Home » » BAB 29 FILTER LOADING

BAB 29 FILTER LOADING

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM

Controlled Environment Engineering


29.1 PENDAHULUAN

Filter HVAC tidak bekerja dengan cara menghancurkan partikel.

Filter bekerja dengan cara:

✓ Menangkap partikel

✓ Menahan partikel

✓ Menyimpan partikel


Seiring waktu, partikel yang tertangkap akan terus menumpuk di dalam media filter.

Fenomena ini disebut:

Filter Loading


Filter Loading merupakan faktor utama yang menentukan:

✓ Umur Filter

✓ Pressure Drop

✓ Airflow

✓ Konsumsi Energi

✓ Jadwal Penggantian Filter


29.2 APA ITU FILTER LOADING?

Filter Loading adalah proses akumulasi partikel pada media filter selama operasi.


Ketika udara melewati filter:

✓ Debu tertangkap

✓ Partikel tersimpan

✓ Hambatan meningkat


Semakin lama filter digunakan:

Semakin besar loading yang terjadi.


29.3 PROSES FILTER LOADING

Tahapan umum:

Udara Kotor

↓

Partikel Ditangkap

↓

Partikel Menumpuk

↓

Pressure Drop Naik

↓

Airflow Turun

↓

Filter Diganti


29.4 DUST HOLDING CAPACITY

Dust Holding Capacity adalah kemampuan filter menampung partikel sebelum mencapai Final Resistance.


Satuan umum:

✓ gram

✓ kg

✓ gram/m²


Semakin besar Dust Holding Capacity:

✓ Umur filter lebih panjang

✓ Penggantian lebih jarang


29.5 MENGAPA DUST HOLDING CAPACITY PENTING?

Dua filter dapat memiliki:

✓ Efisiensi sama

✓ Ukuran sama


Tetapi:

Dust Holding Capacity berbeda.


Akibatnya:

Umur pakai dapat sangat berbeda.


29.6 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOADING

Beberapa faktor utama:

✓ Konsentrasi partikel

✓ Ukuran partikel

✓ Face Velocity

✓ Luas filter

✓ Jenis media filter

✓ Jam operasi


29.7 FACE VELOCITY DAN LOADING

Semakin tinggi Face Velocity:

✓ Debu masuk lebih banyak

✓ Loading lebih cepat

✓ Pressure Drop meningkat lebih cepat


Karena itu Face Velocity sangat mempengaruhi umur filter.


29.8 MEKANISME PENANGKAPAN PARTIKEL

Filter menangkap partikel melalui:

✓ Sieving

✓ Interception

✓ Impaction

✓ Diffusion

✓ Electrostatic Attraction


Mekanisme dominan tergantung ukuran partikel.


29.9 LOADING CHARACTERISTICS

Setiap filter memiliki karakteristik loading yang berbeda.


Secara umum:

Pressure Drop tidak naik secara linear.


Awalnya:

Kenaikan lambat.


Kemudian:

Meningkat semakin cepat.


29.10 TAHAPAN FILTER LOADING

Tahap 1

Filter Baru

Pressure Drop rendah


Tahap 2

Normal Loading

Pressure Drop meningkat perlahan


Tahap 3

Heavy Loading

Pressure Drop meningkat cepat


Tahap 4

Final Resistance

Filter harus diganti


29.11 PENGARUH LOADING TERHADAP AIRFLOW

Jika fan tetap:

Pressure Drop naik

↓

Airflow turun


Akibat:

✓ ACH turun

✓ Ventilasi menurun

✓ Kualitas udara memburuk


29.12 PENGARUH LOADING TERHADAP FAN

Jika airflow dipertahankan menggunakan VFD:

Pressure Drop naik

↓

RPM naik

↓

Power naik

↓

Energi naik


29.13 FILTER LOADING DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Loading dapat menyebabkan:

✓ ACH turun

✓ Recovery Time meningkat

✓ Tekanan ruangan berubah

✓ Klasifikasi ruangan terancam


Karena itu monitoring filter sangat penting.


29.14 FILTER LOADING DAN MEDICAL HVAC

Pada rumah sakit:

Loading yang berlebihan dapat menyebabkan:

✓ Ventilasi tidak memenuhi desain

✓ Airflow ruang operasi turun

✓ Tekanan ruang isolasi gagal


29.15 PRE FILTER DAN HEPA

Pre Filter berfungsi:

Melindungi Medium Filter dan HEPA.


Jika Pre Filter gagal:

Loading HEPA meningkat sangat cepat.


Akibat:

✓ Umur HEPA pendek

✓ Biaya operasional meningkat


29.16 DUST HOLDING CAPACITY DAN LIFE TIME

Secara umum:

Semakin besar Dust Holding Capacity:

Semakin panjang umur filter.


Namun umur aktual tetap dipengaruhi oleh:

✓ Konsentrasi debu

✓ Jam operasi

✓ Face Velocity


29.17 INDIKATOR FILTER OVERLOAD

Tanda-tanda:

✓ Pressure Drop tinggi

✓ Airflow turun

✓ Fan bekerja lebih berat

✓ Konsumsi energi naik

✓ Differential pressure alarm aktif


29.18 MONITORING FILTER LOADING

Metode umum:

✓ Magnehelic Gauge

✓ Differential Pressure Gauge

✓ Pressure Transmitter

✓ BMS Monitoring


Parameter utama:

Pressure Drop


29.19 STUDI KASUS

Kasus:

AHU Farmasi


F7 Filter

Initial Resistance:

90 Pa


Setelah 8 bulan:

250 Pa


Airflow turun:

15%


Investigasi:

Filter mengalami loading berat.


Solusi:

Penggantian filter.


29.20 KESALAHAN UMUM

✗ Mengganti filter berdasarkan waktu saja.

✗ Mengabaikan pressure drop.

✗ Mengabaikan face velocity.

✗ Tidak memonitor loading.

✗ Menggunakan pre filter yang tidak sesuai.


29.21 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika airflow turun, banyak orang langsung menyalahkan fan.

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa pressure drop filter?

✓ Berapa umur filter?

✓ Apakah filter overload?

✓ Bagaimana trend loading?

✓ Apakah pre filter bekerja dengan baik?

Karena pada banyak kasus, penyebab utama bukan fan, melainkan filter yang telah mencapai kapasitasnya.


29.22 RINGKASAN

Filter Loading adalah akumulasi partikel pada media filter selama operasi.

Parameter utama:

✓ Dust Holding Capacity

✓ Loading Characteristics

✓ Pressure Drop

✓ Airflow

✓ Filter Life

Prinsip penting:

✓ Semakin banyak partikel tertangkap, semakin besar pressure drop.

✓ Semakin besar pressure drop, semakin kecil airflow.

✓ Semakin tinggi face velocity, semakin cepat loading.

✓ Dust Holding Capacity menentukan kemampuan filter menampung partikel.

Prinsip yang harus selalu diingat:

Filter yang efektif akan semakin kotor seiring waktu.

Filter yang semakin kotor akan semakin meningkatkan hambatan sistem.

Karena itu keberhasilan program maintenance HVAC tidak ditentukan oleh umur filter semata, tetapi oleh kemampuan memantau dan mengelola proses filter loading secara benar.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat