Home » » LAMPIRAN C CONTAMINATION CONTROL STRATEGY (CCS) OVERVIEW

LAMPIRAN C CONTAMINATION CONTROL STRATEGY (CCS) OVERVIEW


C.1 Pendahuluan

Dalam industri farmasi modern, khususnya setelah terbitnya EU GMP Annex 1, konsep:

Contamination Control Strategy (CCS)

menjadi salah satu elemen terpenting dalam desain, operasi, dan pemeliharaan fasilitas produksi.

CCS bukan sekadar dokumen.

CCS merupakan pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, mengendalikan, dan memonitor seluruh sumber potensi kontaminasi yang dapat mempengaruhi kualitas produk.


C.2 Apa Itu CCS?

Menurut EU GMP Annex 1:

CCS adalah pendekatan menyeluruh yang digunakan untuk mengendalikan seluruh risiko kontaminasi terhadap produk.

Tujuan utama:

✓ Melindungi produk

✓ Melindungi pasien

✓ Menjamin kualitas produk

✓ Mengurangi risiko kontaminasi

✓ Menjaga kepatuhan GMP


C.3 Filosofi CCS

Sebelum Annex 1, banyak fasilitas berfokus pada:

  • HEPA Filter

  • ISO Class

  • Differential Pressure

Namun pendekatan modern menekankan:

Kontaminasi tidak dapat dikendalikan hanya dengan satu sistem.

Karena itu seluruh elemen fasilitas harus bekerja bersama.


C.4 Sumber Kontaminasi

Secara umum terdapat lima sumber utama kontaminasi.

Personel

Operator merupakan sumber kontaminasi terbesar.

Contoh:

  • Kulit

  • Rambut

  • Pakaian

  • Aktivitas kerja


Material

Contoh:

  • Bahan baku

  • Kemasan

  • Peralatan


Lingkungan

Contoh:

  • Udara luar

  • Debu

  • Mikroorganisme


Proses

Contoh:

  • Open Product Exposure

  • Transfer Material

  • Filling Process


Utilitas

Contoh:

  • HVAC

  • Compressed Air

  • Water System


C.5 Pilar Utama CCS

Tabel C.1 Pilar CCS

AreaFungsi
Facility DesignMengurangi risiko kontaminasi
HVAC SystemMengendalikan lingkungan
UtilitiesMenjaga kualitas utilitas
EquipmentMendukung proses steril
PersonnelMengurangi human contamination
Cleaning & DisinfectionMengendalikan mikroorganisme
MonitoringVerifikasi performa
Quality SystemPengendalian keseluruhan

C.6 Posisi HVAC dalam CCS

HVAC merupakan salah satu elemen utama CCS.

Fungsi HVAC:

✓ Filtrasi udara

✓ Pengendalian partikel

✓ Pengendalian mikroorganisme

✓ Pengendalian temperatur

✓ Pengendalian RH

✓ Pengendalian tekanan

✓ Pengendalian airflow

Namun HVAC tidak bekerja sendiri.

HVAC harus terintegrasi dengan seluruh sistem lainnya.


C.7 Parameter HVAC dalam CCS

Filtrasi

Menggunakan:

  • G4

  • F7

  • F9

  • HEPA H13

  • HEPA H14


Differential Pressure

Mengendalikan arah perpindahan udara.


Air Change Rate (ACH)

Menjaga kualitas udara.


Airflow Pattern

Mengendalikan distribusi udara.


Temperatur

Menjaga stabilitas proses.


Relative Humidity

Mengurangi risiko kontaminasi dan kerusakan produk.


C.8 Contoh CCS pada Fasilitas Farmasi

Area Grade A

Fokus:

Melindungi produk terbuka.

Kontrol:

✓ Unidirectional Airflow

✓ HEPA H14

✓ Monitoring Partikel Kontinu

✓ Monitoring Mikrobiologi


Area Grade B

Fokus:

Melindungi area Grade A.

Kontrol:

✓ Pressure Cascade

✓ HEPA Filtration

✓ Environmental Monitoring


Area Grade C

Fokus:

Produksi bersih.

Kontrol:

✓ HVAC

✓ Monitoring Berkala

✓ Cleaning Program


Area Grade D

Fokus:

Area pendukung.

Kontrol:

✓ Filtrasi

✓ Housekeeping

✓ Monitoring Dasar


C.9 Hubungan CCS dan HVAC

Banyak orang menganggap:

Jika sudah ada HEPA maka sudah GMP.

Ini tidak benar.

HEPA hanyalah salah satu komponen CCS.

Contoh:

HEPA dapat bekerja sempurna.

Tetapi jika:

  • Operator tidak disiplin

  • Tekanan tidak terjaga

  • Pintu sering terbuka

  • Material flow buruk

maka risiko kontaminasi tetap tinggi.


C.10 Environmental Monitoring dalam CCS

CCS harus didukung oleh Environmental Monitoring Program.

Parameter yang umum dimonitor:

Partikel


Mikrobiologi


Differential Pressure


Temperatur


Relative Humidity


Airflow


C.11 Risk Based Approach

CCS menggunakan pendekatan berbasis risiko.

Pertanyaan yang digunakan:

Apa sumber kontaminasi?

Seberapa besar risikonya?

Bagaimana mengendalikannya?

Bagaimana memverifikasinya?


C.12 CCS dan Lifecycle Facility

CCS tidak berhenti saat proyek selesai.

CCS harus diterapkan selama:

Design

↓

Construction

↓

Commissioning

↓

Qualification

↓

Operation

↓

Maintenance

↓

Requalification


C.13 Peran Commissioning dan Qualification

CCS harus dibuktikan melalui:

DQ

Design Qualification


IQ

Installation Qualification


OQ

Operational Qualification


PQ

Performance Qualification


HVAC merupakan salah satu sistem yang wajib diverifikasi.


C.14 CCS dan Airflow Visualization

Smoke Study sering digunakan untuk memverifikasi:

✓ Airflow Pattern

✓ Area Perlindungan Produk

✓ Potensi Turbulensi

✓ Efektivitas Unidirectional Flow


C.15 CCS dan Recovery Test

Recovery Test digunakan untuk memverifikasi kemampuan HVAC mengembalikan kondisi ruang setelah gangguan.

Parameter:

  • Partikel

  • Waktu Pemulihan

  • Airflow


C.16 Kesalahan Umum

Kesalahan 1

Menganggap CCS hanya urusan QA.

Padahal melibatkan:

  • Engineering

  • Production

  • Validation

  • QA


Kesalahan 2

Menganggap CCS hanya dokumen.

Padahal CCS harus diterapkan di lapangan.


Kesalahan 3

Fokus pada HEPA saja.

Padahal CCS jauh lebih luas.


Kesalahan 4

Tidak melakukan review berkala.

Padahal risiko dapat berubah.


C.17 Visual Summary CCS

PRODUCT PROTECTION

↑

Environmental Monitoring

↑

Cleaning & Disinfection

↑

Personnel Control

↑

Material Control

↑

Equipment Control

↑

HVAC System

↑

Facility Design


Semua elemen bekerja bersama untuk melindungi produk.


C.18 CCS dan Rijomac HVAC Engineering

Dalam proyek cleanroom dan farmasi, HVAC yang dirancang Rijomac mendukung CCS melalui:

✓ Multi-stage Filtration

✓ HEPA Filtration

✓ Differential Pressure Control

✓ Temperature Control

✓ RH Control

✓ Airflow Management

✓ Monitoring Integration

Namun HVAC tetap merupakan bagian dari sistem CCS yang lebih besar.


C.19 Prinsip yang Harus Diingat

CCS bukan sekadar HEPA Filter.

CCS bukan sekadar ISO Class.

CCS adalah strategi menyeluruh untuk mengendalikan seluruh sumber kontaminasi.

HVAC merupakan salah satu fondasi utama, tetapi keberhasilan CCS bergantung pada integrasi seluruh sistem.


C.20 Ringkasan Lampiran

  • CCS adalah pendekatan pengendalian kontaminasi berbasis risiko.

  • CCS diwajibkan dalam GMP modern.

  • HVAC merupakan salah satu elemen utama CCS.

  • CCS mencakup fasilitas, personel, material, proses, utilitas, monitoring, dan quality system.

  • HEPA Filter saja tidak cukup untuk memenuhi konsep CCS.

  • Keberhasilan CCS ditentukan oleh integrasi seluruh sistem.

Kesimpulan

HVAC Mengendalikan Lingkungan.

CCS Mengendalikan Seluruh Risiko Kontaminasi.

Karena itu HVAC adalah bagian penting dari CCS, tetapi CCS jauh lebih besar daripada HVAC itu sendiri.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat