Home » » BAB 11 DEW POINT

BAB 11 DEW POINT

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


11.1 PENDAHULUAN

Dalam dunia HVAC, banyak orang memahami temperatur dan Relative Humidity (RH), tetapi belum tentu memahami parameter yang sering menjadi penyebab utama berbagai masalah di lapangan:

Dew Point

Dew Point sangat penting pada:

  • Cleanroom

  • Industri Farmasi

  • Rumah Sakit

  • Biosafety Laboratory

  • Industri Elektronik

  • Dry Room

  • Dehumidification System

Memahami Dew Point membantu engineer menjawab pertanyaan:

✓ Mengapa terjadi kondensasi?

✓ Mengapa RH sulit dikendalikan?

✓ Mengapa coil menghasilkan air?

✓ Mengapa produk menjadi lembap?

✓ Mengapa ruangan mengalami embun?


11.2 APA ITU DEW POINT?

Dew Point adalah temperatur dimana udara mencapai kondisi jenuh dan mulai menghasilkan kondensasi.

Pada titik ini:

RH = 100%


Jika temperatur udara terus diturunkan melewati Dew Point:

Uap air akan berubah menjadi air cair.


11.3 MEMAHAMI DEW POINT

Contoh:

Udara:

24°C

50% RH


Dew Point:

≈ 13°C


Artinya:

Jika udara tersebut didinginkan hingga 13°C, maka udara akan mencapai kondisi jenuh.


Jika didinginkan lebih rendah dari 13°C:

Kondensasi akan terjadi.


11.4 HUBUNGAN DEW POINT DAN RH

Semakin tinggi RH:

Semakin tinggi Dew Point.


Semakin rendah RH:

Semakin rendah Dew Point.


Contoh:

KondisiDew Point
24°C – 40% RH±10°C
24°C – 50% RH±13°C
24°C – 60% RH±16°C
24°C – 70% RH±18°C

11.5 DEW POINT DAN KANDUNGAN UAP AIR

Dew Point merupakan indikator langsung jumlah uap air dalam udara.


Semakin tinggi Dew Point:

✓ Kandungan uap air semakin tinggi

✓ Moisture Load semakin besar


Semakin rendah Dew Point:

✓ Udara semakin kering

✓ Moisture Content semakin rendah


11.6 DEW POINT DAN TEMPERATUR

Temperatur dan Dew Point adalah dua parameter yang berbeda.


Contoh:

Temperatur:

24°C


Dew Point:

13°C


Artinya:

Udara masih dapat didinginkan 11°C sebelum kondensasi terjadi.


11.7 APA ITU KONDENSASI?

Kondensasi adalah perubahan uap air menjadi air cair.


Terjadi ketika:

Temperatur permukaan lebih rendah dari Dew Point udara.


Contoh:

Udara:

24°C

50% RH


Dew Point:

13°C


Permukaan Pipa:

10°C


Hasil:

Kondensasi terjadi.


11.8 CONTOH KONDENSASI DI HVAC

Kondensasi sering ditemukan pada:

✓ Cooling Coil

✓ Pipa Chilled Water

✓ Ducting dingin

✓ Diffuser

✓ Permukaan logam


Jika tidak dikendalikan:

✓ Korosi

✓ Jamur

✓ Kerusakan material

✓ Kontaminasi


11.9 DEW POINT DAN COOLING COIL

Cooling Coil menghilangkan kelembapan melalui proses kondensasi.


Syarat:

Temperatur Coil harus lebih rendah dari Dew Point udara.


Jika kondisi ini tercapai:

✓ Air terkondensasi

✓ RH turun

✓ Moisture Load berkurang


11.10 DEW POINT DAN DEHUMIDIFIKASI

Tujuan utama dehumidifikasi:

Menurunkan Dew Point.


Semakin rendah Dew Point:

✓ Udara semakin kering

✓ RH lebih mudah dikendalikan


11.11 DEW POINT DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Dew Point digunakan untuk:

✓ Mengontrol RH

✓ Menghindari kondensasi

✓ Menjaga kualitas produk

✓ Mengontrol proses produksi


Pada beberapa aplikasi farmasi:

Dew Point lebih penting daripada RH.


11.12 DEW POINT DAN DRY ROOM

Pada industri baterai lithium:

Parameter utama bukan RH.


Melainkan:

Dew Point


Contoh:

-20°C DP

-40°C DP

-60°C DP


Semakin rendah Dew Point:

Semakin kering ruangan.


11.13 DEW POINT DAN FARMASI

Pada farmasi:

Dew Point digunakan untuk:

✓ Pengendalian RH

✓ Penyimpanan bahan baku

✓ Pengendalian proses

✓ Pencegahan kondensasi


11.14 DEW POINT DAN RUMAH SAKIT

Pada fasilitas kesehatan:

Dew Point membantu mencegah:

✓ Kondensasi pada ducting

✓ Pertumbuhan mikroorganisme

✓ Kerusakan plafon

✓ Kerusakan insulasi


11.15 DEW POINT DAN BIOSAFETY LABORATORY

Pada BSL:

Dew Point yang terkontrol membantu:

✓ Stabilitas lingkungan

✓ Kinerja HVAC

✓ Umur peralatan


Namun containment tetap menjadi prioritas utama.


11.16 DEW POINT CONTROL

Metode pengendalian Dew Point:

Cooling Coil

Menghilangkan uap air melalui kondensasi.


Refrigeration Dehumidifier

Menurunkan Moisture Content.


Desiccant Dehumidifier

Mengadsorpsi uap air secara langsung.


Mengurangi Infiltrasi

Mencegah masuknya udara lembap.


11.17 TANDA-TANDA DEW POINT TIDAK TERKENDALI

✓ RH tinggi

✓ Kondensasi

✓ Embun pada permukaan

✓ Jamur

✓ Korosi

✓ Produk rusak


11.18 STUDI KASUS

Kasus:

Ruang Produksi.


Kondisi:

24°C

60% RH


Dew Point:

≈16°C


Permukaan Duct:

14°C


Hasil:

Kondensasi terjadi pada permukaan duct.


Penyebab:

Temperatur permukaan lebih rendah daripada Dew Point udara.


11.19 KESALAHAN UMUM

✗ Hanya memonitor RH.

✗ Mengabaikan Dew Point.

✗ Mengabaikan temperatur permukaan.

✗ Mengabaikan infiltrasi.

✗ Menganggap RH cukup untuk semua aplikasi.


11.20 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika melihat kondensasi, banyak orang bertanya:

"Kenapa ada air?"

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa Dew Point udara?

✓ Berapa temperatur permukaan?

✓ Berapa RH?

✓ Apakah terjadi infiltrasi?

✓ Apakah sistem dehumidifikasi bekerja?

Karena kondensasi selalu dapat dijelaskan melalui hubungan antara Dew Point dan temperatur permukaan.


11.21 RINGKASAN

Dew Point adalah temperatur dimana udara mencapai kondisi jenuh dan mulai menghasilkan kondensasi.

Prinsip penting:

✓ Dew Point menunjukkan kandungan uap air dalam udara.

✓ Dew Point menentukan potensi kondensasi.

✓ Dew Point penting untuk dehumidifikasi.

✓ Dew Point sering lebih penting daripada RH pada proses tertentu.

Hubungan yang harus selalu diingat:

Jika Temperatur Permukaan < Dew Point Udara

↓

Kondensasi Akan Terjadi

Pemahaman Dew Point merupakan salah satu kunci utama dalam HVAC Engineering, terutama pada Cleanroom, Farmasi, Medical HVAC, Biosafety Laboratory, dan Dehumidification System.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat