Home » » BAB 31 DIFFERENTIAL PRESSURE

BAB 31 DIFFERENTIAL PRESSURE

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


31.1 PENDAHULUAN

Dalam sistem HVAC untuk:

✓ Cleanroom

✓ Rumah Sakit

✓ Biosafety Laboratory

✓ Farmasi

✓ Industri Elektronik

✓ Area Produksi Terkendali


Tidak cukup hanya mengendalikan:

✓ Temperatur

✓ Kelembapan

✓ Partikel


Sistem juga harus mengendalikan:

Arah Aliran Udara


Pengendalian arah aliran udara dilakukan melalui:

Differential Pressure


31.2 APA ITU DIFFERENTIAL PRESSURE?

Differential Pressure adalah perbedaan tekanan antara dua area yang saling terhubung.


Rumus dasar:

\Delta P=P_1-P_2


Dimana:

ΔP = Differential Pressure

P₁ = Tekanan Ruang 1

P₂ = Tekanan Ruang 2


Satuan:

✓ Pascal (Pa)

✓ mmAq

✓ inch WG


31.3 TUJUAN DIFFERENTIAL PRESSURE

Differential Pressure digunakan untuk:

✓ Mengendalikan arah aliran udara

✓ Mengendalikan kontaminasi

✓ Memisahkan area bersih dan kotor

✓ Melindungi produk

✓ Melindungi personel


31.4 PRINSIP DASAR

Udara selalu bergerak:

Dari tekanan tinggi

menuju

tekanan rendah


Prinsip sederhana ini menjadi dasar seluruh desain:

✓ Cleanroom

✓ Ruang Isolasi

✓ BSL Laboratory

✓ Farmasi


31.5 POSITIVE PRESSURE

Jika:

P₁ > P₂


Maka:

Udara mengalir keluar ruangan.


Disebut:

Positive Pressure Room


Tujuan:

Melindungi ruangan dari kontaminasi luar.


31.6 NEGATIVE PRESSURE

Jika:

P₁ < P₂


Maka:

Udara mengalir masuk ke ruangan.


Disebut:

Negative Pressure Room


Tujuan:

Menahan kontaminasi tetap berada di dalam ruangan.


31.7 CONTOH DIFFERENTIAL PRESSURE

Tekanan Ruang:

+15 Pa


Koridor:

0 Pa


Differential Pressure:

\Delta P=15-0


Hasil:

+15 Pa


Udara mengalir dari ruang menuju koridor.


31.8 RENTANG DIFFERENTIAL PRESSURE UMUM

AplikasiDifferential Pressure
Cleanroom ISO 8+5 hingga +15 Pa
Farmasi+10 hingga +20 Pa
Operating Room+10 hingga +20 Pa
Airlock+5 hingga +15 Pa
Isolation Room-2,5 hingga -15 Pa
BSL-3-30 hingga -50 Pa

Nilai aktual mengikuti standar dan risk assessment.


31.9 PRESSURE CASCADE

Pressure Cascade adalah susunan beberapa ruangan dengan tekanan berbeda.


Contoh:

Koridor

0 Pa

↓

Airlock

+10 Pa

↓

Cleanroom

+20 Pa


Tujuannya:

Mengontrol arah perpindahan udara.


31.10 DIFFERENTIAL PRESSURE DAN AIRFLOW

Differential Pressure tidak muncul secara otomatis.


Differential Pressure terjadi karena:

Supply Air ≠ Exhaust Air


Perbedaan airflow menciptakan tekanan.


31.11 HUBUNGAN AIRFLOW DAN TEKANAN

Secara umum:

\Delta P\propto Q^2


Artinya:

Perubahan kecil airflow dapat menghasilkan perubahan tekanan yang cukup besar.


31.12 DIFFERENTIAL PRESSURE MEASUREMENT

Pengukuran dilakukan menggunakan:

✓ Magnehelic Gauge

✓ Differential Pressure Gauge

✓ Pressure Transmitter

✓ BMS Sensor


Alat dipasang antara dua area yang dibandingkan.


31.13 TITIK PENGUKURAN

Lokasi umum:

✓ Ruang terhadap koridor

✓ Airlock terhadap ruang

✓ Ruang terhadap ruang lain

✓ Sebelum dan sesudah HEPA


Titik ukur harus mewakili kondisi aktual.


31.14 PRESSURE MONITORING

Monitoring dapat dilakukan:

Manual

Menggunakan Magnehelic.


Digital

Menggunakan transmitter dan BMS.


Sistem modern biasanya menggunakan monitoring digital.


31.15 ALARM DIFFERENTIAL PRESSURE

Alarm digunakan ketika:

✓ Tekanan terlalu tinggi

✓ Tekanan terlalu rendah

✓ Tekanan keluar dari batas desain


Tujuannya:

Menjaga integritas ruangan.


31.16 DIFFERENTIAL PRESSURE DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Differential Pressure digunakan untuk:

✓ Mencegah masuknya partikel

✓ Menjaga arah aliran udara

✓ Menjaga kualitas produk


31.17 DIFFERENTIAL PRESSURE DAN MEDICAL HVAC

Pada rumah sakit:

Digunakan untuk:

✓ Isolation Room

✓ Operating Room

✓ CSSD

✓ ICU tertentu


Tujuannya sesuai fungsi ruangan.


31.18 DIFFERENTIAL PRESSURE DAN BSL

Pada Biosafety Laboratory:

Differential Pressure menjadi sistem keselamatan utama.


Tujuannya:

Menahan agen biologis agar tidak keluar dari area kerja.


31.19 STUDI KASUS

Kasus:

Ruang Isolasi Rumah Sakit


Target:

-5 Pa


Aktual:

+2 Pa


Investigasi:

Exhaust fan tidak mencapai airflow desain.


Akibat:

Tekanan negatif gagal terbentuk.


Solusi:

Perbaikan airflow exhaust.


31.20 KESALAHAN UMUM

✗ Mengukur tekanan hanya satu sisi.

✗ Tidak melakukan kalibrasi alat.

✗ Mengabaikan pengaruh pintu terbuka.

✗ Mengabaikan perubahan airflow.

✗ Menganggap tekanan selalu stabil.


31.21 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika tekanan ruangan tidak sesuai, banyak orang langsung menyalahkan sensor.

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa supply airflow?

✓ Berapa exhaust airflow?

✓ Apakah pintu sering dibuka?

✓ Apakah sensor terkalibrasi?

✓ Apakah pressure cascade masih utuh?

Karena differential pressure merupakan hasil dari keseimbangan sistem, bukan hanya angka pada display.


31.22 RINGKASAN

Differential Pressure adalah perbedaan tekanan antara dua area.

Rumus utama:

\Delta P=P_1-P_2

Hubungan umum:

\Delta P\propto Q^2

Parameter utama:

✓ Differential Pressure

✓ Pressure Cascade

✓ Airflow Offset

✓ Pressure Monitoring

✓ Alarm System

Prinsip yang harus selalu diingat:

Tekanan bukan tujuan akhir.

Tekanan adalah alat untuk mengendalikan arah aliran udara.

Dan dalam Cleanroom, Medical HVAC, serta Biosafety Laboratory, keberhasilan pengendalian kontaminasi sering kali ditentukan oleh differential pressure yang stabil dan terukur.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat