Home » » BAB 7 OCCUPANCY LOAD

BAB 7 OCCUPANCY LOAD

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


7.1 PENDAHULUAN

Dalam perhitungan Cooling Load, manusia merupakan salah satu sumber panas yang harus diperhitungkan.

Setiap orang yang berada di dalam ruangan menghasilkan:

✓ Sensible Heat

✓ Latent Heat

Semakin banyak jumlah penghuni, semakin besar beban pendinginan yang harus ditangani oleh sistem HVAC.

Pada beberapa aplikasi seperti:

  • Ruang Meeting

  • Auditorium

  • Kelas

  • Ruang Operasi

  • Cleanroom

  • Laboratorium

Occupancy Load dapat menjadi salah satu komponen heat load terbesar.


7.2 APA ITU OCCUPANCY LOAD?

Occupancy Load adalah beban panas yang berasal dari keberadaan manusia di dalam suatu ruangan.

Panas tersebut berasal dari:

✓ Metabolisme tubuh

✓ Aktivitas fisik

✓ Pernapasan

✓ Penguapan keringat


Occupancy Load terdiri dari:

Sensible Heat

Panas yang meningkatkan temperatur udara.


Latent Heat

Panas yang berasal dari kandungan uap air yang dilepaskan tubuh.


7.3 MENGAPA OCCUPANCY LOAD PENTING?

Kesalahan umum dalam desain HVAC adalah hanya menghitung luas ruangan.

Padahal dua ruangan dengan luas yang sama dapat memiliki beban pendinginan yang sangat berbeda karena jumlah penghuninya berbeda.


Contoh:

Ruang Kantor

20 Orang


Ruang Meeting

50 Orang


Luas sama.

Cooling Load berbeda.


7.4 OCCUPANCY HEAT GAIN

Setiap orang menghasilkan panas.

Besarnya tergantung:

✓ Aktivitas

✓ Umur

✓ Kondisi lingkungan

✓ Durasi aktivitas


Semakin tinggi aktivitas:

Semakin besar heat gain.


7.5 NILAI PENDEKATAN OCCUPANCY LOAD

Pendekatan praktis HVAC:

AktivitasHeat Gain
Duduk Tenang100 W/orang
Kantor120 W/orang
Meeting130 W/orang
Laboratorium150 W/orang
Aktivitas Ringan180 W/orang
Aktivitas Sedang250 W/orang

Nilai aktual dapat berbeda tergantung standar yang digunakan.


7.6 RUMUS OCCUPANCY LOAD

Rumus sederhana:

Q=N\times q

Dimana:

Q = Occupancy Load (W)

N = Jumlah Orang

q = Heat Gain per Orang (W/orang)


7.7 CONTOH PERHITUNGAN

Data:

Jumlah Orang

20 Orang


Aktivitas Kantor

120 W/orang


Occupancy Load:

20 × 120

=

2.400 W


Hasil:

Occupancy Load

= 2,4 kW


7.8 SENSIBLE DAN LATENT OCCUPANCY LOAD

Occupancy Load terdiri dari dua komponen:

Sensible Heat

Umumnya:

60–75%


Latent Heat

Umumnya:

25–40%


Tergantung jenis aktivitas.


7.9 CONTOH PEMBAGIAN

Occupancy Load

2,4 kW


Sensible

70%

=

1,68 kW


Latent

30%

=

0,72 kW


Total tetap:

2,4 kW


7.10 AKTIVITAS DAN HEAT GAIN

Semakin aktif seseorang:

Semakin besar panas yang dihasilkan.


Contoh:

Duduk bekerja

≈ 120 W


Berdiri bekerja

≈ 180 W


Aktivitas fisik ringan

≈ 250 W


Aktivitas berat

400 W


7.11 OCCUPANCY LOAD DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Manusia merupakan salah satu sumber utama:

✓ Panas

✓ Kelembapan

✓ Partikel

✓ Kontaminasi


Karena itu jumlah operator sering dibatasi.


7.12 OCCUPANCY LOAD DAN FARMASI

Pada industri farmasi:

Operator tidak hanya menghasilkan panas.

Tetapi juga:

✓ Moisture Load

✓ Particle Generation

✓ Risiko Kontaminasi


Karena itu Occupancy Load harus dihitung secara cermat.


7.13 OCCUPANCY LOAD DAN RUMAH SAKIT

Pada rumah sakit:

Occupancy Load berasal dari:

✓ Pasien

✓ Dokter

✓ Perawat

✓ Pengunjung


Area dengan kepadatan tinggi memerlukan perhatian khusus.


7.14 OCCUPANCY LOAD DAN LABORATORIUM

Pada laboratorium:

Jumlah personel sering berubah.


Perhitungan biasanya menggunakan:

Jumlah maksimum penghuni.


Tujuannya:

Menjamin sistem HVAC tetap mampu bekerja pada kondisi terburuk.


7.15 DIVERSITY FACTOR

Tidak semua ruangan selalu terisi penuh.


Untuk beberapa aplikasi digunakan:

Occupancy Diversity Factor.


Namun pada area kritis:

  • Cleanroom

  • Farmasi

  • Rumah Sakit

umumnya digunakan kondisi maksimum.


7.16 OCCUPANCY LOAD DAN AIRFLOW

Semakin banyak penghuni:

✓ Heat Load meningkat

✓ Moisture Load meningkat

✓ Fresh Air Requirement meningkat


Akibatnya:

Kebutuhan airflow juga meningkat.


7.17 OCCUPANCY LOAD DAN FRESH AIR

Fresh Air biasanya dihitung berdasarkan:

✓ Jumlah orang

✓ Luas ruangan

✓ Standar ventilasi


Karena itu peningkatan jumlah penghuni akan meningkatkan:

Cooling Load total.


7.18 STUDI KASUS

Kasus:

Ruang Meeting.


Luas:

40 m²


Desain Awal:

10 Orang


Aktual:

25 Orang


Keluhan:

Ruangan terasa panas.


Investigasi:

Cooling capacity sesuai desain awal.


Masalah:

Occupancy Load meningkat 150%.


Pelajaran:

Jumlah penghuni harus diperhitungkan sejak tahap desain.


7.19 KESALAHAN UMUM

✗ Mengabaikan jumlah penghuni.

✗ Menggunakan asumsi terlalu rendah.

✗ Mengabaikan aktivitas penghuni.

✗ Menghitung hanya temperatur.

✗ Mengabaikan latent load dari manusia.


7.20 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika ruangan terasa panas, banyak orang bertanya:

"Apakah AC kurang besar?"

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa jumlah penghuni?

✓ Aktivitasnya apa?

✓ Berapa Occupancy Load?

✓ Berapa Fresh Air yang dibutuhkan?

✓ Berapa Moisture Load yang dihasilkan?

Karena manusia adalah salah satu sumber panas terbesar dalam banyak aplikasi HVAC.


7.21 RINGKASAN

Occupancy Load adalah beban panas yang berasal dari manusia.

Terdiri dari:

✓ Sensible Heat

✓ Latent Heat

Rumus dasar:

Q=N\times q

Dimana:

N = Jumlah Orang

q = Heat Gain per Orang

Prinsip penting:

✓ Semakin banyak penghuni, semakin besar Cooling Load.

✓ Aktivitas mempengaruhi Heat Gain.

✓ Manusia menghasilkan Sensible dan Latent Heat.

✓ Occupancy Load mempengaruhi kebutuhan Fresh Air.

Dalam banyak proyek HVAC, jumlah penghuni yang salah diasumsikan dapat menyebabkan sistem yang tampak cukup di atas kertas, tetapi gagal saat digunakan dalam kondisi nyata.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat