Home » » BAB 4 – FILTRATION SYSTEM ENGINEERING

BAB 4 – FILTRATION SYSTEM ENGINEERING

4.1 Pendahuluan

Sistem filtrasi merupakan salah satu komponen terpenting dalam HVAC dan Air Handling Unit (AHU). Tujuan utama filtrasi adalah menghilangkan partikel, debu, aerosol, serat, dan kontaminan lain dari udara sebelum udara didistribusikan ke ruangan.

Pada aplikasi tertentu seperti cleanroom, rumah sakit, laboratorium, farmasi, elektronik, dan industri makanan, sistem filtrasi menjadi faktor utama yang menentukan kualitas udara dan keberhasilan proses produksi.

Tanpa sistem filtrasi yang baik:

  • Debu akan terakumulasi pada coil

  • Efisiensi sistem menurun

  • Risiko kontaminasi meningkat

  • Kualitas produk terganggu

  • Umur peralatan menjadi lebih pendek


4.2 Tujuan Sistem Filtrasi

Sistem filtrasi dirancang untuk:

  • Mengurangi partikel udara

  • Menjaga kualitas udara dalam ruang

  • Melindungi cooling coil

  • Melindungi fan

  • Mengurangi biaya perawatan

  • Memenuhi standar kebersihan ruangan

  • Mengurangi risiko kontaminasi silang


4.3 Sumber Kontaminasi Udara

Partikel udara dapat berasal dari berbagai sumber:

Eksternal

  • Debu jalanan

  • Asap kendaraan

  • Serbuk tanaman

  • Partikel industri

  • Polusi udara

Internal

  • Aktivitas manusia

  • Pakaian operator

  • Material proses

  • Mesin produksi

  • Kebocoran bangunan

Pada cleanroom, manusia sering menjadi sumber partikel terbesar.


4.4 Ukuran Partikel Udara

Partikel udara diukur dalam satuan mikrometer (µm).

PartikelUkuran Umum
Rambut manusia50–100 µm
Debu kasar10–100 µm
Serbuk sari10–50 µm
Bakteri0,5–5 µm
Aerosol halus0,1–5 µm
Virus (individual)0,02–0,3 µm

Semakin kecil ukuran partikel, semakin sulit untuk disaring.


4.5 Mekanisme Penangkapan Partikel

Filter tidak bekerja seperti saringan biasa. Partikel ditangkap melalui beberapa mekanisme:

1. Straining

Partikel lebih besar dari celah media filter.

Partikel langsung tertahan.


2. Interception

Partikel mengikuti aliran udara dan menempel pada serat filter.


3. Impaction

Partikel besar memiliki inersia sehingga menabrak serat filter.


4. Diffusion

Partikel sangat kecil bergerak acak (Brownian Motion) sehingga lebih mudah menempel pada media filter.


5. Electrostatic Attraction

Partikel tertarik oleh muatan listrik pada media filter.


4.6 Klasifikasi Filter HVAC

Filter HVAC umumnya dibagi menjadi beberapa tingkat.

Pre Filter

Fungsi:

  • Menangkap debu kasar

  • Melindungi filter berikutnya

Contoh:

  • G3

  • G4


Medium Filter

Fungsi:

  • Menangkap partikel halus

  • Melindungi HEPA Filter

Contoh:

  • F7

  • F8

  • F9


HEPA Filter

Fungsi:

  • Menangkap partikel sangat kecil

Contoh:

  • H13

  • H14


ULPA Filter

Digunakan pada aplikasi dengan tingkat kebersihan sangat tinggi.

Contoh:

  • U15

  • U16

  • U17


4.7 Klasifikasi Filter Menurut ISO 16890

Standar modern yang digunakan secara luas adalah:

ISO 16890

Kategori:

KategoriEfisiensi
ISO CoarseDebu kasar
ePM10Partikel ≤10 µm
ePM2.5Partikel ≤2,5 µm
ePM1Partikel ≤1 µm

Standar ini menggantikan banyak penggunaan klasifikasi lama EN779.


4.8 Klasifikasi HEPA Menurut ISO 29463 / EN1822

KelasEfisiensi Minimum
H1399,95%
H1499,995%
U1599,9995%
U1699,99995%
U1799,999995%

HEPA H13 dan H14 merupakan kelas yang paling banyak digunakan pada:

  • Cleanroom

  • Rumah sakit

  • Laboratorium

  • Industri farmasi


4.9 Susunan Filtrasi pada AHU

Konfigurasi umum:

Sistem HVAC Umum

  1. G4 Pre Filter

  2. F7 Medium Filter


Cleanroom ISO 8

  1. G4 Pre Filter

  2. F7 Medium Filter

  3. H13 Terminal HEPA


Cleanroom ISO 7

  1. G4 Pre Filter

  2. F7/F9 Medium Filter

  3. H13 Terminal HEPA


Cleanroom ISO 5

  1. G4 Pre Filter

  2. F7/F9 Medium Filter

  3. H14 Terminal HEPA


4.10 Pressure Drop pada Filter

Setiap filter menghasilkan hambatan aliran udara.

Pressure drop dipengaruhi oleh:

  • Kecepatan udara

  • Ketebalan media

  • Efisiensi filter

  • Kondisi kebersihan filter

Semakin kotor filter:

  • Pressure drop naik

  • Airflow turun

  • Energi fan meningkat


4.11 Initial dan Final Resistance

Initial Resistance

Pressure drop filter saat masih baru.


Final Resistance

Pressure drop maksimum yang diizinkan sebelum filter diganti.

Contoh umum:

FilterInitialFinal
G430–60 Pa150–250 Pa
F760–120 Pa250–450 Pa
H13150–250 Pa450–600 Pa

Nilai aktual harus mengikuti data pabrikan.


4.12 Filter Face Velocity

Kecepatan udara yang melewati permukaan filter disebut face velocity.

Nilai umum:

FilterFace Velocity
Pre Filter1,5–2,5 m/s
Medium Filter1,5–2,0 m/s
HEPA Filter0,30–0,60 m/s

Face velocity yang terlalu tinggi dapat menyebabkan:

  • Pressure drop meningkat

  • Efisiensi turun

  • Umur filter lebih pendek


4.13 Leak Testing HEPA Filter

HEPA Filter harus diuji setelah pemasangan.

Metode umum:

  • PAO Test

  • DOP Test (metode lama)

  • Scan Test

Tujuan:

  • Memastikan tidak ada kebocoran media

  • Memastikan tidak ada kebocoran frame

  • Memastikan instalasi benar


4.14 Monitoring Kinerja Filter

Parameter yang dipantau:

  • Differential Pressure

  • Airflow

  • Particle Count

  • ACH

  • Recovery Time

Instrumen yang umum digunakan:

  • Magnehelic Gauge

  • Differential Pressure Transmitter

  • Particle Counter

  • Anemometer


4.15 Kesalahan Umum Sistem Filtrasi

KesalahanDampak
Tidak menggunakan pre-filterHEPA cepat kotor
Face velocity terlalu tinggiEfisiensi turun
Filter terpasang terbalikPerforma buruk
Kebocoran frameKontaminasi bypass
Tidak memonitor pressure dropFilter terlambat diganti
Penggantian filter tidak terjadwalRisiko kontaminasi meningkat

4.16 Kesimpulan

Filtrasi udara merupakan fondasi utama sistem HVAC modern. Kinerja filter tidak hanya ditentukan oleh kelas filternya, tetapi juga oleh desain sistem, face velocity, pressure drop, metode instalasi, dan program pemeliharaan.

Pada aplikasi cleanroom, rumah sakit, laboratorium, dan farmasi, sistem filtrasi yang dirancang dengan benar akan membantu menjaga kualitas udara, melindungi proses, serta memastikan kepatuhan terhadap standar kebersihan yang dipersyaratkan.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat