Home » » BAB 46 PARTICLE COUNT CALCULATION

BAB 46 PARTICLE COUNT CALCULATION

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


46.1 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, pembaca diharapkan mampu:

✓ Memahami prinsip Particle Count Test.

✓ Memahami ISO 14644-1.

✓ Menghitung konsentrasi partikel.

✓ Menentukan volume sampel minimum.

✓ Menentukan jumlah titik sampling.

✓ Melakukan evaluasi hasil klasifikasi Cleanroom.


46.2 PENDAHULUAN

Tujuan utama Cleanroom adalah mengendalikan jumlah partikel di udara.


Karena itu diperlukan pengujian:

Particle Count Test


Pengujian ini digunakan untuk menentukan:

✓ ISO Class

✓ Kinerja sistem filtrasi

✓ Kinerja HEPA Filter

✓ Kinerja airflow system


Standar yang digunakan:

ISO 14644-1


46.3 APA ITU PARTICLE CONCENTRATION?

Particle Concentration adalah jumlah partikel yang terdapat dalam volume udara tertentu.


Satuan:

Particles/m³


Contoh:

ISO 5

0,5 µm

=

3.520 partikel/m³


46.4 ISO CLEANROOM CLASSIFICATION

Klasifikasi ISO berdasarkan konsentrasi partikel maksimum.


Contoh umum:

ISO Class≥0,5 µm (partikel/m³)
ISO 53.520
ISO 635.200
ISO 7352.000
ISO 83.520.000

Semakin kecil angka ISO:

Semakin bersih ruangan.


46.5 PARTICLE COUNTER

Pengukuran dilakukan menggunakan:

✓ Laser Particle Counter


Alat menghitung jumlah partikel pada ukuran tertentu.


Contoh:

✓ 0,3 µm

✓ 0,5 µm

✓ 1,0 µm

✓ 5,0 µm


46.6 KONSENTRASI PARTIKEL

Rumus:

C=\frac{N}{V}


Dimana:

C = Konsentrasi Partikel

N = Jumlah Partikel

V = Volume Sampel


46.7 CONTOH PERHITUNGAN

Hasil Pengukuran:

352 partikel


Volume Sampel:

0,1 m³


Perhitungan:

\frac{352}{0.1}


Hasil:

3.520 partikel/m³


46.8 VOLUME SAMPEL MINIMUM

ISO 14644-1 mensyaratkan volume sampel minimum.


Rumus:

V_s=\frac{20}{C_n}\times1000


Dimana:

Vs = Volume Sampel Minimum (Liter)

Cn = Batas Konsentrasi Kelas ISO


46.9 CONTOH ISO 5

Batas ISO 5:

3.520 partikel/m³


Perhitungan:

\frac{20}{3520}\times1000


Hasil:

≈ 5,7 Liter


46.10 JUMLAH TITIK SAMPLING

ISO 14644-1 menggunakan pendekatan luas area.


Rumus:

NL=\sqrt{A}


Dimana:

NL = Jumlah Minimum Lokasi Sampling

A = Luas Area (m²)


46.11 CONTOH TITIK SAMPLING

Area:

36 m²


Perhitungan:

\sqrt{36}


Hasil:

6 Titik Sampling


46.12 KONDISI PENGUJIAN

Pengujian dapat dilakukan pada:

✓ As-Built

✓ At-Rest

✓ Operational


Masing-masing menghasilkan kondisi yang berbeda.


46.13 AS-BUILT CONDITION

Ruangan:

✓ Sudah selesai dibangun

✓ Belum ada operator

✓ Belum ada proses


Digunakan untuk verifikasi awal.


46.14 AT-REST CONDITION

Ruangan:

✓ Peralatan terpasang

✓ Sistem beroperasi

✓ Tidak ada operator


Umum digunakan saat commissioning.


46.15 OPERATIONAL CONDITION

Ruangan:

✓ Sistem berjalan

✓ Operator bekerja

✓ Proses berlangsung


Merupakan kondisi paling realistis.


46.16 ACCEPTANCE CRITERIA

Hasil pengukuran harus:

≤ Batas ISO Class


Jika:

Cactual ≤ Climit


Maka:

✓ Lulus


46.17 CONTOH EVALUASI

ISO 7

Batas:

352.000 partikel/m³


Hasil Pengukuran:

280.000 partikel/m³


Kesimpulan:

✓ Memenuhi ISO 7


46.18 PENGARUH HVAC

Particle Count dipengaruhi oleh:

✓ Airflow

✓ ACH

✓ HEPA Filter

✓ Recovery Time

✓ Pressure Cascade

✓ Aktivitas Operator


46.19 STUDI KASUS

Cleanroom Farmasi


Target:

ISO 8


Hasil:

4.100.000 partikel/m³


Batas:

3.520.000 partikel/m³


Investigasi:

✓ HEPA bocor

✓ Seal housing rusak


Perbaikan dilakukan.


Hasil ulang:

2.700.000 partikel/m³


Ruangan lulus.


46.20 KESALAHAN UMUM

✗ Volume sampel terlalu kecil.

✗ Lokasi sampling tidak cukup.

✗ Menggunakan alat tidak terkalibrasi.

✗ Mengabaikan kondisi ruangan saat test.

✗ Menginterpretasikan hasil tanpa mengacu ISO 14644-1.


46.21 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika Particle Count gagal, banyak orang langsung mengganti HEPA Filter.

Engineer akan bertanya:

✓ Apakah airflow sesuai?

✓ Apakah HEPA bocor?

✓ Apakah seal housing baik?

✓ Apakah jumlah titik sampling cukup?

✓ Apakah prosedur pengujian benar?

Karena hasil Particle Count adalah hasil dari seluruh sistem Cleanroom.


46.22 RINGKASAN

Particle Count Test digunakan untuk menentukan klasifikasi Cleanroom berdasarkan ISO 14644-1.

Rumus utama:

Konsentrasi Partikel:

C=\frac{N}{V}

Volume Sampel:

V_s=\frac{20}{C_n}\times1000

Jumlah Titik Sampling:

NL=\sqrt{A}

Parameter utama:

✓ ISO Class

✓ Particle Concentration

✓ Sample Volume

✓ Sampling Location

✓ Acceptance Criteria

✓ Test Condition


Prinsip yang harus selalu diingat:

HEPA Filter tidak divalidasi dengan melihat bentuknya.

Cleanroom tidak divalidasi dengan melihat kebersihannya.

Kinerja Cleanroom dibuktikan melalui pengukuran partikel yang dilakukan sesuai standar dan dapat diverifikasi secara ilmiah.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat