keunggulan:

✓ Direct Drive

✓ Tidak memerlukan belt

✓ Maintenance lebih rendah

✓ Efisiensi lebih tinggi

✓ Getaran lebih rendah

✓ Cocok untuk BMS

Karena itu banyak AHU cleanroom modern menggunakan Plug Fan.


7.9 Air Change Rate (ACH)

Definisi

ACH adalah jumlah pergantian udara dalam suatu ruangan setiap jam.

Rumus

ACH=\frac{Airflow\ (m^3/h)}{Room\ Volume\ (m^3)}


Contoh

Volume Ruangan:

100 m³

Airflow:

2.000 m³/h

Maka:

ACH = 20 kali per jam


7.10 ACH Berdasarkan Aplikasi

Tabel 7.2 Typical ACH

ApplicationTypical ACH
Office4 – 8 ACH
Laboratory6 – 12 ACH
Isolation Room≥ 12 ACH
Operating Room20 – 25 ACH
Cleanroom ISO 810 – 20 ACH
Cleanroom ISO 730 – 60 ACH
Cleanroom ISO 5240 – 480 ACH (Equivalent)

7.11 Fan Laws

Perubahan kecepatan fan mempengaruhi:

  • Airflow

  • Static Pressure

  • Power Consumption

Fan Law 1

Airflow berbanding lurus dengan RPM.

Fan Law 2

Static Pressure berbanding kuadrat RPM.

Fan Law 3

Power berbanding pangkat tiga RPM.


7.12 VFD dan Fan Control

Variable Frequency Drive (VFD)

Digunakan untuk:

  • Mengatur RPM fan

  • Menghemat energi

  • Menjaga airflow

  • Menjaga pressure control

Aplikasi:

  • Cleanroom

  • Hospital HVAC

  • Laboratory HVAC


7.13 Fan Selection

Parameter utama:

Airflow

CMH atau CFM

Static Pressure

Pa

Efficiency

%

Sound Level

dB

Motor Power

kW


7.14 Kesalahan Umum

Hanya Menghitung Airflow

Tanpa menghitung static pressure.


Tidak Memperhitungkan HEPA Filter

Pressure drop menjadi terlalu tinggi.


Fan Terlalu Besar

Energi terbuang.


Fan Terlalu Kecil

Airflow tidak tercapai.


Tidak Menggunakan VFD

Kontrol sistem menjadi kurang fleksibel.


7.15 Recommended Fan for RJM-AHU Series

Comfort HVAC

Backward Curved Fan


Industrial HVAC

Backward Curved Fan

atau

Plug Fan


Hospital HVAC

Plug Fan


Cleanroom HVAC

Plug Fan


Pharmaceutical HVAC

Plug Fan


BSL Laboratory

Plug Fan

atau

EC Fan


7.16 Prinsip Penting

Fan tidak dipilih berdasarkan airflow saja.

Pemilihan fan harus mempertimbangkan:

  • Airflow

  • Static Pressure

  • Efisiensi

  • Tingkat kebisingan

  • Jenis aplikasi

Fan yang tepat akan menghasilkan:

✓ Airflow stabil

✓ Tekanan stabil

✓ Energi lebih efisien

✓ Umur sistem lebih panjang


7.17 Ringkasan Bab

Pada bab ini telah dibahas:

  • Airflow

  • Static Pressure

  • Jenis Fan

  • Plug Fan

  • EC Fan

  • ACH

  • Fan Laws

  • VFD

  • Fan Selection

Bab berikutnya akan membahas Psychrometrics untuk HVAC, termasuk temperatur, kelembapan, dew point, dan psychrometric chart sebagai dasar perhitungan sistem tata udara.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat