Home » » BAB 4 SENSIBLE HEAT

BAB 4 SENSIBLE HEAT

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM – Controlled Environment Engineering


4.1 PENDAHULUAN

Dalam perhitungan beban pendinginan HVAC, panas yang masuk ke dalam ruangan dibagi menjadi dua kategori utama:

✓ Sensible Heat

✓ Latent Heat

Memahami perbedaan keduanya sangat penting karena akan mempengaruhi:

  • Pemilihan kapasitas pendinginan

  • Pemilihan cooling coil

  • Perhitungan airflow

  • Pengendalian temperatur

  • Pengendalian kelembapan

Bab ini membahas Sensible Heat, yaitu panas yang menyebabkan perubahan temperatur udara.


4.2 APA ITU SENSIBLE HEAT?

Sensible Heat adalah panas yang menyebabkan perubahan temperatur dan dapat diukur secara langsung menggunakan termometer.

Ketika temperatur udara naik dari:

24°C menjadi 30°C

maka terjadi penambahan Sensible Heat.

Sebaliknya ketika temperatur turun dari:

30°C menjadi 24°C

maka Sensible Heat telah dipindahkan oleh sistem pendingin.


4.3 KARAKTERISTIK SENSIBLE HEAT

Sensible Heat:

✓ Mengubah temperatur

✓ Tidak mengubah kandungan uap air

✓ Dapat diukur dengan termometer

✓ Menjadi beban utama pada banyak sistem HVAC comfort


Contoh:

  • Panas dari lampu

  • Panas dari motor listrik

  • Panas dari mesin produksi

  • Radiasi matahari

  • Panas dari dinding dan atap


4.4 SUMBER SENSIBLE HEAT

Sumber utama Sensible Heat dalam bangunan:

Manusia

Tubuh manusia menghasilkan panas.


Lampu

Hampir seluruh energi listrik lampu berubah menjadi panas.


Peralatan

Mesin, motor, komputer, dan peralatan proses menghasilkan panas.


Bangunan

Panas dari:

  • Dinding

  • Atap

  • Kaca

  • Lantai


Udara Luar

Fresh Air membawa panas dari lingkungan luar.


4.5 RUMUS DASAR SENSIBLE HEAT

Pendekatan umum HVAC:

Q_s=1.2\times Q\times \Delta T

Dimana:

Qs = Sensible Heat (kW)

Q = Airflow (m³/s)

ΔT = Perbedaan Temperatur (°C)

1,2 = Konstanta pendekatan udara


4.6 MEMAHAMI ΔT

ΔT merupakan selisih temperatur.

Rumus:

\Delta T=T_1-T_2


Contoh:

Return Air = 24°C

Supply Air = 14°C


ΔT

= 24 - 14

= 10°C


4.7 CONTOH PERHITUNGAN

Data:

Airflow

3.600 CMH


Konversi:

3.600 ÷ 3.600

= 1 m³/s


Return Air

24°C


Supply Air

14°C


ΔT

10°C


Sensible Heat:

1,2 × 1 × 10

= 12 kW


Hasil:

Sensible Heat = 12 kW


4.8 INTERPRETASI HASIL

Hasil 12 kW berarti:

Sistem HVAC harus mampu menghilangkan panas sebesar 12 kW untuk mempertahankan kondisi ruangan.

Jika kapasitas pendinginan lebih kecil dari beban tersebut:

Temperatur ruangan akan meningkat.


4.9 SENSIBLE HEAT DAN AIRFLOW

Semakin besar airflow:

Semakin besar kemampuan sistem memindahkan Sensible Heat.

Karena itu airflow dan cooling capacity selalu saling berhubungan.


Contoh:

Airflow naik dua kali lipat.

Dengan ΔT yang sama.

Maka kapasitas sensible juga naik dua kali lipat.


4.10 SENSIBLE HEAT DAN COOLING COIL

Cooling Coil berfungsi menyerap Sensible Heat dari udara.

Semakin besar:

✓ Airflow

✓ ΔT

✓ Luas coil

maka semakin besar kemampuan perpindahan panas.


4.11 SENSIBLE HEAT DAN AHU

Pada AHU, Sensible Heat digunakan untuk menentukan:

✓ Cooling Coil Capacity

✓ Airflow Requirement

✓ Supply Air Temperature

✓ Fan Selection


Karena itu perhitungan sensible merupakan dasar desain AHU.


4.12 SENSIBLE HEAT DAN CLEANROOM

Pada cleanroom, sumber Sensible Heat dapat berasal dari:

✓ Operator

✓ Lampu

✓ Mesin produksi

✓ Fan Filter Unit (FFU)

✓ Motor dan peralatan proses


Semua beban tersebut harus diperhitungkan dalam desain HVAC.


4.13 SENSIBLE HEAT DAN RUMAH SAKIT

Pada fasilitas kesehatan, sumber sensible dapat berasal dari:

✓ Pasien

✓ Tenaga medis

✓ Lampu operasi

✓ Peralatan medis

✓ Fresh Air


Karena itu ruang operasi dan ICU sering memiliki cooling load yang cukup tinggi.


4.14 KESALAHAN UMUM

✗ Mengabaikan heat load peralatan.

✗ Mengabaikan fresh air.

✗ Menganggap luas ruangan cukup untuk menentukan kapasitas AC.

✗ Mengabaikan perubahan jumlah penghuni.

✗ Mengabaikan panas dari proses produksi.


4.15 STUDI KASUS

Kasus:

Ruang Produksi Farmasi.


Keluhan:

Ruangan tetap panas meskipun AC baru dipasang.


Investigasi:

Cooling capacity sesuai luas ruangan.


Ditemukan:

Terdapat mesin proses yang menghasilkan panas 15 kW.

Heat load tersebut tidak pernah dihitung.


Hasil:

Cooling capacity tidak mencukupi.


Pelajaran:

Perhitungan sensible harus mempertimbangkan seluruh sumber panas.


4.16 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika ruangan panas, banyak orang bertanya:

"Berapa PK AC yang harus ditambah?"

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa sensible heat?

✓ Berapa airflow?

✓ Berapa ΔT?

✓ Apa sumber panas terbesar?

✓ Apakah heat load sudah dihitung?

Karena solusi HVAC yang benar dimulai dari data, bukan dari perkiraan.


4.17 RINGKASAN

Sensible Heat adalah panas yang menyebabkan perubahan temperatur udara.

Karakteristik utama:

✓ Dapat diukur dengan termometer.

✓ Tidak mengubah kandungan uap air.

✓ Menjadi dasar perhitungan cooling load.

Rumus yang paling sering digunakan:

Q_s=1.2\times Q\times \Delta T

Prinsip yang harus selalu diingat:

Jika temperatur berubah, maka Sensible Heat sedang bekerja.

Dan sebelum memilih kapasitas pendinginan, seorang engineer harus terlebih dahulu memahami berapa besar Sensible Heat yang harus dipindahkan dari ruangan.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat