Home » » BAB 17 HVAC TROUBLESHOOTING FORMULAS & ENGINEERING PROBLEM SOLVING

BAB 17 HVAC TROUBLESHOOTING FORMULAS & ENGINEERING PROBLEM SOLVING

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM – Controlled Environment Engineering


17.1 PENDAHULUAN

Sebagian besar engineer HVAC tidak menghabiskan waktunya untuk menghitung.

Sebagian besar waktunya digunakan untuk:

✓ Investigasi

✓ Troubleshooting

✓ Analisis Data

✓ Menemukan Akar Masalah

Karena itu kemampuan troubleshooting sering kali lebih berharga dibanding kemampuan menghafal rumus.

HVAC Troubleshooting bukan aktivitas menebak.

HVAC Troubleshooting adalah proses analisis berbasis data.


17.2 FILOSOFI TROUBLESHOOTING RIJOMAC

Banyak orang bertanya:

"Komponen apa yang rusak?"

Engineer bertanya:

✓ Data apa yang tersedia?

✓ Apa yang bisa diukur?

✓ Apa yang bisa diverifikasi?

✓ Apa akar masalahnya?


Prinsip utama:

Engineer tidak mencari siapa yang salah.

Engineer mencari penyebab sebenarnya.


17.3 METODE TROUBLESHOOTING HVAC

Urutan dasar:

  1. Identifikasi Gejala

  2. Kumpulkan Data

  3. Verifikasi Data

  4. Analisis Penyebab

  5. Lakukan Perbaikan

  6. Verifikasi Hasil


17.4 JANGAN MULAI DARI REFRIGERASI

Kesalahan paling umum:

Ruangan panas.

↓

Langsung cek freon.


Padahal urutan yang benar:

Airflow

↓

Filtration

↓

Fan

↓

Ducting

↓

Cooling Coil

↓

Baru Refrigerasi


17.5 KASUS 1

RUANGAN TIDAK DINGIN

Gejala:

✓ Temperatur tinggi

✓ Keluhan pengguna


Parameter yang harus diperiksa:

✓ Airflow

✓ ΔT Coil

✓ Filter

✓ Fan

✓ Refrigeran

✓ Heat Load


17.6 RUMUS ΔT COIL

\Delta T=T_{return}-T_{supply}


Contoh:

Return Air:

24°C

Supply Air:

14°C


ΔT

=

10°C


Jika ΔT terlalu rendah:

Kemungkinan:

  • Refrigerasi bermasalah

  • Coil kotor

  • Airflow berlebihan


17.7 KASUS 2

AIRFLOW TURUN

Gejala:

✓ Ruangan panas

✓ ACH turun

✓ Distribusi udara buruk


Periksa:

✓ Filter

✓ Fan

✓ Belt

✓ Damper

✓ Duct Leakage


17.8 VERIFIKASI AIRFLOW

Rumus:

Q=A\times V


Bandingkan:

Airflow desain

vs

Airflow aktual


17.9 KASUS 3

FILTER CEPAT KOTOR

Kemungkinan penyebab:

✓ Outdoor Air tinggi

✓ Pre Filter tidak efektif

✓ Lingkungan berdebu

✓ Face Velocity terlalu tinggi


Periksa:

Pressure Drop Filter


17.10 PRESSURE DROP FILTER

Rumus:

\Delta P=P_1-P_2


Pressure Drop yang meningkat biasanya menunjukkan filter mulai tersumbat.


17.11 KASUS 4

RH TIDAK TERCAPAI

Gejala:

Temperatur sesuai.

RH tinggi.


Periksa:

✓ Dew Point

✓ Moisture Load

✓ Infiltrasi

✓ Cooling Coil

✓ Fresh Air


Jangan langsung menambah AC.


17.12 KASUS 5

COIL MEMBEKU

Gejala:

✓ Es pada evaporator

✓ Airflow turun

✓ Pendinginan menurun


Penyebab umum:

✓ Filter kotor

✓ Fan rusak

✓ Refrigeran kurang

✓ Expansion Valve bermasalah


17.13 KASUS 6

TEKANAN RUANGAN GAGAL

Gejala:

Positive Pressure tidak tercapai.

atau

Negative Pressure tidak tercapai.


Periksa:

✓ Supply Air

✓ Exhaust Air

✓ Leakage

✓ Airlock

✓ Damper


17.14 AIRFLOW OFFSET

Offset=SA-EA


SA

=

Supply Air


EA

=

Exhaust Air


17.15 KASUS 7

CLEANROOM GAGAL ISO

Periksa:

✓ ACH

✓ HEPA Filter

✓ Recovery Time

✓ Particle Count

✓ Airflow Pattern


Jangan langsung menyalahkan HEPA Filter.


17.16 KASUS 8

BSL TIDAK MENCAPAI TEKANAN NEGATIF

Periksa:

✓ Exhaust Fan

✓ Leakage

✓ Interlock

✓ Differential Pressure Sensor

✓ Damper


Containment sering gagal karena kebocoran konstruksi.


17.17 KASUS 9

KONSUMSI LISTRIK TINGGI

Periksa:

✓ Fan Power

✓ Pressure Drop

✓ Filter Loading

✓ Chiller Efficiency

✓ VFD Setting


Banyak kasus berasal dari filter yang sudah sangat kotor.


17.18 KASUS 10

NOISE BERLEBIHAN

Periksa:

✓ Duct Velocity

✓ Fan RPM

✓ Flexible Duct

✓ Damper Position


Velocity terlalu tinggi sering menjadi penyebab utama.


17.19 ROOT CAUSE ANALYSIS

Jangan berhenti pada gejala.

Contoh:

Ruangan panas.

↓

Airflow turun.

↓

Filter kotor.

↓

Mengapa filter kotor?

↓

Pre Filter rusak.

↓

Mengapa rusak?

↓

PM tidak dilakukan.


Akar masalah ditemukan.


17.20 FORMULA BERPIKIR ENGINEER

Gejala

↓

Data

↓

Analisis

↓

Verifikasi

↓

Kesimpulan

↓

Perbaikan

↓

Validasi


Bukan:

Gejala

↓

Asumsi

↓

Ganti Komponen

↓

Masalah Tetap Ada


17.21 CHECKLIST TROUBLESHOOTING

Saat menghadapi masalah HVAC:

□ Ukur Airflow

□ Ukur Temperatur

□ Ukur RH

□ Ukur Pressure

□ Ukur Arus Motor

□ Periksa Filter

□ Periksa Coil

□ Periksa Fan

□ Periksa Duct

□ Periksa Refrigerasi


17.22 STUDI KASUS EMC

Kasus:

Ruang Isolasi Negatif


Keluhan:

Tekanan terlalu negatif.


Pengukuran:

-30 Pa


Target:

-5 sampai -10 Pa


Analisis:

Exhaust terlalu besar.


Perbaikan:

Balancing airflow.


Hasil:

-7 Pa


Masalah selesai tanpa mengganti peralatan.


17.23 KESALAHAN UMUM

✗ Langsung menambah freon.

✗ Langsung mengganti komponen.

✗ Tidak mengukur.

✗ Tidak mencatat data.

✗ Mengandalkan asumsi.


17.24 RINGKASAN

Troubleshooting HVAC adalah proses engineering.

Prinsip utama:

✓ Ukur sebelum menyimpulkan.

✓ Verifikasi sebelum memperbaiki.

✓ Cari akar masalah.

✓ Gunakan data.

✓ Hindari asumsi.

Prinsip yang selalu digunakan di Rijomac:

Jika data belum ada, maka kesimpulan belum boleh dibuat.

Karena dalam HVAC Engineering:

Data mengalahkan opini.

Pengukuran mengalahkan asumsi.

Akar masalah lebih penting daripada gejala.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat