Home » » BAB 13 AHU UNTUK INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN

BAB 13 AHU UNTUK INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN

13.1 Pendahuluan

Dalam industri makanan dan minuman (Food & Beverage Industry), kualitas udara memiliki pengaruh langsung terhadap:

  • Keamanan pangan

  • Kualitas produk

  • Umur simpan produk

  • Kebersihan proses produksi

  • Kepatuhan terhadap standar mutu

Banyak kasus kerusakan produk bukan disebabkan oleh mesin produksi, tetapi oleh lingkungan produksi yang tidak terkendali.

Karena itu sistem HVAC dan AHU menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keamanan produk pangan.


13.2 Tujuan HVAC pada Industri Makanan

Secara umum HVAC pada industri makanan dirancang untuk:

✓ Mengendalikan temperatur

✓ Mengendalikan kelembapan

✓ Mengurangi kontaminasi udara

✓ Mengendalikan kondensasi

✓ Menjaga kenyamanan operator

✓ Memperpanjang umur simpan produk

✓ Mendukung standar keamanan pangan


13.3 Risiko Lingkungan pada Industri Makanan

Beberapa risiko yang sering terjadi:

Debu

Contoh:

  • Tepung

  • Susu bubuk

  • Bumbu

  • Gula


Mikroorganisme

Contoh:

  • Bakteri

  • Jamur

  • Spora


Kondensasi

Kondensasi merupakan salah satu penyebab utama kontaminasi mikrobiologi.


Kelembapan Tinggi

Dapat menyebabkan:

  • Produk menggumpal

  • Jamur

  • Kerusakan kemasan


13.4 Peran AHU dalam Industri Makanan

AHU digunakan untuk:

Filtrasi Udara

Mengurangi partikel.


Pendinginan

Menjaga temperatur proses.


Dehumidifikasi

Mengendalikan RH.


Ventilasi

Mengurangi kontaminan udara.


Positive Pressure

Mencegah udara kotor masuk ke area produksi.


13.5 Temperatur dan RH

Setiap proses memiliki kebutuhan yang berbeda.

Tabel 13.1 Typical Design Condition

AreaTemperatureRH
Packaging Room20–25°C45–60%
Dry Product Area20–25°C35–50%
Chocolate Room18–22°C45–50%
Dairy Process18–24°C45–60%
Food Processing20–25°C40–60%

13.6 Mengapa RH Penting?

Kelembapan merupakan parameter yang sering diabaikan.

Padahal RH dapat mempengaruhi:

Produk

  • Menggumpal

  • Menyerap air


Kemasan

  • Melunak

  • Berjamur


Proses

  • Ketidakstabilan produksi


Mikrobiologi

  • Pertumbuhan jamur meningkat


13.7 Pengendalian Kondensasi

Kondensasi terjadi ketika:

Temperatur permukaan

↓

Lebih rendah dari

↓

Dew Point

↓

Air mengembun


Dampak

  • Tetesan air pada plafon

  • Tetesan air pada ducting

  • Kontaminasi produk


Solusi

✓ Insulasi yang baik

✓ RH Control

✓ Temperatur Control

✓ Airflow yang tepat


13.8 Positive Pressure pada Area Produksi

Banyak area produksi makanan menggunakan tekanan positif.

Tujuannya:

Mencegah udara kotor masuk dari area luar.


Contoh

Koridor

0 Pa

↓

Produksi

+5 Pa

↓

Packaging

+10 Pa

↓

Critical Packaging

+15 Pa


13.9 Filtration System

Konfigurasi filtrasi bergantung pada tingkat risiko produk.

Area Umum

G4

↓

F7

↓

Supply Air


Area Produksi Bersih

G4

↓

F7

↓

F9

↓

Supply Air


High Care Area

G4

↓

F7

↓

F9

↓

HEPA H13

↓

Supply Air


13.10 High Care dan High Risk Area

High Care

Area dengan kontrol kebersihan tinggi.

Contoh:

  • Packaging

  • Open Product Area


High Risk

Area dengan produk sangat sensitif.

Contoh:

  • Ready To Eat Food

  • Aseptic Food Processing


Pada area ini sering digunakan:

✓ HEPA Filtration

✓ Positive Pressure

✓ Monitoring


13.11 UV-C pada Industri Makanan

UV-C sering digunakan untuk:

✓ Coil Protection

✓ Mengurangi biofilm

✓ Mengurangi pertumbuhan jamur

✓ Menjaga kebersihan AHU


Catatan:

UV-C bukan pengganti filtrasi.


13.12 Dehumidification pada Industri Makanan

Banyak produk memerlukan RH rendah.

Contoh:

Susu Bubuk

Tepung

Bumbu

Produk Higroskopis


Konfigurasi umum:

Cooling Coil

↓

Dehumidification

↓

Re-Heater

↓

Supply Air


Untuk RH sangat rendah dapat digunakan:

Desiccant Dehumidifier


13.13 AHU Configuration untuk Industri Makanan

Standard Food AHU

Fresh Air

↓

Pre Filter (G4)

↓

Medium Filter (F7)

↓

Cooling Coil

↓

Plug Fan

↓

Supply Air


High Care Food AHU

Fresh Air

↓

Pre Filter (G4)

↓

Medium Filter (F7)

↓

UV-C

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

Final Filter (F9)

↓

HEPA H13

↓

Supply Air


13.14 Air Change Rate (ACH)

ACH membantu menjaga kualitas udara.

Tabel 13.2 Typical ACH

AreaACH
Packaging10–15 ACH
Production Area10–20 ACH
High Care Area15–25 ACH
High Risk Area20–40 ACH

13.15 Monitoring pada Food Industry

Parameter yang umum dimonitor:

✓ Temperatur

✓ RH

✓ Differential Pressure

✓ Airflow

✓ Filter Condition


Pada fasilitas modern:

Data biasanya terhubung ke BMS.


13.16 Food HVAC vs Pharmaceutical HVAC

Tabel 13.3 Perbandingan

ParameterFood IndustryPharmaceutical
FokusFood SafetyProduct Sterility
HEPAKadangUmum
Positive PressureYaYa
GMP GradeTidakYa
CCSTidak UmumWajib
MikrobiologiPentingSangat Penting

13.17 Kesalahan Umum

Fokus Pada Temperatur Saja

Padahal RH sangat penting.


Tidak Mengendalikan Kondensasi

Meningkatkan risiko kontaminasi.


Tidak Memperhatikan Positive Pressure

Udara kotor dapat masuk.


Tidak Memperhatikan Filtrasi

Produk dapat terkontaminasi partikel.


13.18 Recommended RJM Food Industry AHU

General Food Production

G4

↓

F7

↓

Cooling Coil

↓

Plug Fan

↓

Supply Air


High Care Food Area

G4

↓

F7

↓

UV-C

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

F9

↓

HEPA H13

↓

Supply Air


Low Humidity Food Process

G4

↓

F7

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Desiccant Dehumidifier

↓

Plug Fan

↓

F9

↓

Supply Air


13.19 Prinsip Penting

Dalam industri makanan, HVAC tidak hanya menjaga kenyamanan operator.

HVAC juga berperan dalam:

✓ Menjaga keamanan pangan

✓ Mengurangi risiko kontaminasi

✓ Mengendalikan kelembapan

✓ Mengendalikan kondensasi

✓ Mendukung kualitas produk


13.20 Ringkasan Bab

Pada bab ini telah dibahas:

  • HVAC untuk Industri Makanan

  • Temperatur dan RH

  • Kondensasi

  • Positive Pressure

  • Filtrasi

  • High Care Area

  • High Risk Area

  • UV-C

  • Dehumidification

  • Food Industry AHU Configuration

Bab berikutnya akan membahas AHU untuk Low Humidity Process dan Dehumidification System, termasuk desiccant dehumidifier, dew point control, dan aplikasi industri yang membutuhkan RH rendah.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat