Home » » BAB 39 LOW DEW POINT APPLICATION

BAB 39 LOW DEW POINT APPLICATION

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


39.1 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, pembaca diharapkan mampu:

✓ Memahami konsep Low Dew Point.

✓ Memahami hubungan Dew Point dan kandungan uap air.

✓ Memahami aplikasi Dry Room.

✓ Memahami kebutuhan fasilitas baterai lithium.

✓ Memahami aplikasi proses RH rendah.

✓ Memahami tantangan desain Low Humidity Facility.


39.2 PENDAHULUAN

Pada HVAC konvensional, target lingkungan biasanya:

✓ Temperatur 22–25°C

✓ RH 40–60%


Pada beberapa industri modern, target tersebut tidak cukup.


Banyak proses memerlukan:

✓ RH sangat rendah

✓ Kandungan air sangat rendah

✓ Dew Point sangat rendah


Inilah yang dikenal sebagai:

Low Dew Point Application


39.3 APA ITU LOW DEW POINT?

Low Dew Point adalah kondisi udara dengan kandungan uap air yang sangat rendah.


Semakin rendah Dew Point:

✓ Semakin sedikit kandungan air

✓ Semakin kering udara

✓ Semakin kecil risiko kontaminasi kelembapan


39.4 DEW POINT DAN KANDUNGAN AIR

Contoh umum:

Dew PointKondisi
+10°CUdara lembap
0°CUdara normal
-20°CUdara kering
-40°CDry Room
-60°CUltra Dry Room

Penurunan Dew Point memerlukan energi yang semakin besar.


39.5 DEW POINT VS RELATIVE HUMIDITY

Pada Low Humidity Process:

Dew Point lebih penting dibanding RH.


Karena RH dipengaruhi oleh temperatur.


Sedangkan Dew Point menunjukkan kandungan uap air yang sebenarnya.


39.6 MENGAPA LOW DEW POINT DIBUTUHKAN?

Beberapa material sangat sensitif terhadap kelembapan.


Contoh:

✓ Lithium

✓ Material higroskopis

✓ Powder farmasi tertentu

✓ Material elektronik


Sedikit kelembapan dapat menyebabkan kerusakan proses.


39.7 DRY ROOM

Dry Room adalah aplikasi Low Dew Point yang paling umum.


Tujuan:

Menjaga kandungan air serendah mungkin.


Parameter utama:

✓ Dew Point

✓ Moisture Load

✓ Infiltration

✓ Airflow


39.8 TARGET DRY ROOM

Target umum:

AplikasiDew Point
General Dry Room-20°C
Battery Manufacturing-40°C
Advanced Battery-50°C
Ultra Dry Room-60°C

Nilai aktual tergantung proses.


39.9 LITHIUM BATTERY FACILITY

Fasilitas baterai lithium merupakan pengguna terbesar teknologi Low Dew Point saat ini.


Kelembapan dapat bereaksi dengan:

✓ Lithium Salt

✓ Elektroda

✓ Elektrolit


Akibatnya:

✓ Yield turun

✓ Kualitas produk menurun

✓ Risiko keselamatan meningkat


39.10 AREA KRITIS BATTERY FACILITY

Area yang sering menggunakan Dry Room:

✓ Electrode Preparation

✓ Cell Assembly

✓ Electrolyte Filling

✓ Sealing Process


Area ini biasanya memerlukan Dew Point sangat rendah.


39.11 LOW RH PROCESS

Selain baterai, aplikasi RH rendah digunakan pada:

✓ Semiconductor

✓ Electronics Manufacturing

✓ Optical Industry

✓ Specialty Chemical

✓ Pharmaceutical Powder Processing


39.12 DESICCANT DEHUMIDIFIER

Low Dew Point hampir selalu menggunakan:

✓ Desiccant Rotor


Karena Refrigeration Dehumidifier memiliki keterbatasan pada kelembapan sangat rendah.


39.13 AIRLOCK REQUIREMENT

Pada Low Dew Point Facility:

Airlock menjadi kebutuhan utama.


Fungsi:

✓ Mengurangi infiltrasi

✓ Menjaga Dew Point

✓ Menjaga Pressure Cascade


39.14 POSITIVE PRESSURE DESIGN

Sebagian besar Dry Room menggunakan:

✓ Positive Pressure


Tujuan:

Mencegah masuknya udara lembap dari luar.


39.15 INFILTRATION CONTROL

Musuh terbesar Dry Room adalah:

Udara luar yang masuk tanpa kontrol.


Karena itu diperlukan:

✓ Konstruksi kedap udara

✓ Airlock

✓ Door Interlock

✓ Pressure Cascade


39.16 MOISTURE INGRESS

Beban utama sering berasal dari:

✓ Personel

✓ Material

✓ Fresh Air

✓ Kebocoran konstruksi


Semua harus diperhitungkan dalam desain.


39.17 ENERGY CONSIDERATION

Semakin rendah Dew Point:

✓ Semakin besar kapasitas dehumidifikasi

✓ Semakin besar energi regenerasi

✓ Semakin tinggi biaya operasional


Karena itu optimasi desain sangat penting.


39.18 CLEANROOM VS DRY ROOM

Cleanroom fokus pada:

✓ Partikel


Dry Room fokus pada:

✓ Kelembapan


Banyak fasilitas menggabungkan keduanya.


Contoh:

Battery Dry Room Cleanroom.


39.19 STUDI KASUS

Kasus:

Fasilitas Baterai Lithium


Target:

-40°C Dew Point


Aktual:

-25°C Dew Point


Investigasi:

✓ Airlock sering terbuka

✓ Infiltrasi tinggi

✓ Kebocoran panel ditemukan


Hasil:

Moisture Load aktual jauh lebih tinggi dibanding desain.


39.20 KESALAHAN UMUM

✗ Menggunakan RH sebagai parameter utama.

✗ Mengabaikan Dew Point.

✗ Mengabaikan infiltrasi.

✗ Tidak menggunakan airlock.

✗ Mengabaikan moisture dari personel.

✗ Menggunakan kapasitas dehumidifier terlalu kecil.


39.21 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika Dew Point gagal tercapai, banyak orang langsung menyalahkan unit dehumidifier.

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa Moisture Load aktual?

✓ Berapa infiltrasi?

✓ Berapa kondisi udara luar?

✓ Apakah airlock bekerja?

✓ Apakah pressure cascade terjaga?

✓ Apakah konstruksi cukup kedap?

Karena pada fasilitas Low Dew Point, masalah terbesar sering berasal dari masuknya kelembapan, bukan dari kapasitas mesin.


39.22 RINGKASAN

Low Dew Point Application digunakan pada fasilitas yang membutuhkan kandungan uap air sangat rendah.

Aplikasi utama:

✓ Dry Room

✓ Lithium Battery Facility

✓ Semiconductor

✓ Electronics Manufacturing

✓ Low RH Process

Parameter utama:

✓ Dew Point

✓ Moisture Load

✓ Infiltration

✓ Airflow

✓ Pressure Cascade

✓ Dehumidification Capacity

Prinsip penting:

✓ Dew Point lebih penting daripada RH.

✓ Infiltrasi adalah sumber kelembapan utama.

✓ Airlock dan Pressure Cascade sangat penting.

✓ Desiccant Dehumidifier merupakan teknologi utama untuk Low Dew Point.

Prinsip yang harus selalu diingat:

Pada Cleanroom, partikel adalah musuh utama.

Pada Dry Room, kelembapan adalah musuh utama.

Dan semakin rendah target Dew Point, semakin penting setiap detail desain, konstruksi, dan operasional fasilitas.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat