Home » » BAB 11 DUCTING SIZING & DUCT VELOCITY CALCULATION

BAB 11 DUCTING SIZING & DUCT VELOCITY CALCULATION

HANDBOOK HVAC FORMULA

RIJOMAC SYSTEM – Controlled Environment Engineering


11.1 PENDAHULUAN

Setelah udara dihasilkan oleh fan dan dikondisikan oleh cooling coil, udara harus didistribusikan menuju ruangan.

Media distribusi udara tersebut adalah:

Ducting System

Ducting yang terlalu kecil akan menyebabkan:

  • Pressure drop tinggi

  • Noise tinggi

  • Konsumsi energi meningkat

Ducting yang terlalu besar akan menyebabkan:

  • Biaya meningkat

  • Ruang instalasi bertambah

Karena itu HVAC Engineer harus mampu menentukan ukuran duct yang sesuai.


11.2 FUNGSI DUCTING

Ducting digunakan untuk:

✓ Menyalurkan udara

✓ Mendistribusikan airflow

✓ Menjaga tekanan sistem

✓ Mengontrol arah aliran udara

✓ Mendukung ACH dan pressure cascade


11.3 PARAMETER DASAR DUCT DESIGN

Parameter utama:

Airflow

Satuan:

m³/jam

(CMH)


Velocity

Satuan:

m/s


Pressure Drop

Satuan:

Pa


Ketiga parameter ini saling berhubungan.


11.4 RUMUS DASAR DUCT SIZING

Hubungan dasar:

Q=A\times V

Dimana:

Q = Airflow (m³/s)

A = Luas Duct (m²)

V = Velocity (m/s)


11.5 RUMUS LUAS DUCT

Untuk menentukan ukuran duct:

A=\frac{Q}{V}


11.6 CONTOH PERHITUNGAN

Data:

Airflow:

3.600 CMH

Target Velocity:

5 m/s


Konversi Airflow:

3.600 ÷ 3.600

= 1 m³/s


Luas Duct:

1 ÷ 5

= 0,20 m²


Maka salah satu ukuran yang mendekati:

500 mm × 400 mm

= 0,20 m²


11.7 DUCT PERSEGI PANJANG

Rumus:

A=W\times H

Dimana:

W = Lebar Duct

H = Tinggi Duct


Contoh:

600 mm × 400 mm

A = 0,6 × 0,4

= 0,24 m²


11.8 DUCT BULAT

Luas duct bulat:

Dimana:

D = Diameter Duct


Contoh:

Diameter:

500 mm


A

≈ 0,196 m²


11.9 REKOMENDASI VELOCITY

Main Duct

6 – 10 m/s


Branch Duct

4 – 6 m/s


Final Branch

2 – 4 m/s


Cleanroom

3 – 6 m/s


Rumah Sakit

3 – 6 m/s


11.10 DAMPAK VELOCITY TERLALU TINGGI

Jika velocity terlalu tinggi:

✓ Noise meningkat

✓ Pressure drop meningkat

✓ Fan power meningkat

✓ Getaran meningkat


Akibatnya sistem menjadi tidak efisien.


11.11 DAMPAK VELOCITY TERLALU RENDAH

Jika velocity terlalu rendah:

✓ Ukuran duct membesar

✓ Biaya material meningkat

✓ Ruang plafon tidak cukup

✓ Instalasi menjadi sulit


Karena itu engineer harus mencari titik optimum.


11.12 DUCT VELOCITY CALCULATION

Contoh:

Duct:

600 mm × 400 mm

Airflow:

4.320 CMH


Luas:

0,24 m²


Airflow:

4.320 ÷ 3.600

= 1,2 m³/s


Velocity:

1,2 ÷ 0,24

= 5 m/s


Hasil:

Velocity = 5 m/s


11.13 FLEXIBLE DUCT

Flexible duct sering digunakan pada:

✓ Diffuser

✓ Grille

✓ Terminal connection


Namun flexible duct menghasilkan pressure drop lebih tinggi dibanding ducting rigid.


Karena itu panjang flexible duct sebaiknya dibatasi.


11.14 ELBOW DAN FITTING

Setiap fitting menghasilkan pressure drop tambahan.

Contoh:

✓ Elbow

✓ Tee

✓ Reducer

✓ Damper


Semakin banyak fitting:

Pressure drop semakin tinggi.


11.15 DUCTING DAN CLEANROOM

Pada cleanroom:

Ducting harus memperhatikan:

✓ Kebersihan internal

✓ Kebocoran udara

✓ Pressure cascade

✓ HEPA Filter integration


Sering digunakan:

  • GI Duct

  • PU Duct

  • PIR Duct

  • SS Duct


11.16 DUCTING DAN MEDICAL HVAC

Pada rumah sakit:

Ducting harus memperhatikan:

✓ Kebersihan

✓ Akses maintenance

✓ Tekanan ruangan

✓ Kontaminasi silang


Pada area kritis biasanya digunakan sealing yang lebih baik dibanding HVAC biasa.


11.17 EQUIVALENT DIAMETER

Untuk duct persegi panjang:

Pendekatan umum:

D_e=1.3\frac{(ab)^{0.625}}{(a+b)^{0.25}}

Dimana:

a = Lebar duct

b = Tinggi duct


Rumus ini digunakan saat menghitung pressure drop berdasarkan data duct bulat.


11.18 STUDI KASUS

Kasus:

AHU:

5.000 CMH


Duct eksisting:

400 mm × 300 mm


Luas:

0,12 m²


Velocity:

11,6 m/s


Keluhan:

✓ Bising

✓ Airflow tidak merata

✓ Konsumsi energi tinggi


Setelah duct diperbesar:

600 mm × 400 mm

Velocity turun menjadi:

5,8 m/s


Hasil:

✓ Noise turun

✓ Pressure drop turun

✓ Distribusi udara membaik


11.19 KESALAHAN UMUM

✗ Menentukan duct hanya berdasarkan feeling.

✗ Menyalin ukuran proyek lain.

✗ Mengabaikan velocity.

✗ Mengabaikan pressure drop.

✗ Menggunakan flexible duct terlalu panjang.

✗ Terlalu banyak elbow.


11.20 CARA BERPIKIR ENGINEER

Ketika airflow tidak tercapai, banyak orang langsung menyalahkan fan.

Engineer akan bertanya:

✓ Berapa velocity duct?

✓ Berapa pressure drop duct?

✓ Berapa ukuran duct?

✓ Ada kebocoran?

✓ Ada damper tertutup?

Karena fan yang baik tetap dapat gagal jika ducting tidak dirancang dengan benar.


11.21 RINGKASAN

Ducting merupakan jalur distribusi udara dalam sistem HVAC.

Prinsip penting:

✓ Duct terlalu kecil meningkatkan velocity dan pressure drop.

✓ Duct terlalu besar meningkatkan biaya.

✓ Velocity harus dipilih sesuai aplikasi.

✓ Setiap fitting menambah pressure drop.

✓ Ducting yang baik membantu mencapai airflow desain dengan konsumsi energi yang efisien.

Rumus yang paling sering digunakan:

Q=A\times V

Engineer HVAC yang memahami ducting tidak hanya menghitung ukuran saluran udara.

Engineer HVAC memahami bagaimana udara bergerak dari AHU hingga mencapai titik penggunaan secara efektif dan efisien.

Contact

PT RIJOMAC SEMBILAN SEMBILAN
Controlled Environment Engineering

WhatsApp: 0818-704-677
Email: rijomac.system@gmail.com
Workshop: Gunung Putri, Bogor - Jawa Barat