Home » » BAB 47 AIR VELOCITY TEST

BAB 47 AIR VELOCITY TEST

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


47.1 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, pembaca diharapkan mampu:

✓ Memahami tujuan Air Velocity Test.

✓ Melakukan Velocity Mapping.

✓ Menghitung rata-rata kecepatan udara.

✓ Mengevaluasi Uniformity Airflow.

✓ Memverifikasi performa HEPA Filter dan FFU.


47.2 PENDAHULUAN

Dalam sistem Cleanroom, HEPA Filter, FFU, dan Laminar Airflow System, airflow tidak cukup hanya diukur total volumenya.


Distribusi udara juga harus diperiksa.


Karena itu dilakukan:

Air Velocity Test


Tujuan utama:

Memastikan udara terdistribusi secara merata.


47.3 APA ITU AIR VELOCITY TEST?

Air Velocity Test adalah pengukuran kecepatan udara pada beberapa titik untuk mengetahui:

✓ Airflow Pattern

✓ Uniformity

✓ Distribusi Udara

✓ Kinerja HEPA atau FFU


47.4 APLIKASI AIR VELOCITY TEST

Digunakan pada:

✓ Cleanroom ISO 5

✓ FFU System

✓ Laminar Airflow

✓ Biosafety Cabinet

✓ Operating Room

✓ HEPA Terminal


47.5 VELOCITY MAPPING

Velocity Mapping adalah pengukuran kecepatan udara pada sejumlah titik yang telah ditentukan.


Tujuan:

Mengetahui keseragaman distribusi udara.


47.6 INSTRUMEN PENGUKURAN

Peralatan yang umum digunakan:

✓ Hot Wire Anemometer

✓ Thermal Anemometer

✓ Vane Anemometer


Alat harus terkalibrasi.


47.7 POLA PENGUKURAN

HEPA atau FFU dibagi menjadi beberapa titik ukur.


Contoh:

✓ 3 × 3 Grid

✓ 4 × 4 Grid

✓ 5 × 5 Grid


Semakin banyak titik:

Semakin baik representasi data.


47.8 RATA-RATA KECEPATAN

Rumus:

V_{avg}=\frac{V_1+V_2+V_3+...+V_n}{n}


Dimana:

Vavg = Kecepatan Rata-rata

Vn = Kecepatan pada titik ukur

n = Jumlah titik


47.9 CONTOH PERHITUNGAN

Data:

0,43 m/s

0,46 m/s

0,45 m/s

0,44 m/s

0,47 m/s


Perhitungan:

\frac{0.43+0.46+0.45+0.44+0.47}{5}


Hasil:

0,45 m/s


47.10 FACE VELOCITY

Face Velocity adalah kecepatan udara yang melewati permukaan filter.


Rumus:

V=\frac{Q}{A}


Dimana:

Q = Airflow

A = Luas Area


47.11 FACE VELOCITY ISO 5

Nilai umum:

0,30 – 0,45 m/s


Digunakan untuk:

✓ Laminar Flow

✓ ISO 5 Area

✓ Grade A Area


47.12 UNIFORMITY VERIFICATION

Uniformity menunjukkan keseragaman distribusi kecepatan udara.


Tujuan:

Menghindari:

✓ Dead Zone

✓ Turbulensi

✓ Area stagnan


47.13 UNIFORMITY RATIO

Pendekatan sederhana:

Uniformity=\frac{V_{max}-V_{min}}{V_{avg}}\times100%


Semakin kecil hasil:

Semakin baik uniformity.


47.14 CONTOH UNIFORMITY

Data:

Vmax = 0,48 m/s

Vmin = 0,42 m/s

Vavg = 0,45 m/s


Perhitungan:

\frac{0.48-0.42}{0.45}\times100%


Hasil:

13,3%


Distribusi udara dianggap cukup baik.


47.15 AIR VELOCITY DAN FFU

Pada FFU:

Velocity Mapping digunakan untuk:

✓ Verifikasi motor speed

✓ Verifikasi airflow

✓ Verifikasi distribusi udara


47.16 AIR VELOCITY DAN HEPA FILTER

Perbedaan velocity yang besar dapat menunjukkan:

✓ Filter loading tidak merata

✓ Kebocoran housing

✓ Kerusakan fan

✓ Distribusi udara buruk


47.17 AIR VELOCITY DAN CLEANROOM

Velocity yang tidak merata dapat menyebabkan:

✓ Recovery Time lebih lama

✓ Distribusi partikel buruk

✓ Kontaminasi area kritis


47.18 AIR VELOCITY DAN OPERATING ROOM

Pada Operating Room:

Distribusi udara harus merata untuk:

✓ Perlindungan area operasi

✓ Pengendalian kontaminasi

✓ Menjaga zona steril


47.19 STUDI KASUS

Kasus:

FFU ISO 5


Target:

0,45 m/s


Hasil:

0,32 – 0,52 m/s


Investigasi:

Motor speed tidak seragam.


Perbaikan:

Balancing ulang seluruh FFU.


Hasil akhir:

0,43 – 0,47 m/s


Uniformity membaik.


47.20 KESALAHAN UMUM

✗ Mengukur hanya satu titik.

✗ Tidak melakukan grid mapping.

✗ Menggunakan alat tidak terkalibrasi.

✗ Mengabaikan uniformity.

✗ Mengabaikan kondisi operasional sistem.


47.21 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika airflow total sudah sesuai desain, banyak orang menganggap sistem sudah baik.

Engineer akan bertanya:

✓ Apakah distribusi udara merata?

✓ Apakah ada dead zone?

✓ Apakah velocity sesuai target?

✓ Apakah semua FFU bekerja sama?

✓ Apakah airflow pattern stabil?

Karena total airflow yang benar belum tentu menghasilkan distribusi udara yang benar.


47.22 RINGKASAN

Air Velocity Test digunakan untuk memverifikasi distribusi dan keseragaman airflow.

Rumus rata-rata:

V_{avg}=\frac{V_1+V_2+V_3+...+V_n}{n}

Face Velocity:

V=\frac{Q}{A}

Uniformity:

Uniformity=\frac{V_{max}-V_{min}}{V_{avg}}\times100%

Parameter utama:

✓ Velocity Average

✓ Face Velocity

✓ Uniformity

✓ Airflow Pattern

✓ Velocity Mapping

✓ FFU Performance


Prinsip yang harus selalu diingat:

Airflow yang besar belum tentu baik.

Airflow yang merata adalah yang menghasilkan performa terbaik.

Dan dalam sistem Cleanroom, Laminar Airflow, maupun FFU, kualitas distribusi udara sering lebih penting daripada sekadar besarnya airflow total.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat