Home » » BAB 3 FILTRATION SYSTEM

BAB 3 FILTRATION SYSTEM

3.1 Pendahuluan

Filtrasi merupakan salah satu fungsi paling penting dalam Air Handling Unit (AHU).

Tujuan utama sistem filtrasi adalah menghilangkan partikel dari udara sebelum udara tersebut didistribusikan ke ruangan atau proses.

Pada aplikasi seperti cleanroom, rumah sakit, laboratorium, dan industri farmasi, kualitas sistem filtrasi sangat menentukan:

  • Kualitas produk

  • Keselamatan pasien

  • Keselamatan operator

  • Kepatuhan terhadap regulasi

  • Kinerja proses produksi

Karena itu AHU umumnya menggunakan sistem filtrasi bertingkat (multi-stage filtration).

Prinsip dasarnya adalah:

Filter yang lebih murah digunakan untuk melindungi filter yang lebih mahal.


3.2 Mengapa Filtrasi Bertingkat Diperlukan?

Banyak orang bertanya:

"Mengapa tidak langsung menggunakan HEPA Filter saja?"

Jawabannya sederhana.

HEPA Filter memiliki:

  • Harga lebih tinggi

  • Pressure drop lebih besar

  • Biaya penggantian lebih mahal

Jika seluruh beban debu langsung diterima HEPA Filter, maka umur filter akan sangat pendek.

Karena itu digunakan tahapan filtrasi:

Fresh Air

↓

Pre Filter (G4)

↓

Medium Filter (F7)

↓

Final Filter (F9)

↓

HEPA Filter (H13/H14)

↓

Supply Air

Dengan sistem ini, setiap tahap filter bekerja sesuai fungsinya.


3.3 Hirarki Sistem Filtrasi AHU

Tabel 3.1 Hirarki Filtrasi Udara

StageTypical GradeFunction
Pre FilterG3 / G4Menahan partikel kasar
Medium FilterF7Menahan partikel menengah
Final FilterF8 / F9Menahan partikel halus
HEPA FilterH13 / H14Filtrasi akhir cleanroom
ULPA FilterU15 - U17Ultra high cleanliness

3.4 Mekanisme Penangkapan Partikel

Filter tidak bekerja seperti saringan biasa.

Partikel ditangkap melalui beberapa mekanisme:

Straining

Partikel berukuran besar tertahan oleh media filter.


Interception

Partikel mengikuti aliran udara dan menempel pada serat filter.


Inertial Impaction

Partikel yang lebih berat tidak mampu mengikuti perubahan arah aliran udara sehingga menabrak media filter.


Diffusion

Partikel sangat kecil bergerak secara acak dan akhirnya tertangkap oleh media filter.


Electrostatic Attraction

Beberapa media filter memiliki muatan elektrostatik yang membantu menangkap partikel.


3.5 Pre Filter

Fungsi

Menahan partikel kasar.

Contoh:

  • Debu besar

  • Serat kain

  • Rambut

  • Serangga kecil

Kelas Filter

  • G3

  • G4

Tujuan

Melindungi:

  • Cooling Coil

  • Medium Filter

  • Final Filter

  • HEPA Filter

Posisi

Tahap pertama dalam AHU.


3.6 Medium Filter

Fungsi

Menangkap partikel berukuran menengah.

Contoh:

  • Debu halus

  • Pollen

  • Partikel proses

Kelas Filter

  • F7

  • F8

Tujuan

Mengurangi beban Final Filter dan HEPA Filter.

Posisi

Setelah Pre Filter.


3.7 Final Filter

Fungsi

Menangkap partikel halus sebelum udara memasuki tahap filtrasi akhir.

Kelas Filter

  • F8

  • F9

Tujuan

  • Meningkatkan kualitas udara supply

  • Melindungi HEPA Filter

  • Memperpanjang umur HEPA Filter

  • Mengurangi biaya operasional

Posisi

Setelah Medium Filter.

Pada banyak sistem HVAC modern, Final Filter merupakan tahap terakhir di dalam AHU sebelum udara masuk ke ducting.


3.8 HEPA Filter

High Efficiency Particulate Air Filter

HEPA digunakan pada aplikasi yang membutuhkan tingkat kebersihan tinggi.

Contoh:

  • Cleanroom

  • Rumah Sakit

  • Laboratorium

  • Industri Farmasi

  • BSL Laboratory

Efisiensi Umum

FilterEfisiensi Minimum
H13≥ 99,95 %
H14≥ 99,995 %

(Berdasarkan EN1822)

Posisi

HEPA dapat dipasang:

Sebagai HEPA Terminal

AHU
↓
Ducting
↓
HEPA Terminal
↓
Ruangan

Sebagai HEPA Section di AHU

AHU
↓
HEPA
↓
Supply Air

Pemilihan lokasi tergantung kebutuhan desain.


3.9 ULPA Filter

Ultra Low Penetration Air Filter

ULPA digunakan pada aplikasi dengan kebutuhan kebersihan sangat tinggi.

Contoh:

  • Semiconductor

  • Microelectronics

  • Nanotechnology

Efisiensi

  • U15

  • U16

  • U17

Lebih tinggi dibanding HEPA.


3.10 Konfigurasi Filtrasi Berdasarkan Aplikasi

Tabel 3.2 Konfigurasi Filter Umum

ApplicationPre FilterMedium FilterFinal FilterHEPA
General HVACG4---
Commercial BuildingG4F7F9-
Food IndustryG4F7F9H13
Hospital HVACG4F7F9H13
Isolation RoomG4F9F9H13
Cleanroom ISO 8G4F7F9H13
Cleanroom ISO 7G4F9F9H13
Pharmaceutical GMPG4F9F9H14
BSL LaboratoryG4F9F9H14

3.11 Pressure Drop Filter

Setiap filter menyebabkan hambatan aliran udara.

Hambatan ini disebut:

Pressure Drop

Satuan:

Pa (Pascal)

Semakin kotor filter:

  • Pressure drop meningkat

  • Airflow menurun

  • Konsumsi energi meningkat


3.12 Differential Pressure Monitoring

Peralatan yang umum digunakan:

  • Magnehelic Gauge

  • Differential Pressure Transmitter

  • Digital Pressure Sensor

Fungsi:

Mengukur perbedaan tekanan sebelum dan sesudah filter.

Pressure drop yang meningkat menunjukkan filter mulai kotor.


3.13 Strategi Penggantian Filter

Filter sebaiknya tidak diganti hanya berdasarkan waktu.

Parameter yang lebih baik:

  • Pressure Drop

  • Hasil Monitoring

  • Kondisi Operasional

Panduan Umum

FilterTypical Replacement Criteria
G4150 – 250 Pa
F7/F8250 – 400 Pa
F9300 – 450 Pa
HEPASesuai rekomendasi pabrikan

Catatan:

Nilai aktual tergantung desain sistem.


3.14 Kesalahan Umum Sistem Filtrasi

Tidak Menggunakan Pre Filter

Akibat:

HEPA cepat kotor.


Kebocoran Frame Filter

Akibat:

Udara bypass melewati media filter.


Pemasangan Filter Terbalik

Akibat:

Efisiensi menurun.


Tidak Monitoring Pressure Drop

Akibat:

Airflow turun tanpa disadari.


Mengganti Filter Berdasarkan Kalender Saja

Belum tentu ekonomis dan efektif.


3.15 Prinsip Penting

Filtrasi bukan hanya tentang memasang HEPA Filter.

Keberhasilan sistem filtrasi ditentukan oleh:

  • Pemilihan filter yang tepat

  • Susunan filter yang tepat

  • Instalasi yang benar

  • Monitoring pressure drop

  • Program penggantian yang baik


3.16 Ringkasan Bab

Pada bab ini telah dibahas:

  • Prinsip dasar filtrasi udara

  • Hirarki sistem filtrasi

  • Pre Filter

  • Medium Filter

  • Final Filter

  • HEPA Filter

  • ULPA Filter

  • Pressure Drop

  • Differential Pressure Monitoring

  • Strategi penggantian filter

Bab berikutnya akan membahas Cooling Coil dan proses Dehumidification sebagai inti pengendalian temperatur dan kelembapan pada Air Handling Unit.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat