Home » » BAB 35 AIRLOCK CALCULATION

BAB 35 AIRLOCK CALCULATION

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


35.1 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, pembaca diharapkan mampu:

✓ Memahami fungsi Airlock.

✓ Mendesain Pressure Cascade.

✓ Menghitung kebutuhan Airflow Airlock.

✓ Memahami pengaruh buka-tutup pintu.

✓ Memahami Airlock pada Cleanroom, Medical HVAC, dan BSL.


35.2 PENDAHULUAN

Salah satu penyebab paling umum kegagalan tekanan ruangan adalah:

Pintu yang dibuka.


Ketika pintu terbuka:

✓ Pressure Cascade terganggu

✓ Udara berpindah antar ruang

✓ Kontaminasi dapat berpindah


Untuk mengurangi risiko tersebut digunakan:

Airlock


35.3 APA ITU AIRLOCK?

Airlock adalah ruang transisi yang ditempatkan di antara dua area dengan klasifikasi atau tekanan berbeda.


Fungsi utama:

✓ Mengurangi perpindahan kontaminasi

✓ Menjaga Pressure Cascade

✓ Mengontrol lalu lintas personel

✓ Mengontrol perpindahan material


35.4 MENGAPA AIRLOCK DIBUTUHKAN?

Tanpa Airlock:

Koridor

↓

Langsung ke Cleanroom


Ketika pintu dibuka:

Kontaminasi dapat masuk secara langsung.


Airlock berfungsi sebagai zona penyangga.


35.5 JENIS AIRLOCK

Personnel Airlock (PAL)

Untuk perpindahan personel.


Material Airlock (MAL)

Untuk perpindahan material.


Bio-Airlock

Untuk fasilitas containment dan BSL.


35.6 AIRLOCK DAN PRESSURE CASCADE

Contoh:

Koridor

0 Pa

↓

Airlock

+10 Pa

↓

Cleanroom

+20 Pa


Udara bergerak secara bertahap.


Risiko kontaminasi berkurang.


35.7 AIRFLOW OFFSET PADA AIRLOCK

Airlock juga membutuhkan airflow offset.


Rumus dasar:

Offset=SA-EA


Offset digunakan untuk menjaga tekanan target.


35.8 CONTOH AIRLOCK POSITIF

Supply Air

1.000 CMH


Return Air

900 CMH


Perhitungan:

1000-900=100


Offset:

+100 CMH


Airlock menjadi positif.


35.9 CONTOH AIRLOCK NEGATIF

Supply Air

800 CMH


Exhaust Air

1.000 CMH


Perhitungan:

800-1000=-200


Offset:

-200 CMH


Airlock menjadi negatif.


35.10 PRESSURE CASCADE DESIGN

Prinsip umum:

Perbedaan tekanan antar ruang tidak boleh terlalu besar.


Umumnya:

5–15 Pa per langkah.


Contoh:

Koridor = 0 Pa

Airlock = +10 Pa

Cleanroom = +20 Pa


35.11 AIRLOCK SIZING

Ukuran Airlock ditentukan oleh:

✓ Jumlah personel

✓ Frekuensi penggunaan

✓ Material handling

✓ Risiko proses


Tidak ada ukuran universal.


35.12 AIR CHANGE RATE AIRLOCK

Airlock biasanya menggunakan:

✓ 10–20 ACH


Tergantung aplikasi.


Tujuan:

✓ Pengenceran kontaminasi

✓ Pemulihan kondisi setelah pintu dibuka


35.13 AIRFLOW CALCULATION

Rumus ACH:

ACH=\frac{Q}{Volume}


Rumus Airflow:

Q=ACH\times Volume


35.14 DOOR OPENING IMPACT

Ketika pintu dibuka:

✓ Tekanan turun

✓ Airflow berubah

✓ Kontaminasi dapat berpindah


Semakin lama pintu terbuka:

Semakin besar gangguan sistem.


35.15 INTERLOCK SYSTEM

Untuk mencegah kedua pintu terbuka bersamaan digunakan:

Door Interlock System


Prinsip:

Pintu A harus tertutup sebelum Pintu B dapat dibuka.


35.16 RECOVERY TIME

Recovery Time adalah waktu yang dibutuhkan Airlock untuk kembali ke kondisi normal setelah pintu dibuka.


Dipengaruhi oleh:

✓ ACH

✓ Airflow

✓ Volume Ruangan

✓ Besar gangguan


35.17 AIRLOCK PADA CLEANROOM

Fungsi:

✓ Menjaga klasifikasi ruangan

✓ Menjaga tekanan positif

✓ Mengurangi partikel masuk


Umumnya menggunakan Positive Pressure Cascade.


35.18 AIRLOCK PADA MEDICAL HVAC

Digunakan pada:

✓ Operating Room

✓ Isolation Room

✓ CSSD

✓ Area Steril


Tujuannya mengontrol perpindahan udara antar area.


35.19 AIRLOCK PADA BIOSAFETY LABORATORY

Pada BSL:

Airlock merupakan bagian dari sistem containment.


Digunakan untuk:

✓ Menjaga tekanan negatif bertingkat

✓ Mengurangi pelepasan kontaminan

✓ Melindungi personel


35.20 STUDI KASUS

Kasus:

Cleanroom Farmasi


Tekanan:

Koridor = 0 Pa

Airlock = +10 Pa

Produksi = +20 Pa


Saat pintu dibuka:

Tekanan turun sementara.


Namun karena adanya Airlock:

Kontaminasi tidak langsung masuk ke area produksi.


35.21 KESALAHAN UMUM

✗ Tidak menggunakan Airlock.

✗ Perbedaan tekanan terlalu besar.

✗ Tidak menggunakan interlock.

✗ ACH terlalu rendah.

✗ Airflow tidak seimbang.

✗ Tidak memperhitungkan frekuensi buka-tutup pintu.


35.22 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika tekanan ruangan sering gagal, banyak orang fokus pada AHU.

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa kali pintu dibuka?

✓ Apakah ada Airlock?

✓ Apakah interlock bekerja?

✓ Berapa ACH Airlock?

✓ Berapa Recovery Time?

Karena banyak gangguan tekanan sebenarnya berasal dari area transisi, bukan dari AHU.


35.23 RINGKASAN

Airlock adalah ruang transisi yang digunakan untuk menjaga Pressure Cascade dan mengurangi perpindahan kontaminasi.

Rumus utama:

Airflow Offset:

Offset=SA-EA

ACH:

ACH=\frac{Q}{Volume}

Airflow:

Q=ACH\times Volume

Prinsip penting:

✓ Airlock menjaga Pressure Cascade.

✓ Airlock mengurangi perpindahan kontaminasi.

✓ Door Interlock meningkatkan efektivitas Airlock.

✓ Recovery Time harus diperhitungkan dalam desain.

Prinsip yang harus selalu diingat:

Tekanan ruangan yang baik tidak hanya bergantung pada AHU.

Tekanan ruangan yang baik juga bergantung pada bagaimana perpindahan manusia dan material dikendalikan.

Dan dalam banyak fasilitas kritis, Airlock merupakan garis pertahanan pertama terhadap kegagalan containment dan kontaminasi.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat