Home » » BAB 11 AHU UNTUK LABORATORIUM DAN BIOSAFETY LABORATORY (BSL)

BAB 11 AHU UNTUK LABORATORIUM DAN BIOSAFETY LABORATORY (BSL)

11.1 Pendahuluan

Laboratorium merupakan fasilitas yang digunakan untuk penelitian, pengujian, diagnosis, pengembangan produk, dan berbagai aktivitas ilmiah lainnya.

Berbeda dengan HVAC untuk kenyamanan (Comfort HVAC), HVAC laboratorium dirancang untuk:

  • Melindungi personel

  • Melindungi lingkungan

  • Melindungi sampel

  • Melindungi proses penelitian

Pada Biosafety Laboratory (BSL), HVAC bahkan menjadi bagian dari sistem containment yang berfungsi mencegah agen biologis berbahaya keluar dari area kerja.

Karena itu HVAC laboratorium merupakan salah satu aplikasi HVAC yang paling kritis dan kompleks.


11.2 Tujuan HVAC Laboratorium

Secara umum sistem HVAC laboratorium dirancang untuk:

✓ Menjaga kualitas udara

✓ Menjaga temperatur

✓ Menjaga kelembapan

✓ Mengendalikan arah aliran udara

✓ Mengendalikan tekanan ruangan

✓ Mendukung keselamatan personel

✓ Mendukung keselamatan lingkungan


11.3 Jenis Laboratorium

Non-Biosafety Laboratory

Contoh:

  • QC Laboratory

  • Chemical Laboratory

  • Testing Laboratory

  • Research Laboratory

Fokus utama:

  • Kualitas udara

  • Kenyamanan

  • Keselamatan kerja


Biosafety Laboratory

Contoh:

  • Mikrobiologi

  • Virologi

  • Diagnostik penyakit infeksi

Fokus utama:

  • Containment

  • Pencegahan pelepasan agen biologis


11.4 Apa Itu Biosafety Laboratory?

Biosafety Laboratory adalah laboratorium yang dirancang untuk menangani agen biologis dengan tingkat risiko tertentu.

BSL dibagi menjadi:

BSL-1

Risiko rendah.


BSL-2

Risiko sedang.

Contoh:

  • Laboratorium klinis

  • Diagnostik mikrobiologi


BSL-3

Risiko tinggi.

Membutuhkan containment yang lebih ketat.


BSL-4

Risiko sangat tinggi.

Fasilitas khusus dengan persyaratan sangat ketat.


11.5 Konsep Containment

Containment adalah kemampuan fasilitas untuk mencegah agen biologis keluar dari area kerja.

Containment dicapai melalui:

✓ Desain ruangan

✓ Sistem HVAC

✓ Pressure Cascade

✓ Filtrasi

✓ Prosedur operasional


11.6 Prinsip Airflow pada Laboratorium

Prinsip utama:

Udara harus bergerak dari area yang lebih bersih menuju area yang lebih berisiko.

Contoh:

Koridor

↓

Anteroom

↓

Laboratorium

↓

Area Risiko Tinggi

Tujuannya:

Mencegah kontaminan bergerak ke area publik.


11.7 Differential Pressure

Tekanan diferensial merupakan parameter penting pada laboratorium.

Laboratorium Umum

Dapat menggunakan tekanan netral atau sedikit positif.


BSL Laboratory

Biasanya menggunakan tekanan negatif.


Contoh Pressure Cascade

Koridor

0 Pa

↓

Anteroom

-5 Pa

↓

BSL Laboratory

-10 Pa

↓

Containment Area

-15 Pa

Udara selalu bergerak menuju area paling berisiko.


11.8 Filtration System

Sistem filtrasi laboratorium umumnya lebih ketat dibanding comfort HVAC.

Konfigurasi Umum

Fresh Air

↓

Pre Filter (G4)

↓

Medium Filter (F7)

↓

Final Filter (F9)

↓

Supply Air


BSL Laboratory

Fresh Air

↓

Pre Filter (G4)

↓

Medium Filter (F7/F9)

↓

Final Filter (F9)

↓

HEPA H13/H14

↓

Supply Air


11.9 HEPA Filter pada Laboratorium

HEPA digunakan untuk:

✓ Mengurangi partikel

✓ Melindungi proses

✓ Mendukung containment

✓ Melindungi lingkungan


Efisiensi Umum

FilterEfisiensi
H13≥99,95%
H14≥99,995%

11.10 Exhaust Air pada BSL

Perbedaan terbesar antara laboratorium biasa dan BSL terletak pada sistem exhaust.

Laboratorium Umum

Udara dapat dibuang langsung sesuai regulasi dan risiko.


BSL Laboratory

Udara exhaust umumnya difilter menggunakan HEPA sebelum dibuang.

Konfigurasi:

Laboratory

↓

Exhaust Duct

↓

HEPA Exhaust Filter

↓

Exhaust Fan

↓

Atmosfer


11.11 Air Change Rate (ACH)

ACH membantu menjaga kualitas udara dan containment.

Tabel 11.1 Typical ACH

AreaTypical ACH
QC Laboratory6–12 ACH
Research Laboratory6–15 ACH
BSL-2 Laboratory8–15 ACH
BSL-3 Laboratory12–20 ACH
High Containment Area≥20 ACH

11.12 Temperatur dan RH

Tabel 11.2 Typical Design Condition

AreaTemperatureRH
Laboratory22–25°C40–60%
BSL-222–25°C40–60%
BSL-322–24°C40–60%

11.13 AHU Configuration untuk Laboratory HVAC

Typical Laboratory AHU

Fresh Air

↓

Pre Filter (G4)

↓

Medium Filter (F7)

↓

UV-C

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

Final Filter (F9)

↓

Supply Air


11.14 AHU Configuration untuk BSL Laboratory

Typical BSL AHU

Fresh Air

↓

Pre Filter (G4)

↓

Medium Filter (F9)

↓

UV-C

↓

Pre-Heater (Optional)

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

Final Filter (F9)

↓

HEPA H13/H14

↓

Supply Air


Exhaust System

Room Exhaust

↓

HEPA Exhaust Filter

↓

Exhaust Fan

↓

Atmosfer


11.15 UV-C pada Laboratorium

UV-C digunakan untuk:

✓ Menjaga kebersihan coil

✓ Mengurangi biofilm

✓ Mendukung kualitas udara

Catatan:

UV-C tidak menggantikan HEPA.


11.16 Laboratory HVAC vs BSL HVAC

Tabel 11.3 Perbandingan

ParameterLaboratoryBSL Laboratory
ContainmentTidak KritisSangat Kritis
Tekanan NegatifTidak SelaluUmumnya Ya
HEPA SupplyOpsionalUmumnya Ya
HEPA ExhaustJarangUmumnya Ya
Pressure CascadeSederhanaKetat
Risiko BiologisRendah–SedangTinggi

11.17 Kesalahan Umum

Menganggap BSL Sama Dengan Cleanroom

Tidak benar.

Cleanroom fokus melindungi produk.

BSL fokus melindungi manusia dan lingkungan.


Tidak Mengontrol Tekanan

Containment menjadi gagal.


Tidak Memperhatikan Exhaust

Risiko pelepasan agen biologis meningkat.


Hanya Fokus Pada HEPA

Padahal containment juga membutuhkan:

  • Pressure Control

  • Exhaust System

  • Monitoring


11.18 Recommended RJM-BSL AHU Configuration

BSL-2 Laboratory

G4

↓

F7

↓

UV-C

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

F9

↓

HEPA H13

↓

Supply Air


BSL-3 Laboratory

G4

↓

F9

↓

UV-C

↓

Pre-Heater

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

F9

↓

HEPA H14

↓

Supply Air

↓

Negative Pressure Control

↓

HEPA Exhaust

↓

Exhaust Fan


11.19 Prinsip Penting

Laboratorium dan Biosafety Laboratory memiliki tujuan HVAC yang berbeda dengan cleanroom.

Pada cleanroom:

Tujuan utama adalah melindungi produk.

Pada BSL:

Tujuan utama adalah melindungi manusia dan lingkungan.

Karena itu desain HVAC harus mempertimbangkan:

✓ Containment

✓ Pressure Cascade

✓ Filtrasi

✓ Exhaust Control

✓ Monitoring


11.20 Ringkasan Bab

Pada bab ini telah dibahas:

  • Laboratory HVAC

  • Biosafety Laboratory

  • Containment

  • Pressure Cascade

  • HEPA Filtration

  • Exhaust System

  • ACH

  • Temperature & RH

  • AHU Configuration untuk Laboratorium

  • AHU Configuration untuk BSL

Bab berikutnya akan membahas AHU untuk Industri Farmasi, termasuk GMP HVAC, Grade A–D, contamination control, dan hubungan antara HVAC dengan kualitas produk farmasi.


LAMPIRAN A

CLEANROOM VS BIOSAFETY LABORATORY (BSL)

Mengapa Banyak Orang Menyamakan Keduanya?

Secara fisik, Cleanroom dan Biosafety Laboratory sering terlihat mirip:

  • Menggunakan AHU

  • Menggunakan HEPA Filter

  • Menggunakan Pressure Monitoring

  • Menggunakan Airlock

  • Menggunakan Sandwich Panel

  • Menggunakan Sistem HVAC Khusus

Karena kemiripan tersebut, banyak orang menganggap Cleanroom dan BSL adalah fasilitas yang sama.

Padahal tujuan desain keduanya sangat berbeda.


Konsep Dasar

Cleanroom

Tujuan utama:

Melindungi Produk

Cleanroom dirancang untuk mencegah kontaminasi dari:

  • Partikel

  • Debu

  • Serat

  • Mikroorganisme

yang dapat mempengaruhi kualitas produk.

Contoh:

  • Industri Farmasi

  • Elektronik

  • Semikonduktor

  • Medical Device

  • Kosmetik


Biosafety Laboratory (BSL)

Tujuan utama:

Melindungi Manusia dan Lingkungan

BSL dirancang untuk mencegah agen biologis berbahaya keluar dari laboratorium.

Contoh:

  • Virus

  • Bakteri

  • Jamur Patogen

  • Agen Infeksius


Filosofi Desain

Cleanroom

Pertanyaan utama:

Bagaimana menjaga kontaminan agar tidak masuk ke area produksi?


BSL

Pertanyaan utama:

Bagaimana mencegah agen biologis keluar dari laboratorium?


Perbandingan Dasar

ParameterCleanroomBiosafety Laboratory
Tujuan UtamaMelindungi ProdukMelindungi Manusia & Lingkungan
Risiko UtamaKontaminasi ProdukPelepasan Agen Biologis
Arah PerlindunganKe DalamKe Luar
Fokus HVACKebersihan UdaraContainment
Tekanan DominanPositifNegatif
HEPA SupplyYaYa
HEPA ExhaustTidak SelaluUmumnya Ya
Pressure CascadePositifNegatif
Airflow PatternSangat PentingSangat Penting
MonitoringPartikelPartikel & Containment

Konsep Tekanan

Cleanroom

Tekanan Positif

Koridor

0 Pa

↓

Gowning

+5 Pa

↓

Cleanroom

+10 Pa

↓

Critical Area

+15 Pa

Udara bergerak keluar dari area bersih.

Tujuan:

Mencegah kontaminasi masuk.


BSL Laboratory

Tekanan Negatif

Koridor

0 Pa

↓

Anteroom

-5 Pa

↓

Laboratorium

-10 Pa

↓

Containment Area

-15 Pa

Udara bergerak masuk ke area laboratorium.

Tujuan:

Mencegah agen biologis keluar.


Konsep Airflow

Cleanroom

Airflow dirancang untuk:

  • Menyapu partikel

  • Menjaga kebersihan produk

  • Mendukung klasifikasi ISO

Contoh:

  • Non-Unidirectional Flow

  • Unidirectional Flow (ISO 5)


BSL

Airflow dirancang untuk:

  • Mengendalikan arah perpindahan udara

  • Mendukung containment

  • Mengarahkan udara menuju exhaust


Filtration System

Cleanroom

Supply Air:

G4

↓

F7

↓

F9

↓

HEPA H13/H14

↓

Ruangan


BSL Laboratory

Supply Air:

G4

↓

F9

↓

HEPA H13/H14

↓

Ruangan

↓

HEPA Exhaust

↓

Exhaust Fan

↓

Atmosfer


Perbedaan Exhaust System

Cleanroom

Fokus utama pada Supply Air.

Exhaust biasanya digunakan untuk:

  • Pressure balancing

  • Process exhaust

Tidak selalu menggunakan HEPA.


BSL Laboratory

Exhaust merupakan bagian kritis sistem containment.

Udara buangan sering kali harus melewati:

HEPA Exhaust Filter

sebelum dilepas ke lingkungan.


Air Change Rate (ACH)

AreaTypical ACH
Cleanroom ISO 810–20 ACH
Cleanroom ISO 730–60 ACH
BSL-2 Laboratory8–15 ACH
BSL-3 Laboratory12–20 ACH

Catatan:

ACH tinggi tidak otomatis membuat ruangan menjadi cleanroom atau BSL.

Fungsi ruang tetap ditentukan oleh filosofi desainnya.


HVAC Configuration Comparison

Typical Cleanroom AHU

Fresh Air

↓

G4

↓

F7

↓

UV-C

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

F9

↓

HEPA H13/H14

↓

Supply Air


Typical BSL AHU

Fresh Air

↓

G4

↓

F9

↓

UV-C

↓

Cooling Coil

↓

Re-Heater

↓

Plug Fan

↓

F9

↓

HEPA H13/H14

↓

Supply Air

↓

Negative Pressure Control

↓

HEPA Exhaust

↓

Exhaust Fan


Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

Kesalahan 1

Menganggap semua ruang ber-HEPA adalah cleanroom.

Tidak benar.


Kesalahan 2

Menganggap BSL adalah cleanroom yang diberi tekanan negatif.

Tidak benar.


Kesalahan 3

Fokus pada HEPA saja.

Padahal:

  • Airflow

  • ACH

  • Pressure Cascade

  • Containment

sama pentingnya.


Kesalahan 4

Mengabaikan exhaust system pada BSL.

Padahal containment sangat bergantung pada exhaust.


Ringkasan

Cleanroom

Tujuan:

Melindungi Produk

Kata Kunci:

  • ISO Class

  • Partikel

  • Positive Pressure

  • Product Protection


Biosafety Laboratory

Tujuan:

Melindungi Manusia dan Lingkungan

Kata Kunci:

  • Containment

  • Negative Pressure

  • HEPA Exhaust

  • Biosafety


Prinsip yang Harus Diingat

Cleanroom menjaga kontaminasi agar tidak masuk.

Biosafety Laboratory menjaga bahaya biologis agar tidak keluar.

Meskipun menggunakan teknologi HVAC yang mirip, filosofi desain keduanya berbeda secara fundamental.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat