Home » » BAB 13 ENTHALPY

BAB 13 ENTHALPY

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


13.1 PENDAHULUAN

Pada bab sebelumnya telah dibahas:

✓ Relative Humidity

✓ Dew Point

✓ Humidity Ratio

Ketiga parameter tersebut menjelaskan kondisi udara dari sisi kelembapan.

Namun dalam HVAC Engineering, terdapat satu parameter yang dapat menggambarkan seluruh energi yang terkandung dalam udara, yaitu:

Enthalpy

Enthalpy merupakan salah satu parameter terpenting dalam psychrometrics karena digunakan untuk:

✓ Cooling Load Calculation

✓ Fresh Air Load

✓ AHU Design

✓ Chilled Water Calculation

✓ Dehumidification Analysis

✓ Energy Efficiency Evaluation


13.2 APA ITU ENTHALPY?

Enthalpy adalah jumlah total energi yang terkandung dalam udara.

Energi tersebut terdiri dari:

✓ Sensible Heat

✓ Latent Heat


Karena itu Enthalpy sering disebut:

Total Heat Content


13.3 SATUAN ENTHALPY

Satuan yang umum digunakan:

  • kJ/kg Dry Air

atau

  • Btu/lb Dry Air


Dalam handbook ini digunakan:

kJ/kg Dry Air


13.4 MEMAHAMI ENTHALPY

Contoh:

Udara A

24°C

50% RH


Enthalpy:

≈ 47 kJ/kg


Artinya:

Setiap kilogram udara kering mengandung energi sekitar 47 kJ.


13.5 ENTHALPY DAN TOTAL HEAT

Semakin tinggi:

✓ Temperatur

✓ Kandungan Uap Air


Semakin tinggi Enthalpy.


Karena Enthalpy mencakup:

✓ Sensible Heat

✓ Latent Heat


13.6 ENTHALPY DAN RH

Dua kondisi dapat memiliki RH yang sama.

Namun Enthalpy berbeda.


Contoh:

24°C

50% RH


30°C

50% RH


RH sama.


Tetapi Enthalpy lebih tinggi pada 30°C.


Karena kandungan energi total lebih besar.


13.7 ENTHALPY DAN DEW POINT

Semakin tinggi Dew Point:

✓ Humidity Ratio meningkat

✓ Enthalpy meningkat


Karena kandungan uap air semakin besar.


13.8 PSYCHROMETRIC CHART

Enthalpy biasanya diperoleh dari:

✓ Psychrometric Chart

✓ HVAC Software

✓ Psychrometric Calculator

✓ BMS Trend


Dalam praktik HVAC modern, perhitungan Enthalpy hampir selalu menggunakan software atau chart.


13.9 ENTHALPY DIFFERENCE

Dalam HVAC, yang paling sering digunakan bukan nilai Enthalpy absolut.

Melainkan:

Enthalpy Difference


Dilambangkan:

Δh


13.10 RUMUS ENTHALPY DIFFERENCE

\Delta h=h_1-h_2


Dimana:

h₁ = Enthalpy awal

h₂ = Enthalpy akhir


13.11 MEMAHAMI Δh

Contoh:

Return Air

50 kJ/kg


Supply Air

35 kJ/kg


Δh

=

15 kJ/kg


Artinya:

Setiap kilogram udara kehilangan energi sebesar 15 kJ.


13.12 COOLING CAPACITY CALCULATION

Salah satu penggunaan utama Enthalpy:

Perhitungan kapasitas pendinginan.


Rumus:

Q=\dot m\times\Delta h


Dimana:

Q = Cooling Capacity

ṁ = Mass Flow Air

Δh = Perbedaan Enthalpy


13.13 CONTOH PERHITUNGAN

Data:

Mass Flow Air

2 kg/s


Enthalpy Return Air

50 kJ/kg


Enthalpy Supply Air

35 kJ/kg


Δh

=

15 kJ/kg


Cooling Capacity:

2 × 15

=

30 kW


Hasil:

Cooling Capacity

= 30 kW


13.14 KELEBIHAN METODE ENTHALPY

Metode Enthalpy lebih akurat dibanding hanya menggunakan temperatur.


Karena metode ini memperhitungkan:

✓ Sensible Heat

✓ Latent Heat

secara bersamaan.


13.15 ENTHALPY DAN FRESH AIR

Fresh Air sering menjadi sumber Cooling Load terbesar.


Terutama di negara tropis seperti Indonesia.


Karena udara luar memiliki:

✓ Temperatur tinggi

✓ Humidity tinggi

✓ Enthalpy tinggi


13.16 FRESH AIR HEAT LOAD

Beban Fresh Air dihitung menggunakan perbedaan Enthalpy.


Rumus:

Q_{FA}=\dot m\times(h_{out}-h_{room})


Dimana:

hout = Enthalpy udara luar

hroom = Enthalpy ruangan


13.17 CONTOH FRESH AIR LOAD

Udara Luar

80 kJ/kg


Udara Ruangan

50 kJ/kg


Δh

=

30 kJ/kg


Semakin besar Fresh Air:

Semakin besar Cooling Load.


13.18 ENTHALPY DAN AHU

Pada AHU:

Enthalpy digunakan untuk:

✓ Coil Capacity

✓ Mixed Air Calculation

✓ Outdoor Air Analysis

✓ Energy Calculation


Karena itu hampir semua software AHU menggunakan Enthalpy.


13.19 ENTHALPY DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Fresh Air sering cukup besar.


Akibatnya:

Fresh Air Load dapat menjadi komponen dominan.


Perhitungan Enthalpy menjadi sangat penting.


13.20 ENTHALPY DAN DEHUMIDIFIKASI

Pada sistem dehumidifikasi:

Perubahan Enthalpy menunjukkan:

✓ Moisture Removal

✓ Cooling Effect

✓ Energy Requirement


Semakin besar moisture removal:

Semakin besar perubahan enthalpy.


13.21 STUDI KASUS

Kasus:

AHU Farmasi.


Target:

22°C

50% RH


Fresh Air:

30%


Cooling Load aktual jauh lebih besar dibanding perkiraan.


Investigasi:

Perhitungan awal hanya menggunakan temperatur.


Latent Heat dari Fresh Air tidak dihitung.


Setelah menggunakan metode Enthalpy:

Cooling Load meningkat signifikan.


Penyebab masalah ditemukan.


13.22 KESALAHAN UMUM

✗ Menghitung hanya berdasarkan temperatur.

✗ Mengabaikan Latent Heat.

✗ Mengabaikan Fresh Air Load.

✗ Tidak menggunakan Psychrometric Chart.

✗ Mengabaikan Enthalpy Difference.


13.23 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika menghitung Cooling Load, banyak orang hanya melihat:

✓ Temperatur

✓ Airflow


Engineer akan bertanya:

✓ Berapa Enthalpy?

✓ Berapa Δh?

✓ Berapa Humidity Ratio?

✓ Berapa Fresh Air Load?

✓ Berapa Moisture Load?

Karena energi total udara tidak hanya berasal dari temperatur.


13.24 RINGKASAN

Enthalpy adalah total energi yang terkandung dalam udara.

Terdiri dari:

✓ Sensible Heat

✓ Latent Heat

Rumus utama:

\Delta h=h_1-h_2

Cooling Capacity:

Q=\dot m\times\Delta h

Fresh Air Load:

Q_{FA}=\dot m\times(h_{out}-h_{room})

Prinsip yang harus selalu diingat:

Temperatur hanya menunjukkan sebagian energi udara.

Enthalpy menunjukkan energi total udara.

Karena itu Enthalpy merupakan salah satu parameter paling penting dalam perhitungan HVAC modern.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat