Home » » BAB 4 STATIC PRESSURE & PRESSURE DROP

BAB 4 STATIC PRESSURE & PRESSURE DROP

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM – Controlled Environment Engineering


4.1 PENDAHULUAN

Setelah memahami Airflow, ACH, dan Velocity, langkah berikutnya adalah memahami Static Pressure dan Pressure Drop.

Dalam sistem HVAC, fan tidak hanya mengalirkan udara.

Fan juga harus mampu mengatasi seluruh hambatan yang ada dalam sistem, seperti:

  • Filter

  • Cooling Coil

  • Ducting

  • Damper

  • Diffuser

  • HEPA Filter

Hambatan inilah yang dikenal sebagai Pressure Drop.

Jika pressure drop tidak dihitung dengan benar, airflow aktual akan jauh lebih rendah dari airflow desain.


4.2 APA ITU STATIC PRESSURE?

Static Pressure adalah tekanan yang harus diatasi fan untuk mendorong udara melalui sistem HVAC.

Satuan yang umum digunakan:

  • Pascal (Pa)

  • mmAq

  • in.wg (inch water gauge)

Di Indonesia umumnya menggunakan:

Pascal (Pa)


4.3 APA ITU PRESSURE DROP?

Pressure Drop adalah kehilangan tekanan akibat hambatan aliran udara.

Semakin banyak hambatan dalam sistem:

✓ Pressure drop meningkat

✓ Kebutuhan fan meningkat

✓ Konsumsi energi meningkat


4.4 TOTAL STATIC PRESSURE (TSP)

Total Static Pressure merupakan jumlah seluruh pressure drop dalam sistem HVAC.

Secara sederhana:

TSP=\sum \Delta P

Dimana:

ΔP = Pressure Drop masing-masing komponen


4.5 KOMPONEN PENYEBAB PRESSURE DROP

Dalam AHU umumnya terdiri dari:

KomponenPressure Drop
Pre Filter50 – 150 Pa
Medium Filter80 – 250 Pa
Cooling Coil50 – 150 Pa
UV Section10 – 30 Pa
DuctingVariatif
DamperVariatif
HEPA Filter150 – 350 Pa

Nilai aktual tergantung desain dan spesifikasi komponen.


4.6 CONTOH PERHITUNGAN TSP

Data:

Pre Filter = 80 Pa

Medium Filter = 120 Pa

Cooling Coil = 90 Pa

Ducting = 150 Pa

HEPA Filter = 250 Pa

Maka:

TSP = 80 + 120 + 90 + 150 + 250

TSP = 690 Pa

Hasil:

Fan harus mampu menghasilkan airflow desain pada tekanan minimal 690 Pa.


4.7 PRESSURE DROP PADA FILTER

Filter merupakan salah satu penyumbang pressure drop terbesar dalam AHU.

Contoh:

Pre Filter G4

Pressure Drop Awal:

50 Pa

Pressure Drop Akhir:

150 Pa

Artinya saat filter mulai kotor, fan harus bekerja lebih keras.


4.8 PRESSURE DROP PADA HEPA FILTER

HEPA Filter memiliki pressure drop lebih tinggi dibanding filter biasa.

Contoh:

H13

Initial Pressure Drop:

200 – 250 Pa

Final Pressure Drop:

400 – 600 Pa

Karena itu HEPA harus diperhitungkan sejak tahap desain.


4.9 PRESSURE DROP PADA COOLING COIL

Cooling coil juga memberikan hambatan terhadap aliran udara.

Faktor yang mempengaruhi:

  • Jumlah row coil

  • Fin spacing

  • Face velocity

  • Kondisi kebersihan coil

Semakin rapat fin coil:

Pressure drop semakin besar.


4.10 PRESSURE DROP PADA DUCTING

Ducting menghasilkan pressure drop akibat:

  • Gesekan udara

  • Belokan

  • Reducer

  • Tee

  • Damper

  • Flexible duct

Semakin panjang ducting:

Pressure drop semakin tinggi.


4.11 HUBUNGAN VELOCITY DAN PRESSURE DROP

Prinsip penting HVAC:

Jika velocity meningkat:

✓ Pressure drop meningkat

✓ Fan power meningkat

✓ Noise meningkat

✓ Energi meningkat

Karena itu engineer tidak hanya mengejar duct yang kecil.

Engineer harus mencari keseimbangan antara:

  • Biaya instalasi

  • Pressure drop

  • Konsumsi energi


4.12 CONTOH KASUS LAPANGAN

Kasus:

AHU desain:

5.000 CMH

TSP desain:

700 Pa

Namun setelah beberapa bulan:

Filter sangat kotor.

Pressure drop naik menjadi:

1.000 Pa

Akibat:

  • Airflow turun

  • Ruangan panas

  • ACH turun

  • Tekanan ruangan gagal tercapai

Masalah sebenarnya bukan pada refrigerasi.

Masalahnya adalah pressure drop yang meningkat.


4.13 STATIC PRESSURE DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Pressure drop harus dihitung dengan hati-hati karena sistem biasanya menggunakan:

  • F7

  • F8

  • H13

  • H14

Jika pressure drop tidak dihitung dengan benar:

  • ACH tidak tercapai

  • Recovery time gagal

  • Klasifikasi cleanroom terganggu


4.14 STATIC PRESSURE DAN MEDICAL HVAC

Pada rumah sakit:

Pressure drop mempengaruhi:

  • Ruang Operasi

  • ICU

  • Isolasi Negatif

  • CSSD

Kesalahan desain fan dapat menyebabkan:

  • Airflow kurang

  • Tekanan ruangan tidak sesuai

  • Risiko infeksi meningkat


4.15 KESALAHAN UMUM

✗ Menghitung airflow tanpa menghitung TSP.

✗ Memilih fan hanya berdasarkan CMH.

✗ Mengabaikan pressure drop filter.

✗ Mengabaikan pressure drop HEPA.

✗ Menggunakan duct terlalu kecil.

✗ Tidak memperhitungkan filter kotor.


4.16 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika airflow turun, banyak orang langsung bertanya:

"Apakah freonnya habis?"

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa pressure drop filter?

✓ Berapa pressure drop coil?

✓ Apakah damper terbuka?

✓ Apakah duct tersumbat?

✓ Apakah fan masih menghasilkan tekanan yang cukup?

Karena dalam banyak kasus, masalah HVAC bukan kekurangan pendinginan.

Masalahnya adalah udara tidak mampu melewati hambatan sistem.


4.17 RINGKASAN

Static Pressure adalah tekanan yang harus diatasi fan.

Pressure Drop adalah hambatan yang terjadi di dalam sistem HVAC.

Prinsip penting:

✓ Semakin besar pressure drop, semakin besar kebutuhan fan.

✓ Semakin tinggi velocity, semakin tinggi pressure drop.

✓ Filter kotor meningkatkan pressure drop.

✓ HEPA Filter merupakan salah satu penyumbang pressure drop terbesar.

✓ Airflow yang baik hanya dapat dicapai jika fan mampu mengatasi seluruh hambatan sistem.

Rumus dasar yang harus diingat:

TSP=\sum \Delta P

HVAC yang baik bukan hanya memiliki airflow yang cukup.

HVAC yang baik memiliki airflow yang cukup pada tekanan yang tepat.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat