Home » » BAB 34 NEGATIVE PRESSURE ROOM

BAB 34 NEGATIVE PRESSURE ROOM

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


34.1 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, pembaca diharapkan mampu:

✓ Memahami konsep Negative Pressure Room.

✓ Memahami prinsip containment.

✓ Menghitung Negative Airflow Offset.

✓ Mendesain ruang isolasi tekanan negatif.

✓ Memahami penerapan pada Biosafety Laboratory.

✓ Melakukan troubleshooting tekanan negatif.


34.2 PENDAHULUAN

Jika Positive Pressure Room digunakan untuk melindungi produk dari lingkungan luar,

maka:

Negative Pressure Room digunakan untuk melindungi lingkungan luar dari kontaminasi di dalam ruangan.


Konsep ini digunakan pada:

✓ Isolation Room

✓ Airborne Infection Isolation Room (AIIR)

✓ Biosafety Laboratory

✓ Ruang Penanganan Agen Infeksius

✓ Area Containment


34.3 APA ITU NEGATIVE PRESSURE ROOM?

Negative Pressure Room adalah ruangan yang memiliki tekanan lebih rendah dibanding area sekitarnya.


Kondisi:

P Ruang < P Koridor


Akibat:

Udara bergerak masuk ke ruangan.


34.4 PRINSIP DASAR

Udara selalu bergerak:

Dari tekanan tinggi

menuju

tekanan rendah


Dengan menciptakan tekanan negatif:

Udara dari area luar akan masuk ke ruangan.


Kontaminan tidak dapat keluar secara bebas.


34.5 TUJUAN NEGATIVE PRESSURE

Tujuan utama:

✓ Menahan kontaminasi

✓ Mengendalikan aerosol infeksius

✓ Melindungi personel di luar ruangan

✓ Melindungi lingkungan sekitar

✓ Mendukung biosafety containment


34.6 BAGAIMANA NEGATIVE PRESSURE DIBENTUK?

Negative Pressure dibentuk dengan:

Exhaust Air > Supply Air


Akibat:

Volume udara yang keluar lebih besar daripada yang masuk.


Ruangan mengalami tekanan negatif.


34.7 NEGATIVE AIRFLOW OFFSET

Rumus dasar:

Offset=SA-EA


Jika hasil bernilai negatif:

Ruangan cenderung menjadi negatif.


34.8 CONTOH PERHITUNGAN

Supply Air

900 CMH


Exhaust Air

1.100 CMH


Perhitungan:

900-1100=-200


Hasil:

Offset = -200 CMH


Ruangan menjadi negatif.


34.9 TARGET DIFFERENTIAL PRESSURE

Nilai umum:

AplikasiDifferential Pressure
Isolation Room-2,5 hingga -10 Pa
Airborne Isolation-2,5 hingga -15 Pa
BSL-2-5 hingga -15 Pa
BSL-3-30 hingga -50 Pa

Nilai aktual mengikuti regulasi dan analisis risiko.


34.10 CONTAINMENT ENGINEERING

Containment adalah kemampuan fasilitas untuk mencegah pelepasan kontaminan ke lingkungan.


Containment dicapai melalui:

✓ Airflow

✓ Differential Pressure

✓ Airlock

✓ HEPA Filtration

✓ Konstruksi Kedap


34.11 PRESSURE CASCADE NEGATIF

Contoh:

Koridor

0 Pa

↓

Anteroom

-5 Pa

↓

Isolation Room

-10 Pa


Udara selalu bergerak menuju area paling negatif.


34.12 ISOLATION ROOM DESIGN

Komponen utama:

✓ Supply Air

✓ Exhaust Air

✓ HEPA Exhaust (jika diperlukan)

✓ Differential Pressure Monitoring

✓ Alarm System


Semua komponen harus bekerja bersama.


34.13 AIR CHANGE RATE

Ruang isolasi biasanya menggunakan:

✓ Minimum 12 ACH (banyak standar fasilitas kesehatan)


Tujuan:

✓ Pengenceran kontaminan

✓ Pengendalian aerosol

✓ Pengendalian infeksi


34.14 HEPA EXHAUST

Pada beberapa aplikasi:

Exhaust Air dilewatkan melalui HEPA Filter.


Digunakan pada:

✓ BSL

✓ Laboratorium tertentu

✓ Area berisiko tinggi


Tujuannya:

Mencegah pelepasan partikel berbahaya.


34.15 NEGATIVE PRESSURE DAN BSL

Pada Biosafety Laboratory:

Negative Pressure merupakan salah satu lapisan proteksi utama.


Semakin tinggi level biosafety:

Semakin ketat pengendalian tekanan.


34.16 AIRLOCK PADA NEGATIVE PRESSURE

Airlock digunakan untuk:

✓ Mengurangi gangguan tekanan

✓ Menjaga pressure cascade

✓ Mengontrol akses personel


Tanpa airlock, stabilitas tekanan menjadi lebih sulit dipertahankan.


34.17 KEBocoran RUANGAN

Kebocoran konstruksi dapat menyebabkan:

✓ Tekanan tidak stabil

✓ Offset meningkat

✓ Exhaust bertambah


Karena itu konstruksi ruangan sangat penting.


34.18 PRESSURE MONITORING

Monitoring dilakukan menggunakan:

✓ Magnehelic Gauge

✓ Differential Pressure Gauge

✓ Pressure Transmitter

✓ Building Management System (BMS)


Area kritis memerlukan monitoring kontinu.


34.19 STUDI KASUS

Kasus:

Isolation Room Rumah Sakit


Target:

-5 Pa


Aktual:

+1 Pa


Investigasi:

Exhaust Fan kehilangan kapasitas akibat filter tersumbat.


Akibat:

Tekanan negatif hilang.


Solusi:

Penggantian filter dan balancing ulang.


34.20 KESALAHAN UMUM

✗ Menganggap exhaust saja cukup.

✗ Tidak menghitung airflow offset.

✗ Tidak memasang pressure monitoring.

✗ Tidak menyediakan alarm.

✗ Mengabaikan kebocoran ruangan.

✗ Mengabaikan kondisi filter exhaust.


34.21 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika tekanan negatif hilang, banyak orang langsung meningkatkan kecepatan exhaust fan.

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa supply airflow aktual?

✓ Berapa exhaust airflow aktual?

✓ Berapa offset aktual?

✓ Apakah filter tersumbat?

✓ Apakah ada kebocoran ruangan?

✓ Apakah sensor masih akurat?

Karena tekanan negatif adalah hasil dari keseimbangan sistem secara keseluruhan.


34.22 RINGKASAN

Negative Pressure Room adalah ruangan dengan tekanan lebih rendah dibanding area sekitarnya.

Rumus utama:

Airflow Offset:

Offset=SA-EA

Differential Pressure:

\Delta P=P_1-P_2

Parameter utama:

✓ Negative Airflow Offset

✓ Differential Pressure

✓ Pressure Cascade

✓ Exhaust Airflow

✓ Containment

Prinsip yang harus selalu diingat:

Positive Pressure melindungi produk.

Negative Pressure melindungi lingkungan.

Dan pada ruang isolasi maupun Biosafety Laboratory, keberhasilan containment ditentukan oleh kemampuan sistem HVAC menjaga tekanan negatif secara stabil selama operasional berlangsung.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat