Home » » BAB 14 MOISTURE LOAD

BAB 14 MOISTURE LOAD

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


14.1 PENDAHULUAN

Dalam sistem HVAC, temperatur bukan satu-satunya parameter yang harus dikendalikan.

Udara juga mengandung uap air yang harus dikontrol sesuai kebutuhan proses.

Jumlah uap air yang masuk ke dalam ruangan disebut:

Moisture Load

Moisture Load merupakan dasar perhitungan:

✓ Dehumidification Load

✓ Cooling Coil Selection

✓ Dehumidifier Selection

✓ Dry Room Design

✓ RH Control

✓ Dew Point Control


14.2 APA ITU MOISTURE LOAD?

Moisture Load adalah jumlah uap air yang masuk ke suatu ruangan dalam periode waktu tertentu dan harus dihilangkan oleh sistem HVAC.

Satuan yang umum digunakan:

  • kg/h

  • kg/day

  • L/h


Semakin besar Moisture Load:

✓ RH meningkat

✓ Dew Point meningkat

✓ Beban dehumidifikasi meningkat


14.3 SUMBER MOISTURE LOAD

Secara umum Moisture Load berasal dari:

External Sources

✓ Fresh Air

✓ Infiltrasi

✓ Kebocoran konstruksi


Internal Sources

✓ Operator

✓ Proses produksi

✓ Pencucian

✓ Produk

✓ Uap proses


14.4 MOISTURE MASS BALANCE

Prinsip dasar:

Uap air tidak dapat hilang begitu saja.


Moisture yang masuk harus:

✓ Dibuang

atau

✓ Terakumulasi


Karena itu Moisture Load harus dihitung sebelum menentukan kapasitas dehumidifikasi.


14.5 RUMUS DASAR MOISTURE LOAD

Rumus umum:

M=\dot m\times(W_1-W_2)


Dimana:

M = Moisture Load

ṁ = Mass Flow Air

W₁ = Humidity Ratio awal

W₂ = Humidity Ratio akhir


14.6 MEMAHAMI RUMUS

Jika udara masuk memiliki:

12 g/kg


Target ruangan:

8 g/kg


Selisih:

4 g/kg


Maka HVAC harus menghilangkan selisih kandungan uap air tersebut.


14.7 FRESH AIR MOISTURE LOAD

Pada banyak proyek HVAC di Indonesia, sumber Moisture terbesar adalah Fresh Air.


Karena udara luar tropis memiliki:

✓ Temperatur tinggi

✓ RH tinggi

✓ Dew Point tinggi

✓ Humidity Ratio tinggi


14.8 RUMUS FRESH AIR MOISTURE LOAD

M_{FA}=\dot m_{FA}\times(W_{out}-W_{room})


Dimana:

MFA = Fresh Air Moisture Load

ṁFA = Fresh Air Mass Flow

Wout = Humidity Ratio udara luar

Wroom = Humidity Ratio ruangan


14.9 CONTOH FRESH AIR LOAD

Udara Luar:

18 g/kg


Target Ruangan:

8 g/kg


Selisih:

10 g/kg


Semakin besar Fresh Air:

Semakin besar Moisture Load.


14.10 INFILTRATION MOISTURE LOAD

Selain Fresh Air yang direncanakan, terdapat Moisture yang masuk secara tidak terkontrol.


Disebut:

Infiltration Moisture Load


Sumber:

✓ Celah pintu

✓ Celah panel

✓ Airlock tidak efektif

✓ Duct leakage

✓ Kebocoran konstruksi


14.11 PENGARUH INFILTRASI

Infiltrasi dapat menyebabkan:

✓ RH meningkat

✓ Dew Point meningkat

✓ Kondensasi

✓ Kapasitas dehumidifikasi tidak cukup


Dalam banyak kasus cleanroom, infiltrasi lebih besar daripada Fresh Air yang direncanakan.


14.12 OCCUPANCY MOISTURE LOAD

Manusia menghasilkan uap air melalui:

✓ Pernapasan

✓ Penguapan kulit

✓ Aktivitas fisik


Karena itu setiap operator memberikan kontribusi Moisture Load.


14.13 NILAI PENDEKATAN OCCUPANCY MOISTURE

AktivitasMoisture Generation
Duduk Tenang40–60 g/h
Kantor50–80 g/h
Laboratorium80–120 g/h
Aktivitas Ringan100–180 g/h

Nilai aktual tergantung aktivitas dan kondisi lingkungan.


14.14 RUMUS OCCUPANCY MOISTURE LOAD

M=N\times G


Dimana:

M = Moisture Load

N = Jumlah Orang

G = Moisture Generation per Orang


14.15 CONTOH PERHITUNGAN

Operator:

10 Orang


Moisture Generation:

80 g/h


Moisture Load:

10 × 80

=

800 g/h


Hasil:

0,8 kg/h


14.16 PROCESS MOISTURE LOAD

Pada beberapa industri, sumber terbesar Moisture Load berasal dari proses.


Contoh:

✓ Pencucian

✓ Sterilisasi

✓ Pengeringan

✓ Pemasakan

✓ Fermentasi


Dalam beberapa kasus, Process Load jauh lebih besar dibanding Occupancy Load.


14.17 MOISTURE LOAD DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Sumber utama Moisture Load:

✓ Fresh Air

✓ Operator

✓ Infiltrasi


Jika tidak dikontrol:

✓ RH gagal tercapai

✓ Produk terganggu

✓ Kondensasi meningkat


14.18 MOISTURE LOAD DAN FARMASI

Pada farmasi:

Moisture Load sangat mempengaruhi:

✓ Stabilitas bahan baku

✓ Proses granulasi

✓ Proses coating

✓ Penyimpanan produk


Karena itu RH dan Dew Point harus dikontrol secara ketat.


14.19 MOISTURE LOAD DAN DRY ROOM

Pada Dry Room:

Target Dew Point sangat rendah.


Akibatnya:

Moisture Load sekecil apa pun dapat menjadi signifikan.


Karena itu:

✓ Airlock

✓ Sandwich Panel

✓ Sealing

✓ Kontrol Infiltrasi

menjadi sangat penting.


14.20 STUDI KASUS

Kasus:

Cleanroom Farmasi


Target:

22°C

45% RH


Aktual:

22°C

65% RH


Investigasi:

Cooling Capacity cukup.


Ditemukan:

Infiltrasi tinggi melalui pintu produksi.


Akibat:

Moisture Load meningkat drastis.


Solusi:

Perbaikan sealing dan pressure cascade.


14.21 KESALAHAN UMUM

✗ Hanya menghitung temperatur.

✗ Mengabaikan Moisture Load.

✗ Mengabaikan Fresh Air.

✗ Mengabaikan Infiltrasi.

✗ Mengabaikan Operator.

✗ Mengabaikan Process Moisture.


14.22 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika RH tinggi, banyak orang langsung menyalahkan AC.

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa Moisture Load?

✓ Dari mana sumber kelembapannya?

✓ Berapa Fresh Air?

✓ Berapa Infiltrasi?

✓ Berapa Moisture dari Operator?

✓ Berapa Moisture dari Proses?

Karena RH tinggi hampir selalu merupakan akibat dari Moisture Load yang tidak terkendali.


14.23 RINGKASAN

Moisture Load adalah jumlah uap air yang harus dihilangkan oleh sistem HVAC untuk mencapai kondisi desain.

Sumber utama:

✓ Fresh Air

✓ Infiltrasi

✓ Operator

✓ Proses Produksi

Rumus dasar:

M=\dot m\times(W_1-W_2)

Fresh Air Moisture Load:

M_{FA}=\dot m_{FA}\times(W_{out}-W_{room})

Occupancy Moisture Load:

M=N\times G

Prinsip yang harus selalu diingat:

Temperatur menentukan kenyamanan.

Moisture Load menentukan kemampuan HVAC mengendalikan kelembapan.

Dan dalam banyak proyek Cleanroom, Farmasi, Medical HVAC, dan Dehumidification System, masalah terbesar bukan berasal dari panas, melainkan dari kelembapan yang tidak terkendali.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat