Home » » BAB 2 AIR CHANGE RATE (ACH)

BAB 2 AIR CHANGE RATE (ACH)

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM – Controlled Environment Engineering


2.1 PENDAHULUAN

Setelah memahami airflow pada Bab 1, langkah berikutnya adalah memahami Air Change Rate (ACH).

ACH merupakan salah satu parameter paling penting dalam HVAC karena digunakan untuk menentukan seberapa sering udara dalam suatu ruangan diganti dalam satu jam.

Dalam banyak proyek HVAC, cleanroom, rumah sakit, laboratorium, maupun industri farmasi, kebutuhan airflow biasanya ditentukan berdasarkan ACH.

Karena itu, memahami ACH merupakan kemampuan dasar yang wajib dimiliki setiap HVAC Engineer.


2.2 APA ITU ACH?

ACH (Air Change Rate) adalah jumlah pergantian udara dalam suatu ruangan selama satu jam.

Satuan:

ACH (Air Changes per Hour)

Contoh:

10 ACH berarti seluruh volume udara ruangan secara teoritis diganti sebanyak 10 kali setiap jam.


2.3 RUMUS DASAR ACH

ACH=\frac{Q}{V}

Keterangan:

ACH = Air Change Rate (1/jam)

Q = Airflow (m³/jam)

V = Volume Ruangan (m³)


2.4 RUMUS AIRFLOW DARI ACH

Dalam praktik HVAC, engineer lebih sering menghitung airflow berdasarkan ACH yang dipersyaratkan.

Q=V\times ACH

Keterangan:

Q = Airflow (m³/jam)

V = Volume Ruangan (m³)

ACH = Air Change Rate


2.5 MENGHITUNG VOLUME RUANGAN

Sebelum menghitung ACH, volume ruangan harus diketahui.

V=P\times L\times T

Keterangan:

V = Volume Ruangan (m³)

P = Panjang (m)

L = Lebar (m)

T = Tinggi (m)


Contoh:

Panjang = 6 m

Lebar = 5 m

Tinggi = 3 m

Volume:

V = 6 × 5 × 3

V = 90 m³


2.6 CONTOH PERHITUNGAN ACH

Data:

Volume Ruangan = 90 m³

Airflow Supply = 1.800 m³/jam

ACH:

ACH = 1.800 ÷ 90

ACH = 20

Hasil:

ACH = 20 kali per jam

Artinya secara teoritis udara dalam ruangan diganti sebanyak 20 kali setiap jam.


2.7 CONTOH PERHITUNGAN AIRFLOW

Data:

Ruangan Farmasi

Panjang = 8 m

Lebar = 5 m

Tinggi = 3 m

Target ACH = 25

Volume:

8 × 5 × 3

= 120 m³

Airflow:

120 × 25

= 3.000 m³/jam

Hasil:

Kebutuhan airflow = 3.000 m³/jam


2.8 ACH DAN CLEANROOM

Pada cleanroom, ACH digunakan untuk:

✓ Mengendalikan partikel

✓ Menjaga kebersihan ruangan

✓ Mempercepat recovery time

✓ Mendukung pressure cascade

Semakin tinggi ACH, umumnya semakin baik kemampuan pengenceran partikel.

Namun ACH yang terlalu tinggi juga meningkatkan:

  • Konsumsi energi

  • Ukuran AHU

  • Ukuran ducting

  • Biaya operasional


2.9 ACH DAN RUMAH SAKIT

Pada fasilitas kesehatan, ACH digunakan untuk:

  • Pengendalian infeksi

  • Pengenceran aerosol

  • Pengendalian airborne contaminant

  • Menjaga kualitas udara

Contoh umum:

AreaACH
Ruang Rawat6 – 12
ICU6 – 12
Ruang Operasi20 – 25
Ruang Isolasi Negatif≥12
CSSD Clean Area10 – 20

Nilai aktual harus mengikuti regulasi dan standar yang berlaku.


2.10 ACH DAN BIOSAFETY LABORATORY

Pada Biosafety Laboratory:

ACH bukan hanya untuk kenyamanan.

ACH digunakan untuk:

✓ Containment

✓ Pengenceran aerosol biologis

✓ Mendukung tekanan negatif

✓ Mendukung sistem exhaust

ACH yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko paparan biologis.


2.11 KESALAHAN UMUM

Kesalahan 1

Menggunakan luas ruangan.

Padahal yang digunakan adalah:

Volume ruangan

Bukan luas lantai.


Kesalahan 2

Lupa memasukkan tinggi ruangan.

Akibatnya airflow menjadi terlalu kecil.


Kesalahan 3

Menganggap ACH sebagai satu-satunya dasar desain.

Padahal desain HVAC juga dipengaruhi oleh:

  • Heat load

  • Moisture load

  • Pressure requirement

  • Filtration

  • Process requirement


Kesalahan 4

Menggunakan ACH tinggi tanpa alasan teknis.

ACH yang terlalu tinggi dapat menyebabkan:

  • Energi meningkat

  • Noise meningkat

  • Investasi bertambah

Tanpa manfaat yang signifikan.


2.12 ACH DAN CARA BERPIKIR ENGINEER

Banyak orang bertanya:

"Berapa PK AC yang dibutuhkan?"

Engineer yang baik akan bertanya:

✓ Volume ruangannya berapa?

✓ Target ACH berapa?

✓ Temperatur berapa?

✓ RH berapa?

✓ Ada HEPA filter?

✓ Ada tekanan positif atau negatif?

Karena kapasitas pendinginan hanyalah salah satu bagian dari sistem HVAC.


2.13 RINGKASAN

ACH adalah jumlah pergantian udara dalam ruangan setiap jam.

Prinsip dasar yang harus diingat:

✓ ACH ditentukan oleh airflow dan volume ruangan.

✓ ACH mempengaruhi kualitas udara.

✓ ACH mempengaruhi tekanan ruangan.

✓ ACH mempengaruhi performa cleanroom.

✓ ACH mempengaruhi performa Medical HVAC dan BSL.

Rumus yang paling sering digunakan:

Airflow = Volume Ruangan × ACH

Inilah salah satu rumus paling penting dalam dunia HVAC Engineering.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat