Home » » BAB 18 OPERASI DAN MAINTENANCE CLEANROOM

BAB 18 OPERASI DAN MAINTENANCE CLEANROOM

HANDBOOK CLEANROOM ENGINEERING

Konsep, Desain, Konstruksi, dan Validasi Cleanroom

Penulis
Machfud

PT Rijomac Sembilan Sembilan 

BAB 18

OPERASI DAN MAINTENANCE CLEANROOM

18.1 Pendahuluan

Banyak cleanroom berhasil mencapai parameter desain saat commissioning dan validasi.

Namun beberapa bulan kemudian performanya mulai menurun.

Tekanan tidak stabil.

Temperatur berubah.

Kelembapan meningkat.

Filter menjadi kotor.

Keluhan operator mulai muncul.

Penyebabnya sering kali bukan kesalahan desain, melainkan kurangnya pengelolaan operasional dan maintenance.

Cleanroom bukan proyek yang selesai saat konstruksi selesai.

Cleanroom adalah sistem yang harus dijaga sepanjang siklus hidupnya.

Karena itu operasi dan maintenance merupakan faktor penting dalam mempertahankan performa cleanroom.


18.2 Filosofi Operasi Cleanroom

Tujuan utama operasi cleanroom adalah:

Menjaga kondisi lingkungan tetap sesuai dengan kebutuhan proses setiap hari.

Cleanroom yang baik bukan cleanroom yang pernah mencapai ISO Class tertentu saat validasi.

Cleanroom yang baik adalah cleanroom yang mampu mempertahankan kondisi tersebut secara konsisten selama operasional.


18.3 Tanggung Jawab Operasional

Operasional cleanroom melibatkan beberapa pihak.

Owner

Menetapkan kebijakan dan menyediakan sumber daya.

User

Mengoperasikan fasilitas sesuai prosedur.

Engineering Team

Menjaga performa sistem teknis.

Quality Assurance (QA)

Melakukan pengawasan dan evaluasi.

Maintenance Team

Menjalankan program pemeliharaan.

Keberhasilan cleanroom memerlukan kerja sama seluruh pihak.


18.4 Standard Operating Procedure (SOP)

SOP merupakan fondasi operasional cleanroom.

SOP membantu memastikan bahwa seluruh aktivitas dilakukan secara konsisten.

SOP yang umum diperlukan:

SOP Masuk Cleanroom

SOP Gowning

SOP Material Transfer

SOP Cleaning

SOP Airlock

SOP Pass Box

SOP Air Shower

SOP Monitoring Lingkungan

SOP Maintenance HVAC


18.5 Personel Sebagai Sumber Kontaminasi

Dalam banyak cleanroom, manusia merupakan sumber kontaminasi terbesar.

Operator menghasilkan:

  • Partikel kulit
  • Rambut
  • Serat pakaian
  • Mikroorganisme
  • Uap pernapasan

Karena itu disiplin personel menjadi sangat penting.

Teknologi terbaik sekalipun tidak dapat menggantikan perilaku yang benar.


18.6 Program Gowning

Tujuan gowning adalah mengurangi partikel yang dibawa manusia.

Perlengkapan yang umum digunakan:

  • Hair Cover
  • Face Mask
  • Coverall
  • Gloves
  • Shoe Cover

Tingkat gowning harus disesuaikan dengan klasifikasi cleanroom dan risiko proses.


18.7 Program Cleaning

Cleaning merupakan bagian penting dari pengendalian kontaminasi.

Tujuan:

  • Mengurangi partikel.
  • Mengurangi mikroorganisme.
  • Menjaga kebersihan fasilitas.

Cleaning harus dilakukan secara:

Terjadwal

Berdasarkan frekuensi tertentu.

Terdokumentasi

Setiap kegiatan dicatat.

Terverifikasi

Efektivitasnya dievaluasi.


18.8 Area Yang Harus Dibersihkan

Program cleaning umumnya mencakup:

Lantai

Dinding

Ceiling

Pintu

Jendela

Peralatan

Airlock

Pass Box

Area Kerja

Seluruh area harus memiliki jadwal pembersihan yang jelas.


18.9 Program Maintenance

Maintenance bertujuan menjaga sistem tetap bekerja sesuai desain.

Tanpa maintenance yang baik:

  • Performa menurun.
  • Risiko kerusakan meningkat.
  • Konsumsi energi meningkat.
  • Kegagalan sistem lebih sering terjadi.

Maintenance harus dilakukan secara sistematis dan terencana.


18.10 Jenis Maintenance

Corrective Maintenance

Dilakukan setelah terjadi kerusakan.

Contoh:

  • Fan rusak.
  • Sensor gagal.
  • Motor terbakar.

Pendekatan ini paling mahal karena terjadi setelah gangguan muncul.


Preventive Maintenance

Dilakukan secara berkala sebelum kerusakan terjadi.

Contoh:

  • Pembersihan filter.
  • Pemeriksaan belt.
  • Pemeriksaan motor.

Preventive maintenance merupakan metode yang paling umum digunakan.


Predictive Maintenance

Menggunakan data monitoring untuk memprediksi kerusakan.

Contoh:

  • Trend tekanan filter.
  • Trend konsumsi energi.
  • Trend temperatur motor.

Pendekatan ini semakin banyak digunakan pada fasilitas modern.


18.11 Maintenance HVAC

HVAC merupakan sistem paling kritis dalam cleanroom.

Program maintenance HVAC biasanya meliputi:

AHU

  • Pemeriksaan fan
  • Pemeriksaan motor
  • Pemeriksaan bearing
  • Pemeriksaan coil

Ducting

  • Pemeriksaan kebocoran
  • Pemeriksaan kebersihan

Damper

  • Pemeriksaan fungsi
  • Kalibrasi posisi

Sensor

  • Pemeriksaan fungsi
  • Kalibrasi

18.12 Maintenance Filter

Filter merupakan komponen utama pengendalian partikel.

Jenis filter:

Pre Filter

Pemeriksaan dan pembersihan rutin.

Medium Filter

Pemeriksaan berkala.

HEPA Filter

Monitoring differential pressure dan integritas filter.

Penggantian filter harus berdasarkan kondisi aktual, bukan hanya usia pemakaian.


18.13 Maintenance Monitoring System

Sistem monitoring harus dijaga akurasinya.

Kegiatan yang umum dilakukan:

  • Kalibrasi sensor.
  • Verifikasi display.
  • Pemeriksaan alarm.
  • Pemeriksaan komunikasi data.

Monitoring yang tidak akurat dapat menyebabkan keputusan yang salah.


18.14 Kalibrasi

Seluruh alat ukur yang digunakan dalam cleanroom harus dikalibrasi secara berkala.

Contohnya:

  • Temperature Sensor
  • RH Sensor
  • Pressure Sensor
  • Particle Counter
  • Thermo Hygrometer

Kalibrasi memastikan hasil pengukuran tetap dapat dipercaya.


18.15 Dokumentasi Operasional

Dokumentasi yang umum digunakan:

Daily Checklist

Cleaning Logbook

Maintenance Logbook

Calibration Record

Alarm Record

Environmental Monitoring Record

Dokumentasi menjadi bukti bahwa fasilitas dikelola dengan baik.


18.16 Investigasi Penyimpangan

Apabila ditemukan penyimpangan:

  • Tekanan tidak sesuai.
  • RH terlalu tinggi.
  • Temperatur tidak stabil.
  • Particle Count meningkat.

Maka harus dilakukan:

  1. Identifikasi masalah.
  2. Investigasi penyebab.
  3. Tindakan korektif.
  4. Verifikasi hasil.

Semua langkah harus terdokumentasi.


18.17 Kesalahan Yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang sering ditemukan:

  • Maintenance hanya dilakukan saat rusak.
  • Filter tidak dipantau.
  • Sensor tidak dikalibrasi.
  • Cleaning tidak terdokumentasi.
  • SOP tidak dijalankan.
  • Alarm diabaikan.

Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan cleanroom kehilangan performanya.


18.18 Operasi dan Maintenance Pada Medical HVAC

Pada fasilitas seperti:

  • Ruang Isolasi Negatif
  • BSL-2 Laboratory
  • Cytotoxic Room
  • Cleanroom Farmasi

Parameter yang harus dijaga secara ketat:

  • Differential Pressure
  • Airflow
  • ACH
  • Temperatur
  • RH
  • Monitoring Alarm

Karena parameter tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan manusia dan kualitas proses.


18.19 Filosofi Maintenance Cleanroom

Banyak orang menganggap maintenance adalah biaya.

Padahal maintenance adalah investasi.

Biaya maintenance yang kecil dapat mencegah kerugian yang jauh lebih besar akibat kegagalan sistem.

Dalam cleanroom:

Lebih murah menjaga performa daripada memperbaiki kegagalan.

Maintenance yang baik bukan sekadar memperbaiki kerusakan.

Maintenance yang baik adalah mencegah kerusakan terjadi.


18.20 Ringkasan Bab

Operasi dan maintenance merupakan bagian penting dari siklus hidup cleanroom.

Melalui SOP yang baik, program cleaning yang konsisten, maintenance yang terencana, serta monitoring yang berkelanjutan, performa cleanroom dapat dipertahankan sesuai desain dan kebutuhan proses.

Cleanroom yang berhasil bukan yang hanya lulus commissioning atau validasi.

Cleanroom yang berhasil adalah cleanroom yang tetap bekerja dengan baik setiap hari selama bertahun-tahun.

Bab berikutnya akan membahas Studi Kasus Proyek Cleanroom dan Controlled Environment, termasuk pengalaman nyata penerapan konsep-konsep yang telah dibahas dalam handbook ini.

 

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat