Home » » BAB 3 FACE VELOCITY & AIR VELOCITY

BAB 3 FACE VELOCITY & AIR VELOCITY

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM – Controlled Environment Engineering


3.1 PENDAHULUAN

Setelah memahami Airflow dan Air Change Rate (ACH), langkah berikutnya adalah memahami bagaimana udara bergerak di dalam sistem HVAC.

Dua parameter yang sangat penting adalah:

  • Air Velocity

  • Face Velocity

Banyak masalah HVAC seperti:

  • Noise tinggi

  • Pressure drop berlebihan

  • Filter cepat kotor

  • Coil tidak optimal

  • HEPA filter tidak merata

  • Konsumsi energi tinggi

Sering kali disebabkan oleh pemilihan velocity yang tidak tepat.


3.2 APA ITU AIR VELOCITY?

Air Velocity adalah kecepatan pergerakan udara.

Satuan:

m/s (meter per detik)

atau

fpm (feet per minute)

Air velocity digunakan untuk:

  • Ducting design

  • Diffuser selection

  • Grille selection

  • Fan selection

  • Airflow balancing


3.3 APA ITU FACE VELOCITY?

Face Velocity adalah kecepatan udara yang melewati suatu permukaan.

Contoh:

  • Filter

  • Cooling Coil

  • Heating Coil

  • HEPA Filter

  • Diffuser

  • Air Grille

Face Velocity merupakan salah satu parameter terpenting dalam desain AHU.


3.4 RUMUS DASAR FACE VELOCITY

V=\frac{Q}{A}

Keterangan:

V = Velocity (m/s)

Q = Airflow (m³/s)

A = Luas area efektif (m²)


3.5 CONTOH PERHITUNGAN FACE VELOCITY

Data:

Airflow = 3.600 m³/jam

Ukuran Filter:

600 mm × 600 mm

Luas:

0,6 × 0,6

= 0,36 m²

Konversi airflow:

3.600 m³/jam

= 1 m³/s

Face Velocity:

1 ÷ 0,36

= 2,78 m/s

Hasil:

Face Velocity = 2,78 m/s


3.6 FACE VELOCITY PADA PRE FILTER

Nilai umum:

Jenis FilterFace Velocity
G32 – 3 m/s
G42 – 3 m/s
M52 – 2,5 m/s

Velocity terlalu tinggi menyebabkan:

  • Pressure drop naik

  • Debu menembus filter

  • Umur filter lebih pendek


3.7 FACE VELOCITY PADA MEDIUM FILTER

Nilai umum:

FilterFace Velocity
F71,5 – 2,5 m/s
F81,5 – 2,5 m/s
F91,0 – 2,0 m/s

Semakin tinggi efisiensi filter, umumnya semakin rendah velocity yang direkomendasikan.


3.8 FACE VELOCITY PADA HEPA FILTER

Nilai umum:

FilterFace Velocity
H130,35 – 0,50 m/s
H140,35 – 0,50 m/s

Nilai yang paling sering digunakan:

0,45 m/s

Pada cleanroom unidirectional flow.

Velocity yang terlalu tinggi dapat:

  • Meningkatkan pressure drop

  • Menurunkan umur HEPA

  • Mengganggu pola airflow


3.9 FACE VELOCITY PADA COOLING COIL

Nilai umum:

AplikasiFace Velocity
Comfort HVAC2,0 – 2,5 m/s
Cleanroom2,0 – 2,5 m/s
Pharmaceutical1,8 – 2,5 m/s

Jika face velocity terlalu tinggi:

  • Coil menjadi tidak efektif

  • Moisture carry-over meningkat

  • Tetesan air terbawa aliran udara


3.10 FACE VELOCITY PADA UV-C SECTION

Untuk AHU yang menggunakan UV-C:

Nilai umum:

0,5 – 2,5 m/s

Semakin rendah velocity, semakin lama waktu paparan sinar UV-C.


3.11 AIR VELOCITY PADA DUCTING

Nilai rekomendasi:

LokasiVelocity
Main Duct6 – 10 m/s
Branch Duct4 – 6 m/s
Final Branch2 – 4 m/s

Velocity terlalu tinggi menyebabkan:

  • Noise tinggi

  • Pressure drop tinggi

  • Fan power meningkat


3.12 AIR VELOCITY PADA DIFFUSER

Nilai umum:

AreaVelocity
Office2 – 3 m/s
Hospital2 – 3 m/s
CleanroomSesuai desain airflow

Tujuannya:

  • Distribusi udara merata

  • Tidak menimbulkan draft

  • Kenyamanan pengguna


3.13 HUBUNGAN FACE VELOCITY DAN PRESSURE DROP

Semakin tinggi velocity:

✓ Pressure drop meningkat

✓ Fan power meningkat

✓ Konsumsi energi meningkat

✓ Noise meningkat

Karena itu engineer tidak hanya mengejar airflow besar.

Engineer harus mempertimbangkan velocity yang sesuai.


3.14 CONTOH KASUS LAPANGAN

Kasus:

AHU dirancang untuk 5.000 m³/jam.

Filter yang dipasang hanya satu ukuran 600 × 600 mm.

Akibat:

Face velocity menjadi terlalu tinggi.

Dampak:

  • Pressure drop naik

  • Fan overload

  • Filter cepat kotor

  • Airflow aktual turun

Solusi:

Perbesar luas area filter.

Bukan hanya memperbesar fan.


3.15 KESALAHAN UMUM

✗ Menghitung airflow tanpa menghitung velocity.

✗ Memilih filter terlalu kecil.

✗ Memilih coil terlalu kecil.

✗ Menggunakan duct terlalu kecil.

✗ Mengabaikan pressure drop.


3.16 CARA BERPIKIR ENGINEER

Banyak orang melihat:

"Airflow sudah cukup."

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa velocity-nya?

✓ Berapa pressure drop-nya?

✓ Apakah filter masih bekerja optimal?

✓ Apakah coil masih efektif?

✓ Apakah noise masih dapat diterima?

Karena airflow yang besar belum tentu menghasilkan sistem HVAC yang baik.


3.17 RINGKASAN

Face Velocity dan Air Velocity merupakan parameter dasar dalam desain HVAC.

Prinsip yang harus diingat:

✓ Velocity terlalu tinggi meningkatkan pressure drop.

✓ Velocity terlalu tinggi meningkatkan konsumsi energi.

✓ Velocity terlalu tinggi memperpendek umur filter.

✓ Velocity terlalu tinggi dapat menurunkan performa coil.

Rumus yang paling sering digunakan:

V=\frac{Q}{A}

Memahami velocity berarti memahami bagaimana udara benar-benar bergerak di dalam sistem HVAC.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat