HANDBOOK HVAC FORMULA
RIJOMAC SYSTEM – Controlled Environment Engineering
1.1 PENDAHULUAN
Dalam dunia HVAC, airflow merupakan salah satu parameter paling penting yang harus dipahami oleh engineer.
Sebagian besar permasalahan HVAC pada akhirnya berkaitan dengan airflow, seperti:
Ruangan tidak dingin
Temperatur tidak stabil
Kelembapan tinggi
Tekanan ruangan tidak tercapai
ACH tidak sesuai
HEPA Filter tidak bekerja optimal
Coil membeku
Konsumsi energi berlebihan
Karena itu, sebelum membahas refrigerasi, chiller, atau kontrol otomatis, engineer harus memahami dasar-dasar airflow.
1.2 APA ITU AIRFLOW?
Airflow adalah jumlah udara yang mengalir melalui suatu sistem dalam periode waktu tertentu.
Dalam HVAC, airflow digunakan untuk:
Mendistribusikan udara dingin
Mengontrol temperatur
Mengontrol kelembapan
Mengencerkan kontaminan
Menjaga tekanan ruangan
Menyediakan udara segar
Mengontrol kualitas udara dalam ruangan
Tanpa airflow yang cukup, sistem HVAC tidak akan mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
1.3 SATUAN AIRFLOW
Beberapa satuan airflow yang umum digunakan:
| Satuan | Keterangan |
|---|---|
| CMH | Cubic Meter per Hour (m³/h) |
| CMM | Cubic Meter per Minute (m³/min) |
| CFM | Cubic Feet per Minute |
| L/s | Liter per Second |
Di Indonesia, satuan yang paling umum digunakan adalah:
m³/jam (CMH)
1.4 KONVERSI AIRFLOW
CFM ke CMH
CMH = CFM \times 1.699
Contoh:
1000 CFM
= 1000 × 1.699
= 1.699 CMH
CMH ke CFM
CFM = \frac{CMH}{1.699}
Contoh:
2.000 CMH
= 2.000 ÷ 1.699
≈ 1.177 CFM
1.5 HUBUNGAN AIRFLOW DAN KECEPATAN UDARA
Airflow dipengaruhi oleh:
Luas penampang
Kecepatan udara
Hubungannya adalah:
Q = A \times V
Keterangan:
Q = Airflow (m³/s)
A = Luas penampang (m²)
V = Kecepatan udara (m/s)
Contoh:
Duct berukuran:
500 mm × 400 mm
Luas:
0,5 × 0,4
= 0,20 m²
Kecepatan udara:
5 m/s
Maka:
Q = 0,20 × 5
= 1,0 m³/s
Konversi ke CMH:
1,0 × 3600
= 3.600 CMH
1.6 AIRFLOW PADA SISTEM HVAC
Airflow digunakan untuk:
Supply Air (SA)
Udara yang dikirim ke ruangan.
Return Air (RA)
Udara yang kembali dari ruangan menuju AHU.
Fresh Air (FA)
Udara luar yang dimasukkan ke sistem HVAC.
Exhaust Air (EA)
Udara yang dibuang keluar bangunan.
1.7 AIRFLOW DAN KENYAMANAN TERMAL
Banyak orang mengira bahwa ruangan panas selalu disebabkan oleh kurangnya kapasitas pendinginan.
Padahal dalam banyak kasus, penyebabnya adalah airflow yang tidak mencukupi.
Contoh:
Filter kotor
Fan rusak
Belt kendor
Duct bocor
Damper tertutup
Akibatnya:
Distribusi udara tidak merata
Temperatur naik
Kelembapan meningkat
Ruangan terasa tidak nyaman
1.8 AIRFLOW DAN CLEANROOM
Pada cleanroom, airflow memiliki fungsi tambahan:
Mengendalikan partikel
Menjaga tekanan ruangan
Menentukan Air Change Rate (ACH)
Membantu recovery time
Karena itu airflow menjadi parameter utama dalam desain cleanroom HVAC.
1.9 AIRFLOW DAN RUMAH SAKIT
Pada fasilitas kesehatan, airflow digunakan untuk:
Mengendalikan infeksi airborne
Menjaga tekanan ruang isolasi
Menjaga kualitas udara ruang operasi
Mengontrol aliran udara antar ruang
Kesalahan airflow dapat menyebabkan kegagalan sistem containment.
1.10 KESALAHAN UMUM
Kesalahan yang sering terjadi:
✗ Langsung mengecek refrigerasi saat ruangan panas.
✗ Mengabaikan pengukuran airflow.
✗ Tidak memiliki data airflow desain.
✗ Menganggap semua masalah HVAC berasal dari freon.
Padahal pada banyak kasus, akar masalah justru berada pada airflow.
1.11 RINGKASAN
Airflow merupakan fondasi dari seluruh sistem HVAC.
Sebelum membahas pendinginan, kelembapan, tekanan, maupun filtrasi, engineer harus memahami:
✓ Satuan airflow
✓ Konversi airflow
✓ Hubungan airflow dan kecepatan udara
✓ Fungsi airflow dalam HVAC
✓ Pengaruh airflow terhadap performa sistem
Prinsip sederhana yang perlu diingat:
"Jika airflow tidak benar, maka seluruh sistem HVAC tidak akan bekerja sebagaimana mestinya."