Home » » BAB 6 COOLING LOAD CALCULATION SENSIBLE HEAT, LATENT HEAT & TOTAL HEAT

BAB 6 COOLING LOAD CALCULATION SENSIBLE HEAT, LATENT HEAT & TOTAL HEAT

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM – Controlled Environment Engineering


6.1 PENDAHULUAN

Setelah memahami:

  • Airflow

  • ACH

  • Velocity

  • Static Pressure

  • Fan Selection

langkah berikutnya adalah memahami beban pendinginan (Cooling Load).

Cooling Load merupakan dasar untuk menentukan:

✓ Kapasitas Cooling Coil

✓ Kapasitas Chiller

✓ Kapasitas DX System

✓ Kapasitas AHU

✓ Kapasitas FCU

✓ Kebutuhan Dehumidifikasi

Kesalahan menghitung cooling load dapat menyebabkan:

  • Ruangan tidak dingin

  • RH tidak tercapai

  • Coil terlalu besar

  • Konsumsi energi berlebihan


6.2 APA ITU COOLING LOAD?

Cooling Load adalah jumlah panas yang harus dipindahkan dari ruangan agar kondisi desain dapat tercapai.

Panas tersebut berasal dari:

  • Manusia

  • Lampu

  • Mesin

  • Produk

  • Dinding

  • Atap

  • Udara luar

  • Infiltrasi


6.3 JENIS BEBAN PANAS

Dalam HVAC terdapat dua jenis panas utama:

Sensible Heat

Panas yang menyebabkan perubahan temperatur.


Latent Heat

Panas yang berhubungan dengan kandungan uap air.


Total keduanya disebut:

Total Heat


6.4 SENSIBLE HEAT

Sensible Heat adalah panas yang dapat diukur langsung dengan termometer.

Contoh:

  • Lampu

  • Motor

  • Mesin produksi

  • Radiasi matahari

  • Perpindahan panas dinding

Jika sensible heat meningkat:

Temperatur ruangan naik.


6.5 RUMUS SENSIBLE HEAT

Q_s=1.2\times Airflow\times \Delta T

Keterangan:

Qs = Sensible Heat (W)

Airflow = m³/s

ΔT = Perbedaan temperatur (°C)

1.2 = Konstanta pendekatan udara


6.6 CONTOH PERHITUNGAN SENSIBLE HEAT

Data:

Airflow = 1 m³/s

Temperatur Return Air = 24°C

Temperatur Supply Air = 14°C

ΔT = 10°C

Maka:

Qs

= 1.2 × 1 × 10

= 12 kW


Hasil:

Sensible Heat = 12 kW


6.7 LATENT HEAT

Latent Heat adalah panas yang terkait dengan kandungan uap air dalam udara.

Latent Heat tidak selalu menyebabkan perubahan temperatur.

Namun mempengaruhi:

✓ Relative Humidity

✓ Dew Point

✓ Moisture Content


6.8 SUMBER LATENT HEAT

Sumber umum:

  • Manusia

  • Produk basah

  • Proses pencucian

  • Udara luar

  • Infiltrasi

  • Kebocoran bangunan


6.9 LATENT HEAT DAN RH

Banyak ruangan gagal mencapai RH karena:

Masalah utama bukan temperatur.

Melainkan latent load yang terlalu besar.

Kasus umum:

Ruangan:

22°C

Target RH:

50%

Aktual:

75%

Temperatur sudah tercapai.

Tetapi latent load belum teratasi.


6.10 TOTAL HEAT

Total Heat merupakan gabungan:

Q_t=Q_s+Q_l

Keterangan:

Qt = Total Heat

Qs = Sensible Heat

Ql = Latent Heat


6.11 SENSIBLE HEAT RATIO (SHR)

Dalam HVAC dikenal istilah:

SHR

(Sensible Heat Ratio)

Rumus:

SHR=\frac{Q_s}{Q_t}


Contoh:

Sensible Heat = 80 kW

Latent Heat = 20 kW

Total Heat = 100 kW

SHR:

80 ÷ 100

= 0,80


Artinya:

80% beban berasal dari sensible heat.

20% berasal dari latent heat.


6.12 BEBAN DARI MANUSIA

Manusia menghasilkan:

✓ Sensible Heat

✓ Latent Heat

Contoh pendekatan:

Aktivitas ringan:

100 – 150 Watt/orang


Contoh:

20 Orang

Beban:

20 × 120

= 2.400 Watt

= 2,4 kW


6.13 BEBAN DARI LAMPU

Hampir seluruh energi lampu berubah menjadi panas.

Pendekatan sederhana:

Q=P


Contoh:

20 Lampu

100 Watt

Total:

20 × 100

= 2.000 Watt

= 2 kW


6.14 BEBAN DARI PERALATAN

Peralatan seperti:

  • Mesin

  • Motor

  • Komputer

  • Oven

  • Filling Machine

Menghasilkan panas yang harus diperhitungkan.


Contoh:

Mesin:

5 kW

Maka beban panas:

≈ 5 kW


6.15 OUTDOOR AIR LOAD

Fresh Air memberikan manfaat:

✓ Oksigen

✓ Pengenceran kontaminan

Namun juga membawa:

✓ Panas

✓ Uap air

✓ Debu

✓ Kontaminan

Semakin besar Fresh Air:

Cooling Load semakin besar.


6.16 INFILTRATION LOAD

Infiltrasi adalah udara luar yang masuk tanpa kontrol.

Penyebab:

  • Celah pintu

  • Celah panel

  • Duct bocor

  • Airlock tidak efektif

Pada cleanroom dan BSL, infiltrasi dapat menjadi sumber latent load yang signifikan.


6.17 COOLING LOAD DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Cooling load tidak hanya berasal dari:

  • Orang

  • Lampu

Tetapi juga:

  • Fan Filter Unit

  • AHU Fan

  • Motor

  • Process Equipment

Karena itu cooling load cleanroom sering lebih besar dibanding ruangan biasa.


6.18 COOLING LOAD DAN MEDICAL HVAC

Pada rumah sakit:

Cooling load dipengaruhi oleh:

✓ Dokter

✓ Perawat

✓ Pasien

✓ Lampu operasi

✓ Peralatan medis

✓ Outdoor Air Requirement


6.19 KESALAHAN UMUM

✗ Menghitung hanya temperatur.

✗ Mengabaikan RH.

✗ Mengabaikan latent load.

✗ Mengabaikan fresh air.

✗ Mengabaikan infiltrasi.

✗ Mengabaikan beban proses.


6.20 STUDI KASUS

Kasus:

Ruang Farmasi

Target:

22°C

50% RH

Kondisi aktual:

22°C

75% RH

Investigasi:

✓ Kapasitas pendinginan cukup

✓ Temperatur tercapai

✓ Cooling coil normal

Masalah:

Latent load terlalu besar.

Solusi:

  • Kurangi infiltrasi

  • Tingkatkan dehumidifikasi

  • Evaluasi fresh air


6.21 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika ruangan tidak sesuai spesifikasi, banyak orang bertanya:

"Kurang dingin?"

Engineer akan bertanya:

✓ Temperatur berapa?

✓ RH berapa?

✓ Sensible load berapa?

✓ Latent load berapa?

✓ Ada infiltrasi?

✓ Ada moisture source?

Karena HVAC tidak hanya mengendalikan temperatur.

HVAC mengendalikan kondisi udara secara keseluruhan.


6.22 RINGKASAN

Cooling Load adalah jumlah panas yang harus dipindahkan dari ruangan.

Terdiri dari:

✓ Sensible Heat

✓ Latent Heat

✓ Total Heat

Rumus utama:

Q_t=Q_s+Q_l

Prinsip penting:

Temperatur yang tercapai belum tentu berarti sistem HVAC berhasil.

Pada banyak aplikasi seperti Cleanroom, Farmasi, Rumah Sakit, dan BSL, keberhasilan HVAC ditentukan oleh kombinasi:

✓ Temperatur

✓ Relative Humidity

✓ Pressure

✓ Airflow

✓ Filtration

Bukan temperatur saja.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat