DIPERJALANKAN
Catatan Perjalanan Hidup di Balik Rijomac
Kadang ketika melihat ke belakang, saya merasa hidup ini seperti sebuah perjalanan yang pelan-pelan dibukakan oleh Allah.
Tidak selalu saya pahami sejak awal.
Tidak selalu saya rencanakan.
Bahkan sering kali saya hanya berjalan mengikuti pintu yang sedang terbuka di depan mata.
Saya tidak pernah sejak awal bercita-cita menjadi kontraktor.
Saya juga tidak pernah membayangkan akan berada di dunia HVAC, Cleanroom, atau Dehumidification.
Semua bermula dari hal yang sederhana: saya senang menggambar.
Sejak kecil saya suka membuat sketsa, memperhatikan bentuk, garis, dan membayangkan bagaimana sesuatu bisa dirancang. Selain itu, saya juga menyukai komputer dan teknologi. Dari situlah saya pernah bekerja di bidang IT dan sempat membuka usaha komputer kecil-kecilan.
Saat itu saya berpikir mungkin jalan hidup saya akan berada di dunia komputer.
Namun ternyata Allah membukakan jalan yang berbeda.
Dari Menggambar Menjadi Belajar
Suatu hari, saya dipertemukan dengan seorang pemilik perusahaan HVAC.
Awalnya saya hanya membantu sebagai drafter. Tugas saya membuat gambar teknik dan layout sistem. Dari pekerjaan sederhana itulah saya mulai mengenal dunia baru: HVAC.
Saya mulai belajar tentang udara, temperatur, kelembapan, tekanan ruangan, dan bagaimana sebuah ruangan bisa dikondisikan sesuai kebutuhan.
Pelan-pelan saya tidak hanya menggambar.
Saya mulai berusaha memahami apa yang saya gambar.
Dari drafter, saya kemudian diberi kesempatan untuk belajar lebih banyak sebagai technical support.
Saya bersyukur pernah memiliki atasan yang tidak hanya memberi pekerjaan, tetapi juga memberi ilmu. Dari beliau, saya mulai mengenal Cleanroom, Dehumidification, Pressure Control, dan beberapa aplikasi HVAC khusus.
Saya juga banyak belajar dari orang-orang yang saya temui di perjalanan. Ada senior, teknisi, engineer, customer, vendor, dan teman-teman lapangan. Dari mereka saya belajar bahwa ilmu itu luas, dan kita tidak boleh cepat merasa cukup.
Semakin lama, saya semakin menyadari bahwa pekerjaan ini bukan sekadar soal mesin atau proyek. Di balik setiap ruangan, selalu ada kebutuhan yang harus dipahami. Di balik setiap sistem, selalu ada masalah yang harus dicari solusinya.
Rijomac Tumbuh Pelan-Pelan
Setelah melewati beberapa proses, akhirnya saya memberanikan diri untuk melangkah sendiri.
Tidak langsung mudah.
Ada masa berhasil.
Ada masa salah mengambil keputusan.
Ada masa rugi.
Ada masa bingung harus melangkah ke mana.
Tetapi dari semua itu, sedikit demi sedikit Allah tetap memberi jalan.
Dari proses itulah Rijomac mulai tumbuh.
Bukan sebagai perusahaan besar.
Bukan juga dengan perjalanan yang selalu rapi.
Rijomac tumbuh pelan-pelan, dari gambar, proposal, presentasi, pengalaman lapangan, dan dari tulisan-tulisan sederhana yang saya buat.
Saya memang senang menulis.
Bukan karena merasa paling mengerti, tetapi karena menulis membantu saya belajar. Saat menulis, saya dipaksa membaca ulang, memahami ulang, dan merapikan apa yang sebelumnya masih berantakan di kepala.
Saya menulis tentang Cleanroom.
Tentang Dehumidification.
Tentang Sandwich Panel.
Tentang HVAC.
Tentang Ruang Isolasi Negatif dan Positif.
Saat itu saya tidak pernah berpikir terlalu jauh.
Saya hanya menulis apa yang sedang saya pelajari.
Ketika Ilmu Kecil Mulai Dipakai
Beberapa waktu kemudian, saya mulai menyadari bahwa apa yang dulu dipelajari dan ditulis ternyata ada manfaatnya.
Sebelum COVID-19, saya pernah mempelajari dan menulis tentang ruang isolasi negatif serta pengendalian infeksi melalui sistem HVAC. Saya juga pernah mendapat kesempatan untuk berbagi dalam forum Dinas Kesehatan mengenai ruang isolasi negatif dan positif.
Waktu itu topiknya masih terasa sangat khusus. Belum banyak orang membahasnya.
Lalu COVID datang.
Banyak istilah yang sebelumnya jarang terdengar mulai dikenal: ruang isolasi, negative pressure room, laboratorium PCR, dan airborne infection control.
Saya tidak berani mengatakan bahwa saya sudah siap sepenuhnya. Justru pada masa itu saya banyak merasa khawatir, karena semakin memahami risiko, semakin besar pula rasa tanggung jawabnya.
Tetapi saya juga belajar bahwa ilmu, sekecil apa pun, jika Allah titipkan, sebaiknya digunakan untuk membantu semampunya.
Di masa itu, Rijomac mendapat kesempatan ikut membantu beberapa pekerjaan terkait ruang isolasi, laboratorium, ambulans tekanan negatif, dan sistem HVAC pengendalian infeksi.
Bagi saya, itu bukan sekadar proyek.
Itu bagian dari pelajaran hidup.
Saya mulai melihat bahwa hal-hal yang dulu hanya saya baca, tulis, dan pelajari pelan-pelan dipertemukan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Dulu saya menulis tentang Cleanroom, lalu ada kesempatan mengerjakan Cleanroom.
Dulu saya menulis tentang Sandwich Panel, lalu ada kesempatan mengerjakan Sandwich Panel.
Dulu saya mempelajari Ruang Isolasi, lalu datang kebutuhan ruang isolasi.
Dulu saya mempelajari Dehumidifier, lalu datang pekerjaan terkait pengendalian kelembapan.
Tidak semuanya besar.
Tidak semuanya sempurna.
Tetapi semuanya memberi pelajaran.
Belajar Memastikan Sistem Bekerja
Hari ini perjalanan itu masih terus berjalan.
Saya mulai belajar lebih dalam tentang Testing, Adjusting, Balancing, Commissioning, Performance Verification, dan Consultancy.
Bukan karena ingin terlihat lebih tinggi, tetapi karena saya merasa pekerjaan di bidang ini tidak cukup hanya selesai terpasang. Sistem harus diperiksa. Diukur. Diuji. Dan dipastikan bekerja sesuai kebutuhan.
Pelan-pelan kami belajar melengkapi diri dengan alat ukur, pengujian tekanan ruangan, airflow measurement, particle counter, dan proses commissioning lain yang diperlukan dalam pekerjaan HVAC dan controlled environment.
Masih banyak yang harus kami pelajari.
Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.
Tetapi setidaknya kami berusaha berjalan ke arah yang lebih baik.
Tentang Warisan
Jika suatu hari saya ingin meninggalkan sesuatu untuk anak-anak saya, mungkin bukan perusahaan.
Karena perusahaan bisa naik turun.
Proyek bisa datang dan pergi.
Peralatan bisa rusak atau berganti.
Yang ingin saya tinggalkan adalah cara memandang hidup.
Bahwa belajar tidak pernah sia-sia.
Bahwa menulis tidak pernah sia-sia.
Bahwa bekerja dengan sungguh-sungguh tidak pernah sia-sia.
Bahwa setiap pertemuan bisa menjadi jalan ilmu.
Dan bahwa setiap proses, meskipun berat, bisa menyimpan hikmah.
Saya juga ingin mereka tahu bahwa manusia tidak selalu harus melihat seluruh jalan di depan untuk mulai melangkah.
Kadang Allah hanya menunjukkan satu pintu kecil.
Tugas kita hanya mencoba masuk dengan niat yang baik, belajar sebaik mungkin, dan menjaga amanah semampu kita.
Baru setelah waktu berlalu, ketika menoleh ke belakang, kita menyadari bahwa pintu-pintu kecil itu ternyata saling terhubung.
Saya tidak pernah benar-benar merancang semua perjalanan ini.
Saya hanya berusaha berjalan pada jalan yang Allah bukakan sedikit demi sedikit.
Dan hari ini saya merasa, mungkin selama ini saya bukan sedang menyusun perjalanan.
Saya sedang diperjalankan.
Machfud
Pendiri PT Rijomac Sembilan Sembilan