Home » » BAB 5 FAN LAW & FAN POWER CALCULATION

BAB 5 FAN LAW & FAN POWER CALCULATION

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM – Controlled Environment Engineering


5.1 PENDAHULUAN

Fan merupakan jantung dari sistem HVAC.

Jika cooling coil adalah komponen yang mendinginkan udara, maka fan adalah komponen yang menggerakkan udara tersebut ke seluruh sistem.

Tanpa fan yang sesuai:

  • Airflow tidak tercapai

  • ACH tidak tercapai

  • Tekanan ruangan gagal

  • Distribusi udara tidak merata

  • HEPA Filter tidak bekerja optimal

Karena itu setiap HVAC Engineer harus memahami hubungan antara:

  • Airflow

  • Static Pressure

  • Fan Speed

  • Fan Power


5.2 FUNGSI FAN DALAM HVAC

Fan digunakan untuk:

✓ Mengalirkan udara

✓ Mengatasi pressure drop

✓ Menjaga ACH

✓ Menjaga tekanan ruangan

✓ Mendukung sistem filtrasi

✓ Menjaga distribusi udara


5.3 PARAMETER UTAMA FAN

Saat memilih fan, terdapat tiga parameter utama:

Airflow

Satuan:

m³/jam

(CMH)


Static Pressure

Satuan:

Pa

(Pascal)


Motor Power

Satuan:

kW

atau

HP


Ketiga parameter ini selalu saling berhubungan.


5.4 APA ITU FAN LAW?

Fan Law adalah hubungan matematis antara:

  • Kecepatan putaran fan

  • Airflow

  • Pressure

  • Power

Fan Law digunakan untuk:

  • Fan selection

  • Fan troubleshooting

  • Fan optimization

  • Energy saving


5.5 FAN LAW 1

Airflow berbanding lurus dengan kecepatan fan.

\frac{Q_2}{Q_1}=\frac{N_2}{N_1}

Keterangan:

Q = Airflow

N = Fan Speed (RPM)


Contoh:

Fan:

1.000 RPM

Airflow:

5.000 CMH

Jika RPM dinaikkan menjadi:

1.200 RPM

Maka:

Airflow:

6.000 CMH


5.6 FAN LAW 2

Pressure berbanding dengan kuadrat kecepatan fan.

\frac{P_2}{P_1}=\left(\frac{N_2}{N_1}\right)^2

Keterangan:

P = Static Pressure

N = RPM


Contoh:

1.000 RPM

Pressure:

500 Pa

Jika RPM naik menjadi:

1.200 RPM

Pressure:

720 Pa

(aproksimasi)


5.7 FAN LAW 3

Power berbanding dengan pangkat tiga kecepatan fan.

\frac{W_2}{W_1}=\left(\frac{N_2}{N_1}\right)^3

Keterangan:

W = Power

N = RPM


Inilah hukum yang paling penting.

Sedikit kenaikan RPM dapat meningkatkan konsumsi energi secara signifikan.


5.8 CONTOH FAN LAW

Fan:

5.000 CMH

700 Pa

2,2 kW

RPM:

1.000

Jika RPM dinaikkan 20%

Menjadi:

1.200 RPM

Maka:

Airflow:

≈ 6.000 CMH

Pressure:

≈ 1.008 Pa

Power:

≈ 3,8 kW

Kenaikan airflow hanya 20%.

Tetapi daya meningkat lebih dari 70%.


5.9 RUMUS FAN POWER

Pendekatan sederhana:

Power=\frac{Q\times P}{3600\times \eta}

Keterangan:

Power = kW

Q = Airflow (m³/jam)

P = Static Pressure (Pa)

η = Efisiensi Fan


5.10 CONTOH PERHITUNGAN FAN POWER

Data:

Airflow:

5.000 m³/jam

Pressure:

700 Pa

Efisiensi:

60%

(0,60)

Maka:

Power

= (5000 × 700)

÷ (3600 × 0,60)

≈ 1,62 kW

Pilih motor di atas nilai tersebut.

Misalnya:

2,2 kW


5.11 FAN SELECTION

Saat memilih fan, engineer harus mengetahui:

✓ Airflow

✓ TSP

✓ Efisiensi

✓ Noise Requirement

✓ Space Available

✓ Maintenance Access


Fan tidak boleh dipilih hanya berdasarkan airflow.


5.12 JENIS FAN HVAC

Forward Curved Fan

Kelebihan:

  • Harga ekonomis

  • Cocok tekanan rendah

Kekurangan:

  • Efisiensi lebih rendah


Backward Curved Fan

Kelebihan:

  • Efisiensi tinggi

  • Tekanan lebih besar

Banyak digunakan pada AHU modern.


Plug Fan

Kelebihan:

  • Direct Drive

  • Maintenance rendah

  • Efisiensi tinggi

Umum digunakan pada cleanroom AHU.


EC Fan

Kelebihan:

  • Sangat hemat energi

  • Mudah dikontrol dengan BMS

  • Tidak memerlukan VFD eksternal


5.13 FAN DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Fan harus mampu mengatasi:

  • Pre Filter

  • Medium Filter

  • HEPA Filter

  • Ducting

  • Diffuser

Jika fan kurang tekanan:

  • ACH turun

  • Recovery time gagal

  • ISO Class terganggu


5.14 FAN DAN MEDICAL HVAC

Pada rumah sakit:

Fan harus menjaga:

  • Tekanan positif

  • Tekanan negatif

  • ACH ruang operasi

  • ACH ruang isolasi

Kesalahan fan selection dapat menyebabkan kegagalan sistem pengendalian infeksi.


5.15 KESALAHAN UMUM

✗ Memilih fan berdasarkan airflow saja.

✗ Mengabaikan TSP.

✗ Tidak memperhitungkan filter kotor.

✗ Memilih motor terlalu kecil.

✗ Menganggap RPM tinggi selalu lebih baik.


5.16 STUDI KASUS

Kasus:

Ruang isolasi negatif.

Desain:

3.000 CMH

800 Pa

Setelah commissioning:

Airflow hanya 2.100 CMH.

Investigasi:

✓ Fan benar

✓ Coil benar

✓ Refrigerasi normal

Ditemukan:

HEPA Filter pressure drop jauh lebih tinggi dari asumsi desain.

Akibat:

Fan tidak mampu mencapai airflow desain.

Pelajaran:

Fan harus dipilih berdasarkan kondisi aktual sistem.


5.17 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika airflow kurang, banyak orang langsung berpikir:

"Tambah RPM."

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa pressure drop sistem?

✓ Apakah filter kotor?

✓ Apakah duct terlalu kecil?

✓ Apakah damper terbuka?

✓ Apakah fan bekerja pada titik desain?

Karena solusi HVAC bukan selalu menambah daya.

Kadang justru mengurangi hambatan sistem.


5.18 RINGKASAN

Fan adalah komponen yang menggerakkan udara dalam sistem HVAC.

Prinsip utama Fan Law:

✓ Airflow berbanding lurus dengan RPM.

✓ Pressure berbanding kuadrat RPM.

✓ Power berbanding pangkat tiga RPM.

Artinya:

Kenaikan kecil RPM dapat menyebabkan kenaikan besar konsumsi energi.

Karena itu HVAC yang efisien bukan fan yang paling besar.

HVAC yang efisien adalah sistem dengan airflow yang tepat, pressure yang tepat, dan konsumsi energi yang terkendali.

Fan yang baik bukan yang paling kuat.

Fan yang baik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan sistem.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat