HANDBOOK AIR HANDLING UNIT (AHU) ENGINEERING
G.1 APA ITU PSYCHROMETRIC CHART?
Psychrometric Chart adalah grafik yang digunakan untuk menggambarkan kondisi udara dan perubahan sifat udara selama proses HVAC.
Melalui chart ini, engineer dapat menganalisis:
Temperatur udara
Kelembapan udara
Kandungan uap air
Energi udara
Beban pendinginan
Beban pemanasan
Proses dehumidifikasi
Proses humidifikasi
Psychrometric Chart merupakan salah satu alat utama dalam perancangan sistem HVAC.
G.2 PARAMETER UTAMA PADA PSYCHROMETRIC CHART
Dry Bulb Temperature (DB)
Temperatur udara yang dibaca oleh termometer biasa.
Satuan:
°C
Contoh:
24°C
Relative Humidity (RH)
Perbandingan jumlah uap air aktual terhadap jumlah maksimum yang dapat ditampung udara pada temperatur tertentu.
Satuan:
%
Contoh:
50% RH
Humidity Ratio
Jumlah uap air yang terkandung dalam udara.
Satuan:
kg air/kg udara kering
atau
g/kg
Wet Bulb Temperature (WB)
Temperatur yang menunjukkan efek pendinginan akibat penguapan air.
Digunakan untuk analisis cooling tower dan evaporative cooling.
Dew Point Temperature (DP)
Temperatur dimana uap air mulai mengembun menjadi air.
Jika permukaan lebih dingin dari dew point, kondensasi akan terjadi.
Enthalpy
Jumlah energi total yang dimiliki udara.
Satuan:
kJ/kg
Digunakan untuk menghitung beban pendinginan dan pemanasan.
G.3 CONTOH KONDISI RUANG
Kondisi Ruang:
Temperatur = 24°C
RH = 50%
Dari Psychrometric Chart dapat diperoleh secara pendekatan:
Humidity Ratio ≈ 9 g/kg
Dew Point ≈ 13°C
Enthalpy ≈ 47 kJ/kg
Artinya:
Udara pada kondisi tersebut nyaman untuk sebagian besar aplikasi perkantoran dan ruang produksi umum.
G.4 PROSES PENDINGINAN (COOLING)
Saat udara melewati cooling coil:
Temperatur turun
Enthalpy turun
Pergerakan pada chart:
⬅ Ke kiri
Contoh:
30°C → 22°C
Cooling coil menyerap panas dari udara.
G.5 PROSES DEHUMIDIFIKASI
Saat temperatur coil lebih rendah dari dew point udara:
Uap air mengembun
Humidity ratio turun
RH berubah
Pergerakan pada chart:
⬅ ↙
Ke kiri dan ke bawah.
Contoh aplikasi:
Cleanroom
Farmasi
Industri makanan
Dry room baterai lithium
Ruang penyimpanan produk sensitif
G.6 PROSES HUMIDIFIKASI
Saat kelembapan ditambahkan:
Humidity ratio naik
Pergerakan pada chart:
⬆
Ke atas.
Contoh aplikasi:
Industri tekstil
Industri kertas
Ruang penyimpanan tertentu
G.7 PROSES PEMANASAN (HEATING)
Saat udara melewati heater:
Temperatur naik
RH turun
Pergerakan pada chart:
➡
Ke kanan.
Contoh:
20°C → 30°C
G.8 HUBUNGAN DEW POINT DAN COOLING COIL
Contoh:
Udara Ruangan:
24°C
50% RH
Dew Point ≈ 13°C
Jika temperatur permukaan coil:
10°C
Maka:
✓ Terjadi kondensasi
✓ Terjadi dehumidifikasi
Jika temperatur coil:
16°C
Maka:
✗ Tidak terjadi kondensasi
✗ Tidak terjadi dehumidifikasi signifikan
G.9 APLIKASI PADA AHU ENGINEERING
Psychrometric Chart digunakan untuk:
✓ Menentukan kapasitas cooling coil
✓ Menghitung beban pendinginan
✓ Menghitung kebutuhan dehumidifikasi
✓ Menentukan supply air condition
✓ Menentukan dew point
✓ Analisis kenyamanan termal
✓ Analisis cleanroom dan pharmaceutical HVAC
✓ Analisis low humidity process
G.10 RINGKASAN
Psychrometric Chart membantu engineer memahami hubungan antara:
Temperatur
Kelembapan
Kandungan uap air
Energi udara
Tanpa memahami psychrometrics, engineer hanya melihat angka temperatur.
Dengan memahami psychrometrics, engineer dapat memahami perilaku udara secara menyeluruh dan merancang sistem HVAC dengan lebih akurat.