Home » » BAB 38 DRY ROOM CALCULATION

BAB 38 DRY ROOM CALCULATION

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


38.1 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, pembaca diharapkan mampu:

✓ Memahami konsep Dry Room.

✓ Memahami Dew Point sebagai parameter utama.

✓ Menghitung Moisture Ingress.

✓ Menghitung Moisture Load dari personel.

✓ Mendesain airflow untuk Dry Room.

✓ Melakukan estimasi kapasitas dehumidifikasi.


38.2 PENDAHULUAN

Pada sebagian besar HVAC konvensional, target utama adalah:

✓ Temperatur

✓ Relative Humidity (RH)


Namun pada Dry Room:

Parameter yang paling penting adalah:

Dew Point


Karena pada Dew Point rendah, kandungan uap air menjadi sangat kecil.


Dry Room banyak digunakan pada:

✓ Industri Baterai Lithium

✓ Semiconductor

✓ Elektronik Presisi

✓ Farmasi Khusus

✓ Material Higroskopis


38.3 APA ITU DRY ROOM?

Dry Room adalah ruangan yang dirancang untuk mempertahankan kelembapan udara sangat rendah secara stabil.


Target umum:

✓ RH < 5%

✓ RH < 1%


Atau:

✓ Dew Point < -20°C

✓ Dew Point < -40°C

✓ Dew Point < -60°C


38.4 MENGAPA DEW POINT PENTING?

Pada RH rendah:

Perubahan suhu dapat mengubah nilai RH secara signifikan.


Sedangkan Dew Point secara langsung menunjukkan jumlah uap air yang terkandung dalam udara.


Karena itu Dry Room lebih sering dikendalikan berdasarkan Dew Point.


38.5 DEW POINT DAN KANDUNGAN AIR

Semakin rendah Dew Point:

✓ Semakin sedikit kandungan air

✓ Semakin kering udara


Contoh:

Dew PointKandungan Air
+10°CTinggi
0°CSedang
-20°CRendah
-40°CSangat Rendah
-60°CEkstrem Rendah

38.6 SUMBER KELEMBAPAN PADA DRY ROOM

Moisture Load berasal dari:

✓ Udara luar

✓ Personel

✓ Material

✓ Kebocoran konstruksi

✓ Airlock

✓ Proses produksi


Semua sumber harus dihitung.


38.7 MOISTURE INGRESS

Moisture Ingress adalah jumlah kelembapan yang masuk ke Dry Room.


Sumber terbesar biasanya:

✓ Infiltrasi udara luar


Bukan dari sistem HVAC.


38.8 INFILTRATION LOAD

Udara luar membawa kandungan air yang tinggi.


Ketika udara masuk:

Moisture Load meningkat.


Akibat:

✓ Dew Point naik

✓ Beban dehumidifier naik


38.9 MOISTURE LOAD DARI PERSONEL

Setiap orang menghasilkan:

✓ Uap air pernapasan

✓ Uap air keringat


Nilai tipikal:

100–200 g/h per orang


Pada Dry Room:

Kontribusi ini menjadi signifikan.


38.10 CONTOH PERSONNEL LOAD

10 Operator


Moisture Generation

150 g/h/orang


Perhitungan:

10\times150


Hasil:

1.500 g/h

=

1,5 kg/h


38.11 MOISTURE LOAD DARI MATERIAL

Material dapat membawa:

✓ Air bebas

✓ Air terikat

✓ Kelembapan permukaan


Pada industri baterai:

Moisture dari material dapat menjadi beban utama.


38.12 MOISTURE LOAD TOTAL

Total Moisture Load:

Penjumlahan seluruh sumber kelembapan.


Rumus:

M_{total}=M_{OA}+M_{inf}+M_{people}+M_{process}


38.13 DRY ROOM AIRFLOW DESIGN

Airflow digunakan untuk:

✓ Distribusi udara

✓ Pengenceran kelembapan

✓ Menjaga keseragaman kondisi


Airflow tidak menentukan Dew Point.


Namun airflow mempengaruhi stabilitas sistem.


38.14 AIR CHANGE RATE

Dry Room biasanya menggunakan:

✓ 15–40 ACH


Tergantung proses.


Tujuan:

✓ Distribusi udara merata

✓ Kontrol kontaminasi

✓ Stabilitas Dew Point


38.15 PRESSURE CASCADE

Dry Room umumnya menggunakan:

✓ Positive Pressure


Tujuan:

Mencegah masuknya udara lembap dari luar.


38.16 AIRLOCK PADA DRY ROOM

Airlock digunakan untuk:

✓ Mengurangi infiltrasi

✓ Menjaga Dew Point

✓ Mengurangi beban dehumidifier


Airlock sangat penting pada fasilitas Dew Point rendah.


38.17 DESICCANT DEHUMIDIFIER

Pada Dry Room:

Desiccant Dehumidifier hampir selalu digunakan.


Karena Refrigeration Dehumidifier tidak mampu mencapai Dew Point sangat rendah.


38.18 DEW POINT TARGET UMUM

AplikasiDew Point
Low RH Room-20°C
Lithium Battery-40°C
Advanced Battery-50°C
Ultra Dry Room-60°C

Nilai aktual tergantung proses.


38.19 STUDI KASUS

Kasus:

Dry Room Baterai


Target:

Dew Point -40°C


Operator:

15 orang


Moisture Load Personel:

2,25 kg/h


Ditambah:

✓ Infiltrasi

✓ Material

✓ Fresh Air


Total Moisture Load:

12 kg/h


Dipilih:

Desiccant System

15 kg/h


38.20 KESALAHAN UMUM

✗ Menggunakan RH sebagai parameter utama.

✗ Mengabaikan infiltrasi.

✗ Tidak menggunakan airlock.

✗ Mengabaikan moisture dari personel.

✗ Mengabaikan moisture dari material.

✗ Menggunakan dehumidifier terlalu kecil.


38.21 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika Dew Point tidak tercapai, banyak orang langsung mengganti dehumidifier.

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa Moisture Load aktual?

✓ Berapa infiltrasi?

✓ Berapa operator di dalam ruangan?

✓ Apakah airlock bekerja?

✓ Apakah konstruksi cukup rapat?

Karena masalah utama sering berasal dari moisture ingress, bukan dari kapasitas unit.


38.22 RINGKASAN

Dry Room adalah ruangan dengan kelembapan sangat rendah yang dikendalikan berdasarkan Dew Point.

Rumus utama:

Moisture Total:

M_{total}=M_{OA}+M_{inf}+M_{people}+M_{process}

ACH:

ACH=\frac{Q}{Volume}

Parameter utama:

✓ Dew Point

✓ Moisture Load

✓ Infiltration

✓ Personnel Load

✓ Airflow

✓ Pressure Cascade

Prinsip penting:

✓ Dew Point lebih penting daripada RH.

✓ Moisture Ingress menentukan beban sistem.

✓ Airlock mengurangi infiltrasi.

✓ Desiccant Dehumidifier menjadi komponen utama.

Prinsip yang harus selalu diingat:

Pada Dry Room, musuh utama bukan temperatur.

Musuh utama adalah setiap gram air yang berhasil masuk ke dalam ruangan.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat