Home » » BAB 4 COOLING COIL & DEHUMIDIFICATION

BAB 4 COOLING COIL & DEHUMIDIFICATION

4.1 Pendahuluan

Cooling coil merupakan salah satu komponen terpenting dalam Air Handling Unit (AHU).

Pada banyak aplikasi HVAC, cooling coil tidak hanya berfungsi menurunkan temperatur udara, tetapi juga mengendalikan kelembapan udara melalui proses dehumidifikasi.

Faktanya, pada cleanroom, rumah sakit, laboratorium, dan industri farmasi, fungsi dehumidifikasi sering kali lebih penting dibanding fungsi pendinginan itu sendiri.

Karena itu pemahaman mengenai cooling coil dan proses dehumidifikasi menjadi dasar dalam perancangan AHU.


4.2 Apa Itu Cooling Coil?

Cooling coil adalah heat exchanger yang digunakan untuk memindahkan panas dari udara ke media pendingin.

Media pendingin yang umum digunakan:

SistemMedia Pendingin
DX CoilRefrigeran
Chilled Water CoilAir dingin
Glycol CoilAir + Glycol

Tujuan utama:

  • Menurunkan temperatur udara

  • Mengurangi kandungan uap air udara

  • Mengendalikan kondisi lingkungan


4.3 Prinsip Perpindahan Panas

Saat udara melewati cooling coil:

  • Panas berpindah dari udara ke coil

  • Temperatur udara menurun

  • Kandungan uap air dapat berkurang

Proses ini disebut:

Heat Transfer

Besarnya panas yang dipindahkan dipengaruhi oleh:

  • Luas permukaan coil

  • Temperatur coil

  • Airflow

  • Kelembapan udara


4.4 Jenis Cooling Coil

DX Coil (Direct Expansion)

Menggunakan refrigeran secara langsung.

Contoh:

  • R410A

  • R407C

  • R32

Keunggulan:

✓ Instalasi sederhana

✓ Biaya awal lebih rendah

✓ Cocok untuk kapasitas kecil hingga menengah

Kekurangan:

✗ Pipa refrigeran lebih panjang

✗ Kontrol kapasitas terbatas


Chilled Water Coil

Menggunakan air dingin dari chiller.

Keunggulan:

✓ Kapasitas besar

✓ Kontrol lebih fleksibel

✓ Cocok untuk fasilitas besar

Kekurangan:

✗ Investasi awal lebih tinggi

✗ Membutuhkan sistem chiller


4.5 Sensible Cooling

Sensible cooling adalah proses penurunan temperatur udara tanpa mengubah kandungan uap air.

Contoh:

30°C RH 20%

↓

25°C RH 24%

Temperatur turun.

Kelembapan absolut tetap.


4.6 Latent Cooling

Latent cooling terjadi ketika cooling coil menurunkan kandungan uap air udara.

Contoh:

30°C RH 70%

↓

12°C RH mendekati 100%

↓

Sebagian uap air mengembun

↓

Air dibuang melalui drain pan

Inilah proses yang disebut:

Dehumidification


4.7 Mengapa Dehumidifikasi Penting?

Banyak aplikasi membutuhkan kelembapan yang terkendali.

Contoh:

AplikasiRH Umum
Kantor40–60%
Rumah Sakit40–60%
Laboratorium40–60%
Cleanroom Farmasi45–60%
Industri Elektronik35–55%
Low Humidity Process<30%

Kelembapan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan:

  • Jamur

  • Korosi

  • Kondensasi

  • Kontaminasi produk


4.8 Dew Point

Apa Itu Dew Point?

Dew Point adalah temperatur ketika uap air mulai mengembun menjadi air.

Contoh:

Udara:

30°C

RH 70%

Dew Point ≈ 24°C

Jika coil lebih dingin dari 24°C:

Maka kondensasi akan terjadi.


4.9 Proses Dehumidifikasi pada AHU

Tahap 1

Udara masuk AHU

30°C RH 70%

↓

Tahap 2

Udara melewati cooling coil

↓

Temperatur turun

↓

Uap air mengembun

↓

RH meningkat mendekati 100%

↓

Tahap 3

Kondensat dibuang melalui drain pan

↓

Tahap 4

Udara menjadi lebih kering

↓

Tahap 5

Udara dapat dipanaskan kembali menggunakan Re-Heater

↓

Supply Air


4.10 Mengapa Re-Heater Dibutuhkan?

Banyak orang bertanya:

"Mengapa udara didinginkan lalu dipanaskan kembali?"

Jawabannya:

Untuk mengendalikan kelembapan.

Contoh:

Udara awal:

30°C RH 70%

↓

Cooling Coil

↓

12°C RH 95%

↓

Re-Heater

↓

22°C RH 45%

Hasil:

Udara lebih kering tanpa menjadi terlalu dingin.


4.11 Coil Face Velocity

Face Velocity adalah kecepatan udara saat melewati permukaan coil.

Satuan:

m/s

Umumnya:

1,8 – 2,5 m/s

Jika terlalu tinggi:

  • Air terbawa keluar coil

  • Drain pan tidak efektif

  • Dehumidifikasi menurun

Jika terlalu rendah:

  • Coil menjadi terlalu besar

  • Biaya meningkat


4.12 Coil Rows

Jumlah row mempengaruhi kemampuan perpindahan panas.

CoilUmum Digunakan
4 RowComfort HVAC
6 RowCleanroom
8 RowProcess HVAC
10+ RowLow Temperature Application

4.13 Drain Pan

Saat dehumidifikasi terjadi, air kondensat harus dibuang dengan baik.

Fungsi drain pan:

  • Menampung kondensat

  • Mengalirkan kondensat ke drain

  • Mencegah genangan air

Material umum:

  • Galvanized Steel

  • SS304

  • SS316


4.14 Masalah Umum Cooling Coil

Coil Kotor

Gejala:

  • Airflow turun

  • Kapasitas turun


Coil Beku

Gejala:

  • Lapisan es pada coil

  • Airflow turun drastis

Penyebab:

  • Airflow rendah

  • Refrigeran kurang

  • Sensor bermasalah


Drain Pan Tersumbat

Gejala:

  • Air meluap

  • Kebocoran AHU


Face Velocity Terlalu Tinggi

Gejala:

  • Water carry-over

  • Duct basah


4.15 Prinsip Penting

Cooling coil tidak hanya berfungsi mendinginkan udara.

Pada banyak aplikasi HVAC, cooling coil berfungsi sebagai:

✓ Cooling Device

✓ Dehumidification Device

✓ Humidity Control Device

Karena itu desain cooling coil sangat mempengaruhi performa keseluruhan AHU.


4.16 Ringkasan Bab

Pada bab ini telah dibahas:

  • Prinsip kerja cooling coil

  • DX Coil dan Chilled Water Coil

  • Sensible Cooling

  • Latent Cooling

  • Dew Point

  • Dehumidification Process

  • Re-Heater

  • Coil Face Velocity

  • Coil Rows

  • Drain Pan

  • Troubleshooting Cooling Coil

Bab berikutnya akan membahas Pre-Heater dan Re-Heater secara lebih mendalam, termasuk aplikasi, perhitungan, dan strategi pengendalian kelembapan pada AHU.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat