Apakah Seluruh Ruangan Harus Menjadi Class 100? Memahami Strategi Efisiensi Cleanroom
Banyak fasilitas farmasi, laboratorium, industri elektronik, dan industri presisi menginginkan area produksi dengan tingkat kebersihan yang sangat tinggi. Ketika mendengar istilah Class 100 atau ISO Class 5, sering muncul anggapan bahwa seluruh ruangan harus dibuat memenuhi standar tersebut.
Namun, benarkah demikian?
Jawabannya adalah tidak selalu.
Memahami Klasifikasi Cleanroom
Klasifikasi cleanroom ditentukan berdasarkan jumlah partikel udara yang diperbolehkan dalam volume udara tertentu. Semakin tinggi tingkat kebersihan yang ditargetkan, semakin ketat pula pengendalian lingkungan yang diperlukan.
Secara umum:
- ISO Class 8 ≈ Class 100.000
- ISO Class 7 ≈ Class 10.000
- ISO Class 5 ≈ Class 100
Perlu dipahami bahwa peningkatan kelas cleanroom tidak hanya berarti menambah filter, tetapi juga meningkatkan kebutuhan airflow, kapasitas HVAC, kontrol lingkungan, dan biaya operasional.
Apa yang Menentukan Kinerja Cleanroom?
Banyak orang menganggap cleanroom hanya bergantung pada HEPA Filter. Padahal, performa cleanroom ditentukan oleh kombinasi beberapa parameter yang harus bekerja secara bersamaan.
1. Partikel Udara
Jumlah partikel yang diperbolehkan menjadi dasar penentuan klasifikasi cleanroom.
2. Air Change Rate (ACH)
Jumlah pergantian udara per jam yang berfungsi mengurangi konsentrasi partikel di dalam ruangan.
3. Temperatur
Suhu harus dijaga stabil sesuai kebutuhan proses dan spesifikasi produk.
4. Kelembaban Relatif (RH)
Kelembaban mempengaruhi kualitas produk, kenyamanan operator, dan stabilitas proses produksi.
5. Differential Pressure
Tekanan diferensial mengontrol arah aliran udara agar kontaminasi tidak berpindah antar area.
6. Material Konstruksi Ruangan
Penggunaan sandwich panel dan material higienis membantu menjaga kebersihan ruangan serta memudahkan proses pembersihan dan sanitasi.
Semakin Tinggi Kelas Cleanroom, Semakin Besar Kebutuhannya
Perbedaan kebutuhan sistem antara ISO Class 8, ISO Class 7, dan ISO Class 5 cukup signifikan.
|
Parameter |
ISO Class 8 |
ISO Class 7 |
ISO Class 5 |
|
Klasifikasi |
Class 100.000 |
Class 10.000 |
Class 100 |
|
HEPA Filter |
Relatif sedikit |
Bertambah |
Sangat tinggi |
|
ACH |
20–25 kali/jam |
30–60 kali/jam |
Dapat mencapai ratusan kali/jam |
|
Kapasitas HVAC |
Relatif kecil |
Menengah |
Sangat besar |
|
Konsumsi Energi |
Rendah |
Menengah |
Tinggi |
|
Investasi |
Ekonomis |
Menengah |
Sangat tinggi |
Semakin besar area yang harus mencapai ISO Class 5, semakin besar pula kebutuhan HEPA Filter, airflow, kapasitas HVAC, energi, serta biaya validasi dan operasional.
Apakah Seluruh Ruangan Harus Menjadi ISO Class 5?
Tidak selalu.
Pada banyak aplikasi farmasi, laboratorium, dan industri manufaktur, area pendukung dapat dipertahankan pada:
- ISO Class 8 (Class 100.000)
- ISO Class 7 (Class 10.000)
Sementara area proses yang benar-benar kritis dibuat dengan tingkat kebersihan lebih tinggi menggunakan konsep Localized Clean Zone.
Localized Clean Zone: Solusi yang Lebih Efisien
Localized Clean Zone adalah pendekatan engineering yang menciptakan area dengan tingkat kebersihan sangat tinggi hanya pada titik proses yang membutuhkan.
Udara bersih dari HEPA Filter difokuskan ke area kerja tertentu menggunakan pola Laminar Air Flow, sehingga tercipta lingkungan kerja yang sangat bersih tanpa harus membuat seluruh ruangan menjadi ISO Class 5.
Pendekatan ini telah banyak digunakan di industri farmasi, laboratorium, elektronik, dan fasilitas produksi modern karena mampu memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi biaya.
Softwall Cleanroom sebagai Implementasi Localized Clean Zone
Salah satu implementasi paling efektif dari konsep Localized Clean Zone adalah penggunaan Softwall Cleanroom.
Softwall Cleanroom umumnya terdiri dari:
- Rangka stainless steel atau aluminium
- Tirai PVC transparan
- HEPA Filter H13 atau H14
- Sistem Laminar Air Flow
- Integrasi HVAC sesuai kebutuhan proses
Dengan sistem ini, area kerja dapat mencapai tingkat kebersihan tinggi tanpa harus membangun cleanroom kelas tinggi untuk seluruh ruangan.
Keuntungan Softwall Cleanroom
Investasi Lebih Efisien
Fokus pada area yang benar-benar membutuhkan tingkat kebersihan tinggi.
Energi Lebih Hemat
Kapasitas HVAC lebih kecil sehingga konsumsi energi dapat ditekan.
Fleksibel
Mudah dipindahkan, diperluas, atau dimodifikasi mengikuti kebutuhan proses.
Implementasi Lebih Cepat
Tidak memerlukan renovasi besar terhadap seluruh bangunan.
Aplikasi yang Cocok
Softwall Cleanroom banyak digunakan untuk:
- Filling Area
- Sampling Area
- Weighing Area
- Packaging Area
- Laboratorium
- Proses Farmasi
- Industri Elektronik
- Area Inspeksi Produk
Kesimpulan
Membangun cleanroom dengan kelas tertinggi di seluruh ruangan bukanlah satu-satunya solusi.
Pendekatan engineering yang tepat adalah menyesuaikan tingkat kebersihan dengan kebutuhan proses. Dalam banyak kasus, kombinasi HVAC System, HEPA Filtration, Air Change Rate Control, Temperature Control, Humidity Control, Differential Pressure, dan Softwall Cleanroom mampu memberikan hasil yang optimal dengan investasi yang jauh lebih efisien.
Karena pada akhirnya, tujuan utama cleanroom bukanlah mencapai kelas tertinggi di seluruh area, melainkan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan proses secara efektif dan ekonomis.
Build Cleaner. Build Smarter.
Rijomac System
Controlled Environment Engineering
HVAC • Cleanroom • Softwall Cleanroom • Laminar Air Flow
📞 0818-704-677
📧 rijomac.system@gmail.com
🌐 rijomac.blogspot.com
